BERANDA

Senin, 16 Oktober 2023

PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK BAGIAN 3

PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK BAGIAN 3

Wajahnya sih cantik, bodinya juga oke punya, karena dia punya ilmu pengawet kecantikan dan kemudaan. Tapi tingkah lakunya kayak setan kurang sesajen.
PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK BAGIAN 3

Yu kita lanjutkan baca ceritanya!

RAJA SASTRA- Wajahnya sih cantik, bodinya juga oke punya, karena dia punya ilmu pengawet kecantikan dan kemudaan. Tapi tingkah lakunya kayak setan kurang sesajen. Makanya dia nggak laku kawin, karena nggak ada lelaki yang betah beristrikan dia. Biasanya nyawa lelaki itu yang nggak betah dekat dengannya, lalu pergi ke akhirat."

"Dibunuh olehnya, begitu?" "Iya! Kata kakek sih, Ratu Cadar Jenazah punya cita-cita ingin kuasai rimba persilatan. Dia ingin diakui oleh dunia persilatan sebagai ratu rimba persilatan. Jadi maunya semua tokoh rimba persilatan tunduk kepadanya dan patuh kepadanya pula. Padahal kesaktiannya nggak seberapa."

"Ya, mungkin demi menunjang cita-citanya itulah maka ia ingin pelajari Kitab Panca Longok tersebut.

Baru mau bicara, tiba-tiba tubuhKen Warok yang duduk itu ditendang kaki Pandu Puber. Brruss...! Ken Warok terjengkang.

Hampir saja ia marah karena perbuatan Pandu. Tapi niat marahnya lenyap seketika setelah melihat sebilah pisau menancap di pohon yang tadi dibuat sandaran tubuhnya. Wuuttt...! Jrrubb...!

"Hahh..."!" Ken Warok terbelalak tegang. Matanya yang menjadi lebar bagai habis operasi kelopak itu pandangi pisau tersebut.

Pisau itu kecil, ukurannya sejengkal, gagangnya dari besi dengan hiasan rumbairumbai benang merah. Mata pisaunya putih mengkilap dan runcing. Kalau nyolok mata sakit. Apalagi nyolok jantung, pasti bocor. Pandu Puber dan Ken Warok sama-sama terperanjat lagi ketika melihat kulit pohon tersebut bergerak-gerak mengelupas dalam keadaan mengering. Pasti disebabkan karena pisau itu beracun ganas. Ken Warok jadi merinding membayangkan nyawanya yang nyaris melayang tadi. Hatinya membatin, 

"Kalau kulit pohon aja bisa jadi keriting begitu, apalagi kulitku. Pasti keriput seperti jeruk purut."

Baru saja Pandu Puber mau cabut pisau itu, tiba-tiba Ken Warok berseru,

"Awaaass...!" Pandu tidak menoleh ke belakang. Tapi tangannya segera berkelebat ke belakang sendiri dan, jaab...! Sebilah pisau yang dilemparkan ke arahnya tertangkap oleh tangan Pandu, terselip di sela jemarinya. Ken Warok menghempaskan napas lega melihat Pandu selamat, tapi hatinya ter-bungkus perasaan takjub melihat kecepatan tangan Pandu menangkap pisau itu.

"Padahal dia nggak nengok segala lho, kok bisa langsung tangkap itu pisau, ya"

Jangan-jangan tengkuknya punya mata"

Coba lihat, ah...!" Ken Warok sengaja bergeser ke belakang Pandu dan memperlihatkan tengkuk Pandu.

"Siapa pemilik pisau ini" Pasti ada yang ingin membunuh kita, Ken! Entah kau atau aku yang ingin dibunuhnya."

"Semoga saja bukan aku," kata Ken Warok gemetar. Kedua lelaki muda itu sama-sama memandang ke arah semak-semak, tempat datangnya dua pisau terbang tersebut. 

Pendekar Romantis melepaskan pukulan jarak jauhnya ke arah semak-semak itu, sang semak-semak buyar seketika. Sesosok tubuh melayang bersalto dari balik semak. Wukk, wukk...! Jlegg! Kini ia berdiri di depan Pandu Puber dan Ken Warok.

Kemunculan itu membuat dua pemuda beda kwalitas tampang itu sama-sama terbengong sesaat. Terkesima memandangi wajah ayu di depan mata mereka. Wajah ayu itu milik seorang gadis berusia sekitar dua puluh tahun, matanya bundar indah, bibirnya mungil, hidungnya kecil bangir, karena wajah itu memang wajah mungil yang cantik sekali, enak dipandang mata. Beda dengan wajahnya Ken Warok; enak dicolok matanya

Gadis cantik bertubuh seksi dengan bagian dadanya melenuk mirip mangkok bakso

itu, mengenakan pakaian serba biru. Biru muda yang cerah. Kontras dengan warna kulitnya yang kuning langsat. Gadis itu mengenakan ikat pinggang yang punya pisau cukup banyak. Hampir seluruh pinggangnya dilingkari dengan pisau, ada yang besar ada yang sedang, ada yang kecil. Andai tak cantik, ia mirip pedagang keliling door to door. Tetapi dengan rambut disanggul kecil di bagian tengah, sisanya dibiarkan meriap sepanjang punggung.

Meski wajahnya tanpa senyum tapi kecantikannya justru tampak menggemaskan bagi Pandu Puber. Sejak tadi yang dipandangi bagian bibir si gadis dan permukaan mangkok baksonya itu. Maklum,

pendekar yang satu ini memang punya mata nakal dan otak sedikit seronok, sehingga hobinya mengincar tempat-tempat yang mestinya tak boleh dipegang sembarang orang. Jika sudah memandang ke arah sana, Pandu sering lupa daratan dan lupa lautan. Malah kadang-kadang ia sering lupa berkedip.

"Biar kuhadapi dia. Lama-lama bisa kurang ajar kalau didiamkan terus," ujar Ken Warok dengan lagak sok berani.

"Hmmm..., giliran tahu musuhnya cewek mau main seruduk aja!" gumam hati Pandu.

Ia biarkan Ken Warok mendekati gadis cantik itu.

"Nona cantik, apa maksudmu melempar pisau kepadaku, hah"! Apakah begitu cara-mu kalau naksir seseorang"!"

Gadis itu masih diam saja. Matanya memandang makin tajam. Kedua tangannya dicantolkan pada ikat pinggang, kedua kakinya sedikit merenggang, kelihatan tegar dan siap tarung. Mata itu sengaja

dituju-kan tajam-tajam ke arah Ken Warok. Makin lama makin membuat hati Ken Warok ciut sendiri dan mulai salah tingkah antara ngeri dan berani, antara takut dan ingin ikut. Sesekali ia melihat Pandu Puber, dan hatinya menjadi tenang saat

ia tahu Pandu masih di situ. Pandu sendiri sengaja diam, memberi kesempatan pada

Ken Warok sambil pelajari sikap si gadis cantik itu.

Ken Warok yang salah tingkah itu akhirnya berkata lagi, "Nona cantik, apakah kau tuli sehingga tak bisa mendengar pertanyaanku tadi?"

Gadis itu tetap diam, merapatkan kedua bibirnya yang menggemaskan Pandu sejak tadi. Matanya sesekali melirik ke

arah Pendekar Romantis. Hanya sekilas-sekilas saja tapi membuat sang pendekar tampan berdebar-debar indah.

Ken Warok berkata lagi kepada gadis itu, "Apa maksudmu datang kemari dengan lempar-lempar pisau, hah" Kayak anak kecil aja! Apa nggak punya mainan lain"!

Lain kali nggak boleh begitu, ya?" Ken Warok berlagak seperti guru yang ngomelin muridnya karena nggak kerjakan 'PR'. Tapi gadis itu justru berkata dengan nada ketus yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Ken Warok tadi.

"Siapa di antara kalian berdua yang bernama Ken Warok"!"

Ken Warok bertanya pada Pendekar Romantis, "Siapa nih enaknya" Kau atau aku yang bernama Ken Warok?"

Senyum di bibir sang pendekar ganteng tipis saja, namun sempat bikin mata si gadis cepat-cepat di lemparkan ke wajah Ken Warok. Lalu terdengar suara Pandu berkata kepada Ken Warok,

"Jujur sajalah. Nggak perlu pura-pura, nanti dia malah lebih galak lagi."

"Makin galak makin cantik lho. Sum-pah kempot deh!"

"Jawab pertanyaanku!" bentak gadis itu. Ken Warok tersentak hampir lompat di tempat. Ia jadi makin malu, kemudian nyengir sambil garuk-garuk kepala. Pandu tertawa pula sambil tetap gigit-gigit rumput.

"Akulah orang yang kau cari. Aku yang bernama Ken Warok!"

"Bohong!" sentak gadis itu lagi.

"Pasti dia, yang pakai anting-anting satu itu!" sambil menuding Pandu. Tentu saja Pandu makin geli dalam tawanya yang tanpa suara itu. Ken Warok memandang Pandu dengan bingung, lalu memandang gadis itu la-gi dengan dahi berkerut dan sedikit ngotot,

"Hei, Nona... yang namanya Ken Warok itu ya aku ini!" katanya sambil menepuk dada. "Mana pantas wajah sepertimu jadi kunci rahasia Kitab Panca Longok"!  KI Mangut Pedas nggak akan sudi punya murid bego kayak kamu!"

