BERANDA

Jumat, 09 Agustus 2024

PEDANG PANGERAN DIPONOGORO YANG DIREBUT DI MEDAN PERANG AKHIRNYA DITEMUKAN DI GUDANG MUSEUM BELANDA

PEDANG PANGERAN DIPONOGORO YANG DIREBUT DI MEDAN PERANG  AKHIRNYA DITEMUKAN DI GUDANG MUSEUM BELANDA

Pedang Pangeran Diponogoro setelah begitu lama tidak ada kabar beritanya akhirnya ditemukan di museum. Kabar penemuan pedang Pangeran Diponegoro  tersebut diungkapkan peneliti Museum Bronbeek, John Klein Nagelvoort.
Ilustrasi Pangeran Diponogoro sedang berperang

rajasastra-us.blogspot.com-  Pedang Pangeran Diponogoro setelah begitu lama tidak ada kabar beritanya akhirnya ditemukan di museum. Kabar penemuan pedang Pangeran Diponegoro  tersebut diungkapkan peneliti Museum Bronbeek, John Klein Nagelvoort. Ia mengatakan bahwa pedang tersebut sempat tersimpan di Istana Het Loo di Apeldoorn, kota di timur ibu kota Belanda, Amsterdam. tersebut kini menjadi koleksi Museum Bronbeek yang terletak di Arnhem.

Pedang Pangeran Diponogoro sangat berarti dan mengandung nilai sejarah bagi bangsa Indonesia. Kita tahu Pangeran Diponogoro salah satu pahlawan nasional Indonesia ini begitu ikonik di mata masyarakat Indonesia. Perjuangannya begitu dikagumi bahkan menjadi ikon perlawanan di nusantara.

Pedang Pangeran Diponogoro mungkin karena sudah begitu lama waktunya hampir dilupakan. Tapi ternyata pedang milik Pangeran Diponegoro itu disimpan oleh Belanda selama ini. Padahal sebelumnya, pemerintah Belanda juga sempat mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro. Semoga pedang yang bernilai sejarah ini pun cepat kembali ke Indonesia

John mengungkapkan, pemerintah Indonesia belum mengirim permintaan agar pedang Diponegoro dipulangkan ke Indonesia. 


Perjalanan pedang Pangeran Diponegoro


Keturunan Pangeran Diponegoro ada 3 yang jadi artis terkenal, termasuk mantan pacar Raffi Ahmad (Kolase Tribunstyle.com, Wikipedia)© Disediakan oleh TRIBUN STYLE


Pedang atau Klewang Diponogoro

Pedang atau klewang Diponegoro yang ditemukan di Belanda adalah senjata tajam dengan sabel atau pedang bermata satu yang melengkung. Sebelumnya, Belanda juga pernah menyimpan peninggalan Diponegoro, seperti keris. Namun, keris Diponegoro sudah dipulangkan ke Indonesia pada 2020. Klein Nagelvoort menjelaskan, klewang Diponegoro yang ditemukan di Belanda memiliki beberapa kekhasan, di antaranya memiliki bekas penyok akibat proses penempaan. Bentuk klewang Diponegoro, menurut Klein Nagelvoort, tidak menunjukkan bahwa senjata tajam ini adalah pedang Eropa. Namun, klewang Diponegoro menggunakan gagang milik pedang Angkatan Laut Belanda. Sarung klewang ini juga menggunakan sarung buatan Belanda.

BACAAN LAINNYA

Dia menyebutkan, bentuk pedang atau klewang tersebut berbentuk melengkung, seperti sejumlah senjata Jawa lainnya seperti gobang dan digunakan sebagai senjata perang bukan untuk upacara.  "Senjata yang dibuat khusus: setengah Jawa, setengah Belanda," ujar Klein Nagelvoort dikutip dari NRC.


Klewang Diponegoro Jatuh Ke Tangan Orang Belanda

Diponegoro yang menjadi pemilik klewang di Museum Bronbeek adalah sosok pahlawan nasional Indonesia.b Ia memimpin perlawanan besar melawan pemerintahan kolonial Belanda pada 1825 di Jawa yang menyebabkan sekitar 200.000 orang tewas. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Merkus Baron de Kock kemudian mengakhiri perlawanan Diponegoro lima tahun usai perang meletus.

Sang pangeran kemudian ditangkap dan meninggal 25 tahun kemudian di tempat pengasingan. Berdasarkan keterangan Klein Nagelvoort bersama koleganya Pauljac Verhoeven, klewang Diponegoro punya sejarah panjang sebelum berakhir di Museum Bronbeek.