"Yeee... nggak percaya nih anak"!" gumam Ken Warok dengan meringis kecut.

Gadis itu melangkah dekati Pandu Puber dan berhenti dalam jarak empat langkah di depan si ganteng berbaju ungu itu. Lalu suaranya yang ketus terdengar bernada sok tegas,

"Mengakulah, pasti kau si murid Mangut Pedas itu, kan"!"

"Bukan aku yang bernama Ken Warok, melainkan dia!"

"Bohong besar kau! Kiramu aku ini anak kecil yang mudah ditipu?"

Ken Warok menyahut kata, "Nona... hei, aku inilah yang bernama Ken Warok dan tahu seluk-beluk tentang kitab tersebut!"

"Diam kau!" bentak gadis itu. Berani sekali ia menuding Ken Warok dengan mata mendelik lincah dan bikin betah begitu. Agaknya dia benar-benar tidak pedu-li

lagi dengan keberadaan Ken Warok di situ. Langsung saja ia bergerak lebih dekat pada Pandu Puber dan dalam jarak satu langkah ia berkata tegas,

"Bicaralah! Jangan hanya bengong saja kayak monyet ompong! Katakan di mana kitab itu, hah"!"

Dengan tenang dan iringan senyum

menawan, Pandu Puber justru balik bertanya, "Siapa kau sebenarnya, Nona" Mengapa kau sekeras itu menganggapku sebagai Ken Warok?"

Bacaan Lainnya

"Jangan berlagak pilon!" bentaknya dengan wajah semakin ketus. "Katakan sa-ja, di mana kitab itu disimpan oleh kakekmu! Kau pasti tahu, Ken Warok!" Ken Warok geleng-geleng kepala antara jengkel dan geli. Ia dekati gadis itu dari belakang dan ia colek punggungnya, tapi niat tersebut terpaksa gagal karena tiba-tiba kaki gadis itu menendang ke belakang tanpa memandang yang ditendang.

Wuut...! Buhgg...!

"Heggh...." Ken Warok mendelik, tubuhnya mental sejauh empat langkah ke belakang dan jatuh terkapar dalam keadaan seperti dibanting. Bhaggh...! Ken Warok diam seketika. Matanya berkedip-kedip memandang langit. Mulutnya hanya bisa terbuka, tapi suaranya tak mampu keluar karena napasnya bagaikan tersumbat di tenggorokan dan hidung. Pandu Puber kian tersenyum geli melihat Ken Warok terkapar begitu. Si gadis sendiri tidak memandang Ken Warok sedikit pun. Seakan begitu cueknya dengan hasil ten-dangannya tadi. Yang dipandangi adalah Pandu dan pandangan itu tak mau bergeser sedikit pun. Tajam, tapi juga menyimpan tendensi tertentu. 

Akhirnya pendekar tampan kembali pandangi wajah di depannya yang amat dekat sekali itu. Hanya satu ayunan maju saja bibir bisa langsung nyosor bibir si gadis. Tapi Pandu punya perhitungan, jika saat itu ia langsung menyosorkan diri ke bibir si gadis, maka tangan si gadis dapat bergerak menghantamnya dengan cepat. Karena Pandu tahu, gadis itu punya kecepatan gerak cukup tinggi. Terlihat saat ia menendang Ken Warok, gerakan kakinya nyaris tak terlihat menendang ke dada Ken Warok. 

"Baru sekarang aku melihat kecantikan yang sempurna. Ck, ck, ck...!" Pandu berdecak sambil geleng-geleng kepala. Gadis itu merasa tersanjung, tapi berlagak tak suka sanjungan itu. Ia mencibir sinis, membuang pandangan ke arah lain. Sementara itu Ken Warok bergegas bangkit perlahan-lahan sambil menyeringai, merasakan sisa sakit yang masih tertinggal di dada. Pandu sengaja pandangi gadis itu

dengan sorot pandangan mata yang lembut, tutur katanya pun terdengar pelan danpenuh kelembutan, "Kurasa kau orangnya Ratu Cadar Jenazah, Kuakui sang Ratu cukup pandai memilih utusan secantik kau, Nona. Pria mana yang tak akan luluh hatinya melihat kecantikanmu" Sekalipun sebenarnya hatiku sudah kutahan untuk tidak menyerah padamu, nyatanya aku tak bisa menahan ke-kerasan hatiku demi melihat kecantikanmu dari jarak sedekat ini."

"Aku bukan orangnya Ratu Cadar Jenazah!" ketus gadis itu.

"Ah, kau sembunyikan identitasmu, Nona. Tak perlu berbohong, nanti nilai kecantikanmu berkurang."

"Aku nggak bohong! Aku memang bukan orangnya Ratu Cadar Jenazah. Aku utusan dari Lembah Nirwana. Namaku.... Belati Binal."

Pandu tertawa seperti orang menggumam. Ia melangkah tinggalkan gadis itu, namun hanya tiga langkah segera berhenti dan berbalik lagi, memandang penuh pesona, membuat sang gadis menjadi gundah.

"Akhirnya kau mengaku juga siapa dirimu," kata Pandu pelan bagaikan menge-jek. Belati Binal kian mengetuskan mulutnya pertanda dongkol terhadap pancingan Pandu tadi. Ia bergegas maju dengan menampakkan kegalakannya yang dipaksakan, lalu menghardik dengan suara geram,

"Jangan mempermainkan diriku, Ken Warok!" Pandu sempat berpikir, 

"Jangan-jangan dia bidadari Dian Ayu Dayen, calon istriku itu" Ah, benarkah dia jelmaan Di-an Ayu Dayen" Aku kok jadi curiga?"

Dian Ayu Dayen adalah bidadari penguasa kecantikan yang selalu membayang-bayangi Pandu Puber. Anak Dewa Batara Ka-ma itu memang ditugaskan oleh sang Ayah untuk menundukkan Dian Ayu Dayen dan men-gawininya. Karena jika Pandu Puber menga-wini

Pandu, sang bidadari penguasa kecantikan itu, maka ia akan hidup di kayangan di antara para dewa dan berhak menggunakan namanya sebagai Dewa Indo. Tapi jika Pandu kawin dengan perempuan lain, maka ia tak akan bisa naik ke kayangan dan ia akan menjadi manusia biasa, tanpa gelar kebangsaan sebagai Dewa Indo. Dalam perjalanannya mencari sang calon istri, Pandu Puber selalu dibayang-bayangi Dian Ayu Dayen yang dapat menjel-ma sebagai perempuan dengan seribu macam kecantikan. Dian Ayu Dayen mempunyai se-tangkai bunga mawar yang terselip di ce-lah gumpalan dadanya. Tugas Pandu Puber adalah mencabut bunga mawar itu sebagai tanda ditundukkannya kekuatan sang bidadari tersebut. Namun Pandu selalu saja tak berhasil menjebak penyamaran Dian Ayu Dayen, 

Pendekar Romantis dalam kisah: "Hancurnya Samurai Cabul" 

Klik di sini


Rabu, 11 Oktober 2023

RAMALAN PRABU SILIWANGI SOAL PRESIDEN INDONESIA 2024 YANG DI BOCORKAN KERAJAAN BANTEN

RAMALAN PRABU SILIWANGI SOAL PRESIDEN INDONESIA 2024
YANG DI BOCORKAN KERAJAAN BANTEN

Calon presiden indonesia 2024

RAJA SASTRA- Sebuah ramalan yang berasal dari kerajaan Banten salah satu kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara, yang mengklaim telah mengetahui sosok calon presiden RI 2024. Ramalan tersebut disampaikan oleh Sultan Banten Sepuh XIV, Maulana Hasanuddin, dalam sebuah acara dialog interaktif. Silakan mau percaya atau tidak, itu Kembali kepada hati masing-masing Menurut Sultan Banten, calon presiden RI 2024 adalah seorang keturunan langsung dari Prabu Siliwangi, raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran.

"Dia adalah keturunan langsung dari Prabu Siliwangi, raja terakhir dari Kerajaan Pajajaran. Dia memiliki darah biru yang murni dan tidak tercemar. Dia memiliki wajah yang tampan dan gagah, serta tubuh yang kuat dan sehat. Dia memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam, serta keterampilan yang beragam dan unggul. Dia sangat disegani dan dihormati oleh semua orang," kata Sultan Banten.

Sultan Banten mengatakan bahwa ramalan tersebut didasarkan pada kitab pusaka Kerajaan Banten, yaitu Kitab Sang Hyang Kersa. Kitab tersebut berisi tentang silsilah, warisan, dan ramalan Kerajaan Banten.

Sultan Banten mengaku telah mempelajari kitab tersebut sejak kecil dan menemukan banyak kebenaran dalam kitab tersebut.

"Kitab Sang Hyang Kersa adalah kitab pusaka yang diturunkan oleh leluhur kami. Kitab ini sangat jitu dan terpercaya. Kitab ini telah meramalkan banyak peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, seperti penjajahan, revolusi, kemerdekaan, reformasi, pandemi, dan lain-lain. Kitab ini juga meramalkan tentang sosok presiden RI 2024," ujar Sultan Banten.

Sultan Banten menambahkan bahwa ramalan tersebut juga sesuai dengan ramalan lain yang berasal dari kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, seperti Ramalan Jayabaya dari Keraton Yogyakarta, Ramalan Kerajaan Kutai, dan Ramalan Kerajaan Bali.

Sultan Banten mengatakan bahwa semua ramalan tersebut memiliki kesamaan dalam menggambarkan sosok calon presiden RI 2024.

"Saya yakin bahwa ramalan-ramalan tersebut saling mendukung dan melengkapi. Saya juga yakin bahwa sosok calon presiden RI 2024 sudah ada di antara kita. Dia adalah orang yang sangat spesial dan berjodoh dengan Indonesia. Dia akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan lebih maju," tutur Sultan Banten.

Namun, Sultan Banten juga mengingatkan bahwa ramalan tersebut tidak berarti bahwa sosok calon presiden RI 2024 akan memiliki jalan yang mudah untuk mencapai kursi kepresidenan.

Sultan Banten mengatakan bahwa sosok calon presiden RI 2024 akan menghadapi banyak rintangan dan musuh yang akan mencoba menghalangi dan menggagalkannya.

"Dia akan menghadapi banyak rintangan dan musuh. Dia akan dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan yang sulit dan kompleks. Dia akan dikhianati oleh orang-orang dekatnya dan difitnah oleh orang-orang jahatnya. Dia akan diserang oleh berbagai pihak yang tidak suka dengan visi dan misinya," kata Sultan Banten.

Sultan Banten mengatakan bahwa hal tersebut adalah ujian dari Tuhan untuk menguji keimanan dan keteguhan hati sosok calon presiden RI 2024.

Sultan Banten berharap agar sosok calon presiden RI 2024 dapat bertahan dan bersabar dalam menghadapi semua cobaan tersebut.

BACAAN LAINNYA

Sultan Banten juga berdoa agar sosok calon presiden RI 2024 dapat mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang-orang baik dan bijak.

"Dia harus bertahan dan bersabar. Dia harus tetap berpegang pada prinsip dan nilai-nilai yang benar dan baik. Dia harus tetap berjuang untuk kepentingan rakyat dan bangsa. Dia harus tetap berdoa dan berserah diri kepada Tuhan. Saya yakin bahwa pada akhirnya, dia akan berhasil dan menang," pungkas Sultan Banten.

Namun, Sultan Banten tidak mau menyebutkan nama atau inisial dari sosok calon presiden RI 2024 tersebut. 

Sultan Banten mengatakan bahwa hal tersebut adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan dan para leluhur.

Sultan Banten hanya berpesan agar rakyat Indonesia bersabar dan berdoa agar dapat mengetahui siapa sosok calon presiden RI 2024 tersebut. PENDEKAR ROMANTIS 2

"Saya tidak bisa menyebutkan nama atau inisialnya. Itu adalah rahasia yang harus dijaga dengan baik. Saya hanya bisa memberikan petunjuk-petunjuk umum tentang sosoknya. Saya harap rakyat Indonesia bisa bersabar dan berdoa agar Tuhan memberikan petunjuk kepada kita semua. Saya yakin bahwa pada saatnya nanti, kita akan mengetahui siapa sosok calon presiden RI 2024 tersebut," pungkas Sultan Banten.

di sini

Sumber dari Tribun New.

Selasa, 10 Oktober 2023

PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK BAGIAN 2

 

PENDEKAR ROMANTIS 06 
KITAB PANCA LONGOK

(BAGIAN 2)

(Scan/E-Book: Abu Keisel)
Juru Edit: Fujidenkikagawa
wajahnya sedih, hampir menangis. Pandu Puber buru-buru buang muka karena ia tak berani melihat gadis menan-gis. Ia selalu ingat ibunya dan bisa jatuh pingsan atau lemas tanpa daya.
PENDEKAR ROMANTIS 06  KITAB PANCA LONGOK BAGIAN 2

Pembaca yang budiman cerita silat  bagian ke dua dari judul di atas, kami sajikan mungkin kedepan untuk cerita silat akan kami sajikan setiap yangjadwalnya  hari Rabu dan sabtu, namun kali ini kami belum bisa menentukan jadwal. Kepan kami sajikan cerita-cerita silat yang berlatar belakang dan berlatar tempat di wilayah Tasik selatan, atau sekitat Kabupaten Tasikmalaya. Konon klabarnya dulu di mana dunia persilatan masih menguasai dunia, bermunculan pendekar-pendekar silat dari Kab Tasikmalaya sekarang, terutama dari pesieir Tasik selatan, Insya Allah sumbernya sedang kami sunting.
tapi yang penting silakan baca cerita ini sampai selesai
Selamat membaca!
Kami terbuka terima saran dan kritik pembaca

RAJA SASTRA- Wajahnya sedih, hampir menangis. Pandu Puber buru-buru buang muka karena ia tak berani melihat gadis menan-gis. Ia selalu ingat ibunya dan bisa jatuh pingsan atau lemas tanpa daya.

Sri dekatin Jaitun, "Kalau benar itu nama kakekmu, kenapa kamu nggak tahu yang namanya Ken Warok?"

"Ki Mangut Pedas adalah kakak dari kakekku. Jadi dia kan termasuk kakekku Juga"

Sedangkan... o, ya. Aku baru ingat. Yang namanya Ken Warok itu sebenarnya adalah kakak sepupuku. Nama aslinya Kendayun. Di antara keluarga kami dia di-panggil Dayun. Tapi aku ingat, dia memproklamirkan diri di depan umum dengan nama Ken Warok. Soalnya dia gemar nonton

pertunjukan reok kepala singa."

"Lalu, rumah Ken Warok itu di ma-na?" tanya Pandu.

"Di belakang rumahku, Kang! Kalau begitu, yuk kuantar ke rumahnya!"

Sri agak iri karena Jaitun pulang bareng pemuda tampan. Sri hanya bilang pada Jaitun dengan suara agak keras, 

"Biarin kamu pulang sama dia! Aku mau di si-ni dulu nyelesain cucian sambil menunggu siapa tahu Mas Pandu Puber lewat sini!"

Tentu saja si tampan bermata kebi-ru-biruan itu hentikan langkah dan berpaling ke belakang memandang Sri yang masih merendam di air. Maksudnya, Pandu kaget mendengar namanya disebut oleh Sri dan ia ingin mengatakan bahwa dialah yang bernama Pandu Puber. Tetapi Jaitun segera menarik lengan Pandu dengan sopan sambil berkata,

"Sudahlah, jangan hiraukan ocehan Sri gendut itu. Dia memang lagi tergila-gila sama Pandu Puber. Padahal menurutku sih, Pandu Puber pemuda yang nggak layak untuk digila-gilain. Apalagi dibangga-banggakan, huuh... nggak pantes. Sekadar diakui kehebatan ilmunya dan keramahannya sih boleh saja, tapi kalau sampai dibangga-banggakan rasanya kok nggak pada tempatnya."

"Memangnya kenapa?" tanya Pandu semakin berlagak bego.

"Soalnya...," Jaitun tersenyum ma-lu. "Soalnya... Pandu Puber nggak sehebat kamu, Kang."

"Maksudnya nggak sehebat bagaimana?" desak Pandu kian memancing perasaan si gadis manis berkulit kuning itu.

"Yaah... pokoknya nggak hebatlah. Bisa dilihat dari wajahnya, perawakannya, kegagahannya, semuanya nggak kayak kamu. Pasti masih lebih hebat kamu, Kang."

"Masa' sih...?" Pandu senyum-senyum saja sambil tetap melangkah bersebelahan.

"Iya. Nggak lebih tampan dari kamu.

Pandu Puber itu kan, yaaah... namanya ju-ga anak masih puber, tentu saja masih imut-imut. Tua sedikit juga peot."

Pandu tertawa geli tapi tidak dilepas semuanya. Jaitun bagaikan lupa dengan kematian kakeknya. Ia tersenyum-senyum seraya sesekali menunduk. Menjinjing bakul menenteng ember karet. Dalam tunduk-nya itu ia melirik Pandu sebentar dan bertanya, 

"Ngomong-ngomong... namamu siapa sih, Kang?"

"Namaku...?" Pandu tersenyum lebar, tampak ragu-ragu. Tiba-tiba dari arah depan mereka muncul seorang anak lelaki remaja berusia sekitar lima belas tahun. Anak itu memakai rompi dan celana abu-abu, ikat kepalanya merah, badannya agak kurus, wajahnya polos. Anak itu terkejut dan hentikan langkah melihat Pandu berjalan bersama Jaitun.

"Sumo..."! Sumo Banjir..."!" Pandu menyapa lebih dulu. Wajahnya berseri-seri. Tapi wajah Sumo Banjir lebih ceria lagi.