Merujuk surat pada 1956 yang terarsip di museum tersebut, klewang Diponegoro ditawarkan untuk dijual oleh keturunan Hendrik Merkus de Kock, namun tidak menemukan pembelinya.  Klewang Diponegoro sempat berada di tangan De Kock dan dijadikan koleksi Paleis Het Loo di Apeldoorn.

Pedang tersebut dipamerkan bersama dengan lukisan besar karya De Kock.Pedang lalu dipinjamkan ke Museum of the Chancellery oleh seorang keturunan De Kock pada tahun 1974. "12 tahun kemudian pinjaman tersebut diubah menjadi hibah. Inilah pedang yang ada di hadapan kita. Klewang Diponegoro dan pedang De Kock adalah senjata yang sama," tambahnya. Menurut catatan, pedang tersebut masih diproduksi pada masa hidup Hendrik Merkus de Kock.

Salah seorang anggota keluarga De Kock sempat menawarkan klewang Diponegoro ke Museum Brombeek. Tetapi, pihak museum tidak bisa mengambil senjata tajam tersebut karena tidak memiliki dana yang cukup pada saat itu. Klewang Diponegoro kemudian tampil dalam koleksi Paleis Het Loo sebagai "pedang Hendrik de Kock" pada 1970-an. "Kadang-kadang dinyatakan bahwa pedang itu milik Diponegoro, tetapi itu tidak membuat orang tertarik," jelas Verhoeven.

Klewang Diponegoro direbut di medan perang

Verhoeven menyampaikan, pihaknya sempat mencari informasi mengenai benda-benda milik Diponegoro yang hilang selama perang. Berdasarkan Arsip Nasional di Den Haag terdapat sebuah surat yang dikirimkan oleh Letnan Kolonel Joseph Ledel. Ia adalah pimpinan pasukan Belanda yang berkonfrontasi dengan Pangeran Diponegoro pada 26 Juni 1829. Merujuk surat tersebut, panji-panji, kuda, arsip, dan pedang Diponegoro jatuh ke tangan Belanda. Ledel kemudian mengirim ajudannya beserta benda-benda tersebut kepada De Kock. Dengan catatan sejarah tersebut, klewang yang berada di Museum Bronbeek bisa dipastikan berasal dari senjata pribadi Diponegoro.

Klewang milik sang pangeran direbut di medan perang beserta gagang dan sarungnya yang merupakan buatan Belanda.

"De Kock pasti sangat bangga telah memenangkan Perang Jawa," ungkap Klein Nagelvoort.

"Seperti prajurit yang tak terhitung jumlahnya selama berabad-abad, ia menyimpan lambang lawan utamanya sebagai kenang-kenangan kemenangan. Mungkin juga sebagai bentuk penghormatan kepada Diponegoro," tambahnya.

Belum Dipulangkan Ke Indonesia

Meski klewang Diponegoro telah teridentifikasi di Belanda, senjata tajam ini belum kembali ke pangkuan Indonesia. Menurut dugaan Klein Nagelvoort, Indonesia belum meminta klewang Diponegoro karena tidak mengetahui bahwa benda ini masih ada.

"Saya pikir secara pribadi sebagai seorang prajurit, Anda tidak akan meminta kembali senjata Anda jika kehilangannya di medan perang, tetapi dalam kasus ini berbeda," kata Verhoeven.

"Klaim akan datang dari negara Indonesia dan ini bukan sembarang orang, tetapi seorang tokoh legendaris dalam sejarah negara tersebut."

"Di tangannya, bagi banyak orang Indonesia, ada jiwa -pusaka- Diponegoro," jelasnya. KLIK DI SINI

 

Sumber diolah dari : TRIBUNSTYLE.COM 

SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB KHULAFAUR RASYIDIN UNTUK SUNGAI NIL

SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB 

KHULAFAUR RASYIDIN  UNTUK SUNGAI NIL

Dalam suatukisah Amr bin al-Ash bin Wa'il bin Hisyam pada waktu itu menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin, Sungai Nil adalah sumber air utama bagi penduduk Mesir.
SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB  KHULAFAUR RASYIDIN  UNTUK SUNGAI NIL

rajasastra-us.blogspot.com Janggal rasanya kalau dipikir cuma menggunakan akal, tapi ini benar-benar suatu kisah yang terjadi dalam masa Sahabat Nabi, yang derajat keimanannya tidak diragukan lagi, yu kita baca kisahnya!

Dalam suatukisah Amr bin al-Ash bin Wa'il bin Hisyam pada waktu itu menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin, Sungai Nil adalah sumber air utama bagi penduduk Mesir.  Sungai Nil adalah pendukung ekonomi penting yang mendukung sektor pertanian dan perikanan di Mesir. 