"Kaaang..."! Kang Pandu..."! Ooh...aku kangen kamu, Kang! Aku kangen kamu, Kang Pandu...!" Sumo Banjir memeluk Pandu Puber

dengan kegirangan. Tubuh anak itu diguncang-guncang oleh Pandu seperti pohon ceremai yang ingin dirontokkan buahnya. Pandu Puber

sempat terbayang masa pertemuannya dengan Sumo Banjir dalam peristiwa patung pembawa bencana itu, (Kalau mau tahu patungnya kayak apa, cari aja di serial Pendekar Romantis dalam kisah : "Patung Iblis Banci"- bukan dari Taman Lawang kok. Bener!). "Bagaimana kabarmu, Sumo?"

"Aku sekarang kerja di tempat Ki Lasoka, ikut bikin keramik, Kang."

"Syukurlah kalau kau punya kesibukan. Nggak kepingin jadi pendekar lagi?"

"Ya kepingin, Kang. Tapi... gimana lagi, habis Kang Pandu nggak mau jadi guruku sih." Kemudian Sumo Banjir memandang Jaitun karena punggungnya dicolek-colek gadis itu. 

Jaitun bertanya, "Kok kamu kenal dia, Mo" Memangnya dia itu siapa?"

"Dia kan Pandu Puber, si Pendekar Romantis itu!"

"Hahh..."!" mata Jaitun membelalak lebar, hampir saja copot dan menyambar wajah Sumo Banjir. Bibirnya gemetar, wajahnya pucat, napasnya sesak, kepala nyutnyutan, pandangan mata makin suram, akhirnya... brruukk! Jaitun pingsan. Hebat ya"


💢💢

Namanya memang seram. Ken Warok. Yang namanya warok itu biasanya bertubuh besar, tinggi, tampang angker, kumis sebesar lontong sate, badan kekar berotot, galaknya kayak setan lagi beranak.

Tapi warok yang ini ternyata benar-benar men-gejutkan Pandu Puber. Ken Warok bertubuh kecil, pendek, kurus, rambutnya potongan cepak, mirip hansip sedang masa pendidikan. Usianya sekitar dua puluh enam tahun. Mengenakan pakaian serba hitam, komprang. Bajunya tak dikancingkan sehingga tampak tulang iganya

yang bertonjolan mirip tangga berjalan. Hampir-hampir Pandu Puber tidak mempercayai kalau orang yang mirip sebatang korek api itu bernama Ken Warok.

"Aku ingin bertemu dengan Ken Warok, bukan kamu Kang."

"Lha ya, aku ini Ken Warok!"

"Masa' sih..."!" Pandu sampai bilang begitu, karena penampilan dan potongan orang itu tidak pantas menyandang na-ma Ken Warok. Setelah orang itu menjelaskan seperti apa yang dijelaskan Jaitun, barulah Pandu Puber percaya bahwa orang itu adalah cucunya Ki Mangut Pedas.

Berita tentang kematian Ki Mangut Pedas bukan saja membuat Ken Warok sedih, namun menjadi berang dan sorot matanya yang kecil itu penuh cahaya dendam membara. "Siapa yang membunuhnya?"

"Aku tidak tahu. Ketika aku tiba di lembah itu, kakekmu sudah terkapar tak berdaya. Aku ingin sembuhkan lukanya, ta-pi dia menolak. Karena dia bilang memang hari itu sudah jatahnya untuk mati. Aku tak berani memaksa. Cuma dia sebutkan sa-tu nama orang yang habis bertarung dengannya."

"Lha iya, yang kutanyakan tadi adalah nama orang yang habis bertarung dengannya itu!" ujar Ken Warok dengan jengkel. 

"Siapa namanya?"

"Tengkorak Tobat."

"Setan!" geram Ken Warok.

"Mungkin saja setan, namanya saja Tengkorak Tobat. Barangkali setan yang menyamar sebagai seorang pendeta."

"Bukan itu maksudku!" kata Ken Warok semakin tampak gusar. "Aku tahu Tengkorak Tobat. Aku kenal dia, karena namanya memang sudah dikenal! Aku harus temui dia sekarang juga!"

Ken Warok bergegas pergi, tapi Pendekar Romantis segera berkata, "Apakah kau berani menghadapi dia?"

Ken Warok berhenti, berbalik badan pelan-pelan. Wajahnya tampak sayu, lalu berkata dengan nada lemah, "Kalau sendirian ya nggak berani."

"Kok kamu mau ngamuk menemuinya?"

"Kan sama kamu?"

"Aku nggak ada urusannya dengan Tengkorak Tobat. Mau apa aku mencak-mencak sama dia?" 

"Yaaah... kirain kamu mau ikut menemui dia?" ujarnya makin lemah. Pandu Puber tertawa pelan. 

"Kau ini aneh. Kalau merasa nggak berani ya jangan galak begitu dong! Salah salah nyawamu dicabutnya sambil ber-siul!"

"Tengkorak Tobat adalah orang kepercayaan Ratu Cadar Jenazah."

"Kayaknya memang begitu, sebab amanat yang harus kusampaikan padamu ada hubungannya dengan nama Ratu Cadar Jenazah."

Ken Warok dekati Pandu Puber dan berkata pelan, 

"Apa amanat dari kakekku itu?"

"Kau harus bersembunyi dari jang-kauan Ratu Cadar Jenazah."

"Kenapa begitu?"

"Entahlah. Kakekmu tak mau jelaskan. Ia terburu-buru mau mati. Setelah ngomong begitu, dia menghembuskan napas terakhir. Buuuss...! Begitu!"

Ken Warok diam termenung, melangkah sedikit jauhi Pandu Puber. Sementara itu,

Pandu Puber sedang jadi pusat perhatian perempuan-perempuan yang ada di rumahnya. Ken Warok, termasuk Jaitun sendiri yang masih shock sehingga hanya terbengong me-lompong memandangi pendekar tampan yang tak disangka-sangka justru berjalan ber-duaan dengannya. Sedangkan Pandu Puber berlagak cuek walau hatinya agak tak enak karena jadi bahan intipan para wanita, baik yang sudah bersuami maupun yang belum. Mereka bicara di depan rumah Ken Warok yang penuh dengan pohon bambu, sebab dulunya kakeknya Ken Warok pengusaha anyaman bambu. Ken Warok sendiri sekarang mewarisi profesi sang kakek menjadi penganyam bambu, tukang bikin pagar.

Pandu Puber mendekati Ken Warok karena terlalu lama ditinggalkan sendirian di tengah pelataran. Mirip tiang bendera. Saat itu Ken Warok memang baru akan temui Pandu untuk mengatakan sesuatu, tapi Pandu lebih dulu perdengarkan suaranya yang kalem itu.

"Apakah kau punya urusan pribadi dengan Ratu Cadar Jenazah?"

"Tidak. Tapi..., rasa-rasanya ada sesuatu yang harus kulakukan. Ki Mangut Pedas, kakekku, dulu adalah seorang jagoan, pengawal istana kerajaan Balekam-bang. Kakek pernah berguru di puncak Gunung Sahari. Dan menurut cerita beliau, Ratu Cadar Jenazah adalah rekan seperguruannya, tapi kakek lebih senior."

"Kalau begitu," kata Pandu menyim-pulkan, "Pasti ada hubungannya dengan perguruan kakekmu dulu."

"Kayaknya sih begitu," kata Ken Warok. "Pasti soal Kitab Panca Longok."

Pandu Puber cepat memandang Ken Warok dengan dahi berkerut. Yang dipandang juga sedang menatapnya dalam renungan.

Tanpa diminta, Ken Warok segera jelaskan persoalan itu.

"Kitab Panca Longok hanya diberikan kepada kakekku, karena kabarnya dulu kakek adalah murid teladan yang selalu tampil sebagai ranking pertama setiap kenai-kan kelas." 

"Apa yang ada di dalam Kitab Panca Longok itu?"

"Jurus maut yang bernama 'Lima Setan Bingung'. Tapi sampai sekarang kakek tak mau pelajari Jurus 'Lima Setan Bingung', sebab jurus itu katanya sih jurus sesat. Bisa berubah wujudnya menjadi li-ma. Kabarnya, setiap orang yang berhasil pelajari jurus 'Lima Setan Bingung' tak dapat mengendalikan nafsu maksiatnya.

Ha-wanya kepingin membunuh, memperkosa, me-rampok, memfitnah dan mengadu domba. Makanya kakek tidak mau mempelajari jurus tersebut. Tetapi Kitab Panca Longok tetap disimpannya, dan tak pernah diajarkan atau diberikan kepada siapa pun.Sebab kakek takut kedamaian di bumi terancam karena seseorang yang berhasil pelajari Kitab Panca Longok."

Pandu Puber manggut-manggut. Dalam pengertian batinnya, Ki Mangut Pedas adalah orang baik. Tokoh berilmu lumayan ta-pi beraliran putih. Tidak menyukai keributan. Padahal kalau ia mau, ia bisa menjadi orang sakti dan menjadi super jagoan dengan bermodalkan jurus dari Kitab Panca Longok itu. 

Niat Ki Mangut Pedas perlu didukung, menurut Pandu Puber. Jika si pemilik kitab maut itu saja bisa menahan diri untuk tidak pelajari jurus berbahaya itu, tentunya sebagai seorang pendekar kebenaran Pandu Puber pun perlu memperta-hankan agar kitab itu jangan jatuh ke tangan orang sesat. Setidaknya jangan sampai dipelajari oleh seseorang yang punya niat jadi orang sesat.

"Kata kakek," ujar Ken Warok lagi, "Orang yang pelajari isi Kitab Panca Longok itu selalu punya gairah untuk bercumbu dengan lawan jenisnya, siapa saja. Karena kekuatan jurus 'Lima Setan.

Bingung' akan hadir melalui percumbuan. Satu kali bercumbu, satu kali kekuatan gaib meresap dalam diri orang tersebut."

"Apakah kakekmu beristri banyak?"

"Malah nggak punya istri, sejak nenekku meninggal akibat rindu ditinggal kakek berguru. Sejak itu kakek tak pernah mau punya istri lagi."

"Kenapa?"

"Memang dia lemah syahwat sih."

"Ooo... pantas!" Pandu Puber cengar-cengir saja.

"Ada kemungkinan kakek khawatir kalau nyawaku akan terancam oleh Ratu Cadar Jenazah." 

"Apakah kau murid tunggalnya kakekmu?"

"Kakek tak pernah punya murid. Tapi dia pernah ajarkan sebagian ilmunya padaku.

Sebagian kecil saja. Kata kakek, kalau semua ilmunya diajarkan kepada cucucucunya, bisa-bisa para cucu menjadi orang sesat, sebab ilmu yang dimiliki kakek adalah ilmu yang perlu disaring dulu

penggunaannya. Makanya aku cuma diberi sedikit dari sejumlah ilmunya yang juga sedikit itu."

"Dan kau tahu di mana kitab itu disimpan kakekmu?"

Ken Warok diam sebentar, kemudian menjawab dengan agak gugup. "Aku nggak tahu di mana kitab itu disimpannya."

BACA JUDUL LAINNYA

"Jangan bohong! Kau pasti tahu," kata Pandu sambil tersenyum. "Kau pasti punya niat mau pelajari sendiri kitab itu, kan?"

"Ah... siapa bilang?" Ken Warok bersungut-sungut.

"Iya aja. Ngaku deh, ngaku...," go-da Pandu Puber, mendesak secara halus.

"Ah nggak kok!" Ken Warok ngotot. Walau usianya lebih tua dari Pandu, tapi sikapnya kadang seperti berusia lebihmu-da dari Pandu. Si Pendekar Romantis tetap sabar menghadapi kebohongan itu.

"Ka ta kakekmu, hanya kau yang tahu tempat ia menyimpan Kitab Panca Longok itu?"

"Aaah... kakek bohong! Hobinya memang ngebohongin anak muda. Ternyata sampai mau masuk liang kubur aja masih bisa berbohong padamu."

"Bukan begitu," kata Pandu kalem sambil mengusap-usap punggung Ken Warok.

"Soalnya kakekmu bilang padaku supaya aku menyarankan padamu selain bersembunyi da- ri incaran Ratu Cadar Jenazah, aku juga disuruh membimbingmu untuk pelajari ilmu 'Lima Setan Bingung' itu. Kau harus secepatnya pelajari isi kitab tersebut sebelum orang lain merampas dan mempelaja-rinya."

"O, gitu ya?" Ken Warok tampak berseri. "Tapi, kau sendiri bagaimana" Apakah kau menyanggupi permintaannya?"

"Ya, kusanggupi untuk membimbingmu kalau memang kau mau pelajari ilmu itu."Senyum si pemuda kurus itu kian mengembang. Ia tahu siapa Pandu Puber. Ia pernah dengar cerita tentang kehebatan Pendekar Romantis, sebab itulah ia bangga dan gembira sekali jika Pandu Puber mau membimbingnya dalam mempelajari ilmu dalam Kitab Panca Longok itu. Bisabertemu muka dengan Pendekar Romantis saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi Ken Warok, apalagi bisa dibimbing oleh sang pendekar, rasa girangnya melebihi dilamar bidadari.

"Kalau begitu, sebaiknya  sekarang kita ambil saja kitab itu, Pandu."

"Lho, katanya kamu nggak tahu tempat penyimpanan kitab itu?"

Ken Warok cengar-cengir dan garuk-garuk kepala. 

"Sebenarnya sih... tahu. Cuma, yaah... seperti apa katamu tadi, aku memang ingin pelajari isi kitab itu biar menjadi orang sakti." Pandu Puber geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Hatinya membatin, "Dasar penyu got! Akal bulusmu nggak akan bisa mengalahkan akal bulusku deh. Sebaiknya kubiarkan dulu dia mengambil kitab tu, setelah kitab ada di tangannya baru akan kubujuk agar ia mau hancurkan kitab itu demi menjaga kedamaian di bumi. Rasa-rasanya memang lebih baik kitab itu dihancurkan daripada dipelajari olehnya, nanti dia jadi orang terjahat di dunia!" 

Ternyata Kitab Panca Longok tidak disembunyikan di dalam rumah. Mungkin takut kalau dibaca para cucunya, Ki Mangut Pedas sembunyikan kitab itu jauh dari rumah. Pandu Puber diajak pergi ke sebuah bukit oleh Ken Warok.

"Kakek pernah ceritakan tempat penyimpanan itu, dan aku pernah ke sana tapi nggak ngapa-ngapain. Soalnya kakek masih hidup sih," katanya sambil melangkah menuju kaki bukit.

"Jadi kitab itu disembunyikan di puncak bukit?"

"Ya, sebab di puncak bukit itulah terdapat gua tempat kakekku dulu bertapa. Namanya gua Panas Dingin." Pandu tertawa pendek. 

"Gua kok namanya panas-dingin" Gua penyakitan itu sih!"

"Kata kakek, kalau kita berada di dalam gua itu udaranya bisa jadi panas dan bisa jadi dingin, tergantung kata batin kita. Kalau kita membatin; 'wah, kok gua ini panas, ya"', maka udara di dalam gua akan semakin panas. Kalau batin kita bilang 'dingin', ya dingin."

"Kau pernah masuk ke dalamnya?"

"Nggak berani. Kakek melarangku masuk ke gua itu. Tapi kalau melihat dari luar saja, memang pernah."

"Kenapa kakekmu melarangmu masuk?"

"Katanya, gua itu penuh jebakan yang mematikan."

Pandu Puber berpikir, "Kalau begitu, dia tak boleh ikut masuk, nanti langkahnya dapat membawa kematian baginya. Biasanya gua seperti itu memang dipasangi  jebakan cukup banyak dan maut dating tidak diduga-duga. Berarti aku nanti harus pertajam kewaspadaan serta pertajam ra-sa." 

Perjalanan menuju bukit memakan waktu tak terlalu lama. Sedikit melelah-kan, tapi perjalanan tidak banyak melalui semak belukar. Ketika mereka tiba di kaki bukit, Ken Warok minta istirahat sebentar, karena ia perlu kumpulkan tenaga untuk mendaki. Mereka beristirahat di tempat yang teduh, di bawah pohon besar yang bercabang dan berdaun mirip payung raksa-sa. "Setelah aku bisa kuasai isi kitab itu, aku akan balas dendam pada Ratu Cadar Jenazah," kata Ken Warok. "Akan kuo-brak-abrik istananya, kuratakan dengan tanah, bahkan kalau perlu kutenggelamkan ke dasar bumi. "Mendengar sesumbar itu, Pendekar Romantis hanya tersenyum saja. Tenang sekali sikapnya. Ia menggigit-gigit sebatang rumput yang belakangan ini menjadi acara kesukaannya jika sedang santai.

"Di mana istana Ratu Cadar Jenazah itu?"

"Di sana... di dekat pantai. Arah timur dari sini. Di sana ada bukit yang terlihat jelas dari lautan, namanya Bukit Gulana. Di bukit itulah Ratu Cadar Jenazah membangun istananya yang dikelilingi dengan benteng batu kokoh. Di sana ia punya murid dan tidak melarang muridnya lakukan pembajakan atau perampokan asal ada komisinya buat sang ratu."

"Jahat sekali dia, ya?"

"Huuh... bukan saja jahat, tapi ju-ga galak, angkuh, semena-mena dan pokoknya memuakkan deh. KLIK DI SINI


5 MANFAAT BUAH SIRSAK BAGI KESEHATAN TUBUH YANG PENTING DIKETAHUI

 5 MANFAAT BUAH SIRSAK BAGI KESEHATAN TUBUH  YANG PENTING DIKETAHUI

Sirsak jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di negara kita, kadang kadang di pekarangan di kampung kampung sirsak ini banyak dijumpai, buahnya bukan tidak disukai tapi karena buahnya yang melimpah, kadang di biarkan sampai membusuk, atau jadi santapan jenis kelelawar yang suka berkeliaran malam.
 5 MANFAAT BUAH SIRSAK BAGI KESEHATAN TUBUH  YANG PENTING DIKETAHUI

RAJA SASTRA-Sirsak jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di negara kita, kadang kadang di pekarangan di kampung kampung sirsak ini banyak dijumpai, buahnya bukan tidak disukai tapi karena buahnya yang melimpah, kadang di biarkan sampai membusuk, atau jadi santapan jenis kelelawar yang suka berkeliaran malam. Walaupun kadang dibeli oleh para tengkulak, tapi dengan harga yang begitu murah. Akibatnya pohon-pohon sirsak yang tumbuh sering dibarkan terbengkalai tidak terurus.