Kehidupan penduduk Mesir kala itu bergantung kepada Sungai Nil, dan dalam prosesnya muncullah tradisi memberikan tumbal gadis perawan untuk dipersembahkan kepada Sungai Nil. 

Amr bin al-Ash saat menjabat gubernur Mesir mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab radhiyallahu anhu tentang tradisi penduduk Mesir, yaitu melemparkan tumbal berupa seorang gadis perawan ke Sungai Nil setiap tahun. 

Penduduk Mesir pernah berkata kepada Amr bin al-Ash, "Wahai Amir (pemimpin), sesungguhnya kami memiliki tradisi berkaitan dengan sungai, dan sungai ini tidak akan mengalir kecuali dengan (menjalankan) tradisi itu." Amr bin al-Ash sang gubernur Mesir bertanya kepada mereka, "Tradisi apakah itu?" 

Penduduk Mesir menjawab, "Apabila telah berlalu 12 malam dari bulan ini, kami mengambil gadis perawan dari kedua orang tuanya. Kami mempercantik gadis perawan itu dengan perhiasan dan pakaian yang terbaik, lalu 

Amr bin al-Ash berkata, "Perbuatan itu tidak diperbolehkan dalam Islam, dan sesungguhnya Islam datang untuk meruntuhkan ajaran yang ada sebelumnya." 

Akhirnya penduduk Sungai Nil pun memutuskan untuk

menunggu (kemungkinan yang akan terjadi) selama beberapa bulan. Ternyata air Sungai Nil tetap tidak mengalir, baik sedikit maupun banyak, hingga mereka bermaksud pindah ke tempat lain.  

Umar bin Khattab kemudian menjawab surat sang gubernur Mesir, "Kamu benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku melampirkan secarik kertas untuk kamu bersama surat ini. Lemparkanlah kertas itu ke Sungai Nil." 

Bacaan lainnya:

Kemudian Amr bin al-Ash membuka kertas tersebut sebelum melemparkannya ke Sungai Nil. Kertas tersebut bertuliskan seperti ini. "Dari hamba Allah, Amirul Mukminin Umar kepada Nil dan penduduk Mesir. Amma ba‘du."

"Jika kamu mengalir karena keinginan dan kuasamu sendiri, tak usahlah kau mengalir, kami tidak memerlukannya. Akan tetapi jika Allah Al-Wahid Al-Qahhar (Yang Mahaesa dan Mahamengalahkan) yang membuatmu mengalir, kami memohon kepada Allah agar membuatmu mengalirkan air."

Kemudian Amr bin al-Ash melempar kertas tersebut ke Sungai Nil. Keesokan harinya, ternyata Allah SWT telah mengalirkan Sungai Nil dengan ketinggian air mencapai enam belas hasta dalam satu malam. Dengan itulah Allah SWT menghilangkan tradisi buruk penduduk Mesir hingga sekarang. KLIK DI SINI

Sumber diambil dari

Kisah surat Umar bin Khattab untuk Sungai Nil ini dikutip dari buku 150 Kisah Umar bin Khattab yang ditulis Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi yang disunting, diterjemahkan dan diterbitkan kembali PT Mizan Pustaka, 2016.  

MISTERI KEANGKERAN HUTAN SANCANG DIBALIK KEINDAHAN SEBAGAI TEMPAT WISATA

MISTERI KEANGKERAN HUTAN SANCANG 
DIBALIK KEINDAHAN SEBAGAI TEMPAT WISATA

Hutan Sancang  atau Leuweung sancang dipercaya sebagai hutan yang angker yang banyak mengandung misteri, yang sampai saat ini banyak yang belum terungkap. Bahkan dipercaya oleh masyarakat Sunda menjadi tempat bertapa. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Garut. Tapatnya   berada di selatan Garut.
Misteri Keangkeran Hutan Sancang

rajasastra-us.blogspot.com Hutan Sancang  atau Leuweung sancang dipercaya sebagai hutan yang angker yang banyak mengandung misteri, yang sampai saat ini banyak yang belum terungkap. Bahkan dipercaya oleh masyarakat Sunda menjadi tempat bertapa. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Garut. Tapatnya   berada di selatan Garut.

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini telah menjadi legenda sangat dipercaya  sebagai tempat menghilangnya. Maha Raja Pajajaran, Sri Baduga Maha Raja atau Prabu Siliwangi yang menjelma menjadi harimau . Secara mistis juga dikenal dengan Harimau Sancang  Da;lam sebuah Riwayat Prabu Siliwangi sangat terkenal   seorang raja di tanah Pasundan yang memerintah di Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu terbesar yang ada di Jawa Barat. Prabu Siliwangi termashur sebagai raja bijaksana yang mempunyai seorang istri bernama Dewi