Buah sirsak memiliki rasa manis dan asam yang sangat enak, ternyata ada banyak sekali manfaat buah sirsak sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Manfaatnya termasuk meningkatkan imunitas tubuh hingga mengurangi peradangan.”

Selain bagian buah sisrsak,   bagian lain dari sirsak bisa di gunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Tentu saja, ini tak lepas dari berbagai nutrisi yang terdapat dalam buah yang menyehatkan ini.

Sekitar 200 gram buah sirsak terdapat sekitar 100 sampai 130 kalori. Tak hanya itu, makanan sehat ini juga mengandung beberapa nutrisi penting lainnya, termasuk serat, karbohidrat, protein, vitamin B, C, magnesium, kalsium, dan kalium. Belum lagi dengan adanya folat, antioksidan, zat besi, dan zinc.

Berkat semua nutrisi tersebut, buah ini menawarkan berbagai manfaat untuk mendukung kesehatan tubuh. Berikut manfaat buah sirsak menurut pendapatr para ahli :

Manfaat sirsak berdasarkan seorang Master of Science di bidang Kedokteran, spesialisasi Nutrisi Manusia · Pengalaman 2 tahun · Afrika Selatan

  • Sirsak dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Vitamin C adalah antioksidan yang membantu menghancurkan radikal bebas dalam tubuh. Buah utuh mengandung sekitar 215% dari nilai harian vitamin C yang direkomendasikan.
  • Sirsak juga dapat membantu pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi.

Manfaat yang lainnya menurut Kandidat PhD (Layanan Kesehatan), Pasca Sarjana Nutrisi Klinis Fungsional, Gelar Sarjana Nutrisi dan Diet · 7 tahun pengalaman · Australia

  • Sirsak kaya akan fitokimia yang penting untuk melawan peradangan sebagai radang sendi.
  • Sirsak kaya akan vitamin C dan serat; Plus rendah kalori, pilihan yang sangat baik untuk manajemen berat badan dan kesehatan usus.
  • Komponen sirsak dapat membantu melawan beberapa bakteri.

Pendapat lain Bachelor in Nutrition · 5 years of experience · Argentina

  • Sirsak membantu pencernaan. Satu buah sirsak utuh mengandung sekitar 83% dari jatah serat harian yang direkomendasikan. Serat membantu meningkatkan keteraturan dan mencegah masalah pencernaan seperti sembelit.
  • Sirsak mengurangi peradangan. Ini mengandung berbagai antioksidan, yang melawan radikal bebas, mengurangi kerusakan sel-sel Anda yang disebabkan oleh stres oksidatif. Salah satu efek samping dari stres oksidatif adalah peradangan.


5 Manfaat Buah Sirsak bagi Kesehatan 

Sirsak Selain bagian buahnya, masyarakat sering menggunakan bagian lain dari sirsak sebagai obat alternatif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Tentu saja, ini tak lepas dari berbagai nutrisi yang terdapat dalam buah yang menyehatkan ini.

Berkat semua nutrisi tersebut, buah sirsak ini menawarkan berbagai manfaat untuk mendukung kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat  di antaranya: 

1. Mengurangi peradangan

Manfaat Buah sirsak menurut Studi dalam Journal of Human Hypertension menyebutkan, ekstrak buah ini memiliki sifat antiinflamasi. Peneliti percaya bahwa sifat ini efektif untuk mengurangi inflamasi sekaligus mencegah berbagai gangguan kesehatan yang bisa terjadi karena kondisi tersebut, termasuk arthritis, hipertensi, dan asam urat. 

Akan tetapi, studi yang muncul sejauh ini belum bisa memberikan kesimpulan yang akurat terkait efektivitas dari buah ini sebagai pilihan pengobatan alternatif selain medis. Inilah sebabnya, masih perlu adanya studi lain untuk menguatkan bukti tersebut. 

2. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Dalam buah sirsak, terdapat berbagai senyawa antikanker termasuk antioksidan. Beberapa studi menyebutkan, ekstrak buah maupun daun sirsak dapat mencegah pembentukan sel kanker, seperti kanker mulut, ginjal, hati, usus besar, prostat, dan payudara. Manfaat daun sirsak secara spesifik bisa kamu baca pada artikel Ketahui 6 Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan Tubuh.

3. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Manfaat buah sirsak untuk kesehatan tubuh selanjutnya adalah meningkatkan imunitas tubuh. Ini berkat kandungan antioksidan dan vitamin C yang ada pada buah tersebut yang efektif untuk menangkal radikal bebas yang menjadi pemicu munculnya infeksi pada tubuh.  Selain itu, kandungan tersebut juga baik untuk mengurangi potensi munculnya berbagai masalah kesehatan kronis, termasuk hipertensi dan penyakit kencing manis. 

4. Buah Sirsak untuk Mencegah Infeksi

Penelitian menyebutkan bahwa buah sirsak sangat bermanfaat,  ekstrak dari buah sirsak secara efektif mampu mematikan virus, parasit, dan bakteri. Selain itu, dukungan nutrisi lain pada buah ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan pada tubuh setelah mengalami infeksi. 

5. Melancarkan Sistem Pencernaan

Faktanya, buah sirsak mengandung air dan serat dalam jumlah yang tinggi sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem dan saluran pencernaan supaya tetap berfungsi optimal. 

Mengonsumsi buah-buahan secara rutin, tak terkecuali buah sirsak turut membantu mencegah dan mengatasi sulit buang air besar. Ketahui apa saja buah yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit pada artikel 7 Buah untuk Melancarkan Pencernaan.

Itu tadi berbagai manfaat buah sirsak untuk kesehatan yang perlu kamu ketahui. Meski begitu, studi yang membuktikan efek baik buah ini masih dalam skala kecil. Ini berarti, perlu adanya studi lanjutan dengan skala lebih besar untuk membuktikan manfaat makanan sehat tersebut. 

Bacaan lainnya:

Sirsak menjadi buah yang bisa kamu dan anggota keluargamu konsumsi secara rutin sebagai menu makanan sehat karena mengandung nutrisi penting yang baik untuk tubuh. Meski begitu, porsi asupannya sebaiknya tidak berlebihan. 

Selain itu, kalau kamu dan keluarga berencana mengonsumsi suplemen herbal dengan kandungan ekstrak tanaman sirsak, tak ada salahnya untuk bertanya terlebih dahulu pada dokter. Agar lebih mudah, tanya jawab dengan dokter umum saja dari aplikasi 

KLIK DI SINI

Di sunting dari berbagai sumber

Minggu, 08 Oktober 2023

PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK 1

PENDEKAR ROMANTIS 06 
KITAB PANCA LONGOK

(BAGIAN 1)

(Scan/E-Book: Abu Keisel)
Juru Edit: Fujidenkikagawa
SATU PEMUDA ganteng model indo yang punya tato di dada gambar bunga mawar tidak ada duanya kecuali si Pendekar Romantis, Pandu Puber. Keturunan dewa yang kawin dengan anak jin ini memang mempunyai ketampanan yang bisa bikin para gadis maupun janda pada 'celeng'.
PENDEKAR ROMANTIS 06 KITAB PANCA LONGOK

RAJA SASTRA- Pembaca yang budiman  mulai kali ini Bloog Raja Sastra akan menyajikan CERITA SILAT ke depan tayang 1 minggu 2 kali. Hal ini sengaja  saya sajikan buat hiburan jangan hanya bergelut dengan artikel kajian atau informasi-informasi baik yang berkaitan dengan pendidikan maupun umum. Tentu saja cerita silat yang kami sajikan cerita silat pilihan yang mengegerkan dunia cerita persilatan indonesia

Selamat membaca

SATU PEMUDA ganteng model indo yang punya tato di dada gambar bunga mawar tidak ada duanya kecuali si Pendekar Romantis, Pandu Puber. Keturunan dewa yang kawin dengan anak jin ini memang mempunyai ketampanan yang bisa bikin para gadis maupun janda pada 'celeng'.

Semua orang bilang; Pandu itu tampan. Cuma orang hutan yang nggak bilang begitu. Sebagian orang mengakui bahwa Pandu itu hebat, ilmunya tinggi. Nggak aneh lagi kalau Pandu Puber sekarang sedang jadi sorotan massa. Ia adalah idola para wanita. Banyak yang tergila-gila padanya, banyak pula yang gila beneran. Malah ada yang mengusulkan agar Pandu Puber dijadikan 'cover boy' untuk sebuah kitab pusaka yang terbit se-bulan sekali. Tapi Pandu menolak usul pa-ra gadis itu, alasannya karena ia tak ingin wajahnya dijadikan poster dan dipa-jang di sembarang dinding, termasuk dinding kamar mandi segala.

"Dia memang tampan, dia memang menawan, dia memang menggairahkan, dia memang sangat dirindukan, cuma kalau mau cari dia susahnya bukan main," ujar seorang gadis kepada temannya yang waktu itu sedang mencuci di sungai. Kata gadis itu lagi, "Mencari pemuda yang bergelar Pendekar Romantis itu tidak semudah mencari jarum di depan mata lho. Kakak iparku sa-ja pernah putus asa dan hampir bunuh di-ri."

"Gara-gara gagal mencari Pendekar Romantis"!"

"Gara-gara hutangnya banyak!"

"Apa hubungannya dengan Pendekar Romantis" Ngaco aja omonganmu, ah!"

"Maksudnya, kakak iparku kan sudah janda, hutangnya banyak, dia cari Pendekar Romantis mau minta bantuan bayarin hutang, tapi sampai rambutnya beruban kakak iparku nggak pernah bisa nemuin pendekar itu."

"Sampai rambutnya beruban"! Wah, kebangetan itu sih."

"Iya. Suer deh! Sampai rambutnya putih semua. Rata!"

"Memangnya kakak iparmu usianya berapa tahun sih?"

"Yaah... baru enam puluh tahun kok!"

"Itu sih janda ketinggalan kereta!

Bukan pacar ketinggalan kereta!" gadis yang berkulit kuning ini bersungutsungut, dongkol mendengar omongan temannya. Temannya hanya cekikikan saja. Tapi temannya itu berkata lagi sambil menggi-las cucian di atas sebidang batu datar.

"Aku heran, cowok ganteng kayak dia kok nggak kawin-kawin, ya" Apa dia menunggu lamaranku tiba?"

"Lamaran dengkul mu, Sri!" cetus si kulit kuning rada keki. "Anaknya Ki Lurah Pekojan aja nggak naksir kamu, apa lagi seorang pendekar setampan Pandu Puber, mana mau dilamar sama kamu?"

Sambil tertawa ngikik, Sri berkata,

"Eh, biar badanku gemuk dan mukaku lebar begini, tapi 'servisnya' dong!" seraya pinggulnya digoyangkan dengan genit. Ganjen banget deh si gemuk itu. Tapi temannya tertawa geli, tidak menganggap si gemuk bernama Sri itu menyombongkan diri. Sri hentikan kerjanya dan berkata dengan bibir lari ke sana-sini, "Pokoknya, kalau pada akhirnya aku nanti kawin sama Mas Pandu, aku mau nanggap wayang tujuh hari tujuh malam."

"Uuh...! Jangan mimpi di pinggir kali, Sri. Nanti dicaplok buaya ganjen baru tahu rasa lu!"

"Lho, benar kok!" Sri serius.

"Soalnya aku naksir berat sama Mas Pandu.

Sudah orangnya ganteng, ilmunya tinggi, eeh... anunya besar lagi!"

"Anunya... apaan tuh?"

"Semangat juangnya besar!"

"Ooo...," si kulit kuning tertawa cekikikan dengan menghapus bayangan jo-roknya. Sri yang termasuk cerewet itu berkata lagi sambil memeras cucian,

"Kayak apa ya anakku nanti kalau bapaknya seganteng Mas Pandu" Pasti imut-imut kayak anak semut! Hi, hi, hi...."

"Ngomong-ngomong kok kamu naksir berat sama Pendekar Romantis, apa kamu sudah pernah bertemu dengannya, Sri?"

"Belum sih," jawab Sri pelan, agak minder.

"Uuh... belum pernah ketemu aja kok sudah mengkhayal yang bukan-bukan. Masih mendingan aku dong."

"Hah..."! Jadi, kau pernah ketemu Mas Pandu"!"

"Belum juga sih."

"Huuh... kirain sudah!"

"Tapi aku pernah melihat bayangannya di dalam mimpi!"

"Bayangannya Mas Pandu, maksudmu"!"

"Bayangannya nenekku sendiri sih...," balas si kulit kuning sambil cengengesan dan membuat Sri gendut bersungut-sungut mirip keong siput. Omong-omong mereka terhenti karena mata mereka sempat melihat seorang pemuda menuruni tanggul sungai di sebelah sana.

Masih dalam deretan tempat mereka nyuci, tapi agak jauh di depan. Sri sempat berbisik kepada si kulit kuning.

"Tun, tuh cowok mojok di batu-batuan sana mau ngapain, ya" Mau mandi apa mau buang air?"

"Nggak tahu tuh. Coba aja lu tengok sendiri."

"Gila lu! Entar dikiranya aku cewek mata lontong, gemar ngintip cowok mandi. Nggak mau ah."

"Lagian kenapa mesti kita ributin" 

Dia mau mandi kek, mau buang air kek, mau buang muka kek, mau buang duit kek... terserah dialah!" kata si kulit kuning yang rupanya bernama Jaitun itu.

"Eh, tapi dia kok malah dekatin ki-ta, Tun?" Sri gendut sedikit tegang karena heran. Pemuda yang berjalan mendekati tempat mereka mencuci pakaian itu mempunyai rambut panjang belakang, tapi bagian depannya pendek. Pemuda itu juga memakai anting-anting sebelah warna putih anti karat. Perawakannya tinggi, gagah, tegap, kekar tapi tidak berotot seperti binara-gawan. Ia memakai baju

ungu berlengan sedikit sekali, nyaris tanpa lengan. Bajunya itu warna terang, mempunyai bintik-bintik putih bening seperti tetesan embun. Celananya juga ungu berbintik-bintik warna embun, tapi tepiannya bertiras, mirip celana jeans tanggung yang berumbai-rumbai. Pemuda berusia sekitar dua puluh dua tahun itu mengenakan gelang kulit warna hitam berbintik-bintik paku metal. Gelang kulit di kedua tangannya itu yang membuat penampilannya semakin tampak gagah. Perkasa tapi bukan perkosa. Pemuda itulah sebenarnya yang lagi dibicarakan sama kedua gadis tersebut. Dia adalah Pendekar Romantis, Pandu Puber. Tapi Jaitun dan Sri nggak tahu kalau cowok itu Pandu Puber. Mereka nggak tahu kalau Pandu Puber itu punya tato bunga] mawar merah di dadanya. Senyum kedua gadis desa itu saling bermekaran antara malu dan kikuk karena si pemuda tampan sudah ada di dekat mereka. Sebentar-sebentar mata kedua gadis itu

melirik, sebentar-sebentar berlagak cuek. Mereka tak berani menyapa lebih du-lu. Malah Sri menampakkan kesibukannya dengan serius. Pakaian yang tadi sudah dicuci, sekarang dicuci lagi, sampai akhirnya ada yang robek karena terlalu lama digilas. "Maaf, boleh saya mengganggu Mbakyu-mbakyu berdua ini?" sapa Pandu Puber membuka percakapan. Sri berkata pada Jaitun, "Mau mengganggu kok pakai bilang-bilang, ya Tun?" 

"Yah, namanya lelaki, Sri...," Jaitun berlagak mengeluh. "Lelaki di mana saja

sama, kerjanya mengganggu wanita."

Pandu Puber sunggingkan senyum ge-li. Senyuman itu pas dilirik oleh Jaitun dan Sri. Hati mereka berdebar karena mengakui bahwa senyuman itu sangat menawan hati. Tapi mereka masih berpura-pura cuek.

Pandu Puber berkata, "Maksudku bukan mengganggu tidak sopan, cuma ingin numpang nanya." Sri berkata lagi kepada Jaitun,

"Memang katamu itu benar, Tun. Lelaki di mana-mana sama saja, senangnya numpang wanita." 

"Husy...!" hardik Jaitun, melirik Pandu dengan malu. Lalu sambil memeras cucian ia berkata dengan senyum sipu-sipu, 

"Maaf, temanku ini memang kalau ngomong suka slebor, Kang. Maklumi saja, habis lahirnya barengan gunung meletus sih." 

Sri bersungut-sungut menggerutu tak jelas. Pandu semakin menahan rasa geli-geli dongkol. Lalu ia duduk di atas batu setinggi pinggulnya, di sana ia bertanya dengan ucapan diperlamban, 

"Aku cuma mau numpang tanya rumahnya Ken Warok. Apa

kalian tahu?"

"Ken Warok"!" Jaitun kerutkan dahi, Sri juga begitu, tapi mata Sri memandang Jaitun. Lalu terdengar suara Jaitun meng-gumamkan nama itu sekali lagi. Sri segera berkata sambil pandangi Pendekar Romantis,

BACAAN LAINNYA: 

"Kalau Ken Warok nggak ada, Kang.

Tapi kalau Ken Arok ada! Mungkin sampean salah ucap. Bukan Ken Warok, tapi Ken Arok." Jaitun menyahut, 

"Sri, kalau Ken Arok kan sudah pindah ke Tumapel, kan rumahnya kena gusur." Sri berkata lagi kepada Pandu,

"Iya, Kang. Kalau yang kau cari adalah Ken Arok, orangnya sudah pindah ke Tumapel. Cuma bengkel dokarnya masih ada di seberang kedai. Kadang-kadang dia suka ke bengkelnya." Jaitun menyahut juga, 

"Kalau sampean mau, nanti saya antarkan ke bengkelnya deh.

Kebetulan rumah saya bersebelahan dengan bengkelnya Ken Arok."

"Aku juga bisa nganterin kok, nggak cuma kamu, Tun!" Sri nggak mau kalah.

Dengan kalem, lembut dan bersahabat, Pendekar Romantis kembali perdengarkan suaranya. "Yang kucari Ken Warok, bukan Ken Arok."

"Ooo..., habis di sini ada lima orang yang pakai nama Ken sih, Kang," ka-ta Sri.

"Ken Arok, Ken Borok, Ken Ngorok, Ken Gorok, dan Ken Tobijo."

"Itu nama istrinya lurah kami, Kang," sambung Jaitun. 

"Tapi kalau yang namanya

Ken Warok nggak ada. Sebaiknya cari Ken Arok saja, Kang. Lebih gampang!"

"Ya lain urusan dong, Yu!" kata Pandu dengan tawa tanpa suara.

"Memangnya ada apa sih kok cari orang yang nggak ada di data kami?" tanya Sri cerewet. 

"Ada pesanan yang harus kusampaikan dari kakeknya Ken Warok."

"Pesanan apa" Nasi rantangan atau pesanan baju?" tanya Sri lagi.

"Maksudnya, ada amanat yang harus kusampaikan padanya. Amanat itu diti-tipkan padaku sebelum kakeknya Ken Warok meninggal akibat pedang lawannya."

"Ooo... wah, kasihan ya kakeknya Ken Warok itu, Jadi sekarang sudah meninggal, ya Kang?" 

"Sudah. Dan sudah kumakamkan sendiri, karena waktu itu yang ada di situ cu-ma aku." 

"Ooo... Iha kamu nggak ikut dima-kamkan juga, Kang?" canda Sri mulai berani. Canda itu menghadirkan tawa bagi dua gadis desa yang memperlambat kerja nyucinya. Pandu Puber tidak tersinggung, malah menampakkan senyum keramahannya. Setelah itu ia bergegas pergi dan meninggalkan kata,

"Ya, sudah. Kalau gitu aku harus cari ke desa lain."

"Kok buru-buru sih, Kang, Nggak minum-minum dulu?" Sri memperlihatkan kegenitannya. 

"Minum apa ? Minum air sungai?" ujar Jaitun sambil mengulum senyum, bukan mengulum cucian.

"Aku harus segera mencari Ken Warok. Kalau nggak gitu, nanti rohnya Ki Mangut Pedas bisa menuntutku dikira aku nggak mau sampaikan amanatnya untuk sang cucu." 

"E, eh... siapa nama kakeknya Ken Warok tadi?" sergah Jaitun dengan tegang.

"Ki Mangut Pedas."

"Lhaaa... itu nama kakekku, Kang! Iya, betul! Itu nama kakekku!" Jaitun ja-di tegang sekali. Cuciannya ditinggalkan dan ia naik ke darat. 

"Betulkah namanya Ki Mangut Pedas" Orangnya jangkung, kurus, suka pakai jubah abu-abu, punya gelang akar bahar berukir ular

di tangan kanannya?"

"Benar! Benar sekali!" Pandu berse-mangat.

"Kalau begitu kau telah bertemu dengan kakekku, Kang! Ya, ampuuun... kakek sudah mati...." Jaitun duduk di batu dengan lemas, 

(BERSAMBUNG BAGIAN 2)

Sabtu, 07 Oktober 2023

TALENAN ANEH TERMAHAL DI DUNIA DENGAN HARGA DI ATAS 10 MILIAR

 TALENAN ANEH TERMAHAL DI DUNIA DENGAN HARGA DI ATAS 10 MILIAR 

Talenan  adalah sebuah benda becil sebagai alas untuk mengiris baha masakan di dapur yang terbuat dari kayu. Harganya tidak seberapa dan dianggap benda biasa yang tak bernilai. Tapi beberapa waktu yang lalu dihebohkan dengan sebuah kisah Seorang pemuda di Sichuan (Tiongkok) mengatakan bahwa setelah kakeknya meninggal, dirinya yang akan merawat barang-barang peninggalannya.
Kayu  Sutra Emas Nam Moc,

RAJA SASTRA- Talenan  adalah sebuah benda becil sebagai alas untuk mengiris baha masakan di dapur yang terbuat dari kayu. Harganya tidak seberapa dan dianggap benda biasa yang tak bernilai. Tapi beberapa waktu yang lalu dihebohkan dengan sebuah kisah Seorang pemuda di Sichuan (Tiongkok) mengatakan bahwa setelah kakeknya meninggal, dirinya yang akan merawat barang-barang peninggalannya. Saat sedang merapikan barang-barang peninggalan kakeknya, seorang pemuda menemukan sebuah talenan kayu yang berumur ratusan tahun. Hal ini ditemukan  saat proses penyortiran, pemuda itu menemukan sebuah talenan aneh yang berumur  tua. Saat ditemukan, talenan aneh tersebut masih bagus dan tidak rusak sama sekali. Menurut pemuda tersebut talenan aneh tersebut ia dengar ketika masih sangat muda, ia mendengar kakeknya bercerita bahwa talenan tua ini memiliki sejarah ratusan tahun, dan selama digunakan, talenan aneh tersebut tidak pernah rusak. Penasaran dengan nilainya, pemuda itu begitu terkejut dengan harganya. Wow pantastis ada yang mau membeli di atas 10 M, tapi pemuda itu tak mau menjualnya dan katanya talenan itu diturunkan dari generasi ke generasi di keluarganya. Tentu saja suatu saat talenan aneh  itu harus di turunkanke generasi berikutnya.

Talenan aneh  kuno ini telah digunakan selama ratusan tahun  ratusan tahun namun masih belum rusak seperti talenan biasa lainnya.

Pemuda tersebut menceritakan bahwa sebagai seorang anak ia tidak memiliki keraguan tentang asal muasal talenan yang sebenarnya. Namun baru-baru ini, ketika mengemas barang-barangnya, ia menyadari mengapa talenan kayu biasa dapat digunakan selama ratusan tahun. Untuk menjawab keraguannya, bocah tersebut membawanya ke ahli peninggalan budaya setempat, dengan harapan sang ahli dapat memberikan jawaban yang jelas.

Setelah penilaian menyeluruh, ahli tersebut menemukan bahwa talenan tersebut terbuat dari kayu Kim To Nam Moc yang sangat berharga.

Jika dijual, harganya jutaan  kali lipat dibandingkan talenan lain yang ada di pasaran. Pemuda itu pasti akan kaya dalam semalam.

Faktanya, talenan ini terbuat dari Kayu  Sutra Emas Nam Moc, kayu paling langka dan termahal di Tiongkok. 


Fakta Keistimewaan Talenan Aneh

Faktanya, talenan ini terbuat dari Kayu Sutra Emas Nam Moc, kayu paling langka dan termahal di Tiongkok.

  • Kayu Sutra Emas Nam Moc adalah kayu yang sangat mahal dan langka yang hanya ditemukan di Tiongkok, terutama ditanam di Sichuan, Yunnan, dan Guizhou.
  • Sejak zaman dahulu, hanya orang-orang kaya, bangsawan, dan kaya yang menggunakan produk kayu Nam Moc Kim To, itulah sebabnya harganya juga meningkat. Dibandingkan jenis kayu lainnya, Kim To Nam Moc memiliki keistimewaan
  • Maempunyai kekuatan yang luar biasa 
  • memiliki wangi yang lembut. 
  • Serat kayu jika terkena sinar matahari akan tampak seperti benang emas yang mengkilat. 
  • Kayu Jarum sutra Emas Nam Moc biasa digunakan di istana kuno.

Karena jumlahnya yang sangat langka, Kayu Jarum Sutra Emas Nam Moc dimasukkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tanaman yang dilindungi secara nasional.

Meski tidak ada yang istimewa dari talenan antik ini, nyatanya bahan kayunya sangat istimewa. Selain itu, talenan Kayu Jarum Sutra Emas Nam Moc   ini tidak pernah diukir secara berlebihan, dan di pasar Kayu Jarum Sutra Emas Nam Moc di Tiongkok, bahan baku bermutu tinggi seperti itu harganya sangat maha sekali 

Talenan Kayu  Sutra Emas Nam Moc,

Bacaan Lainnya:

Dapat warisan talenan lawas dari kakeknya, pemuda syok tahu nilainya aslinya 

Kayu Sutra Emas Nam Moc saat ini diklasifikasikan oleh Tiongkok sebagai tanaman langka yang perlu dilestarikan.

Pemuda itu senang mengetahui asal usul dan nilai harta peninggalan kakeknya, namun dia tidak berniat menjualnya, tekadnya suatu saat akan diwariskan ke keturunannya. KLIK DI SINI

TRIBUNNEWSMAKER.COM – 


Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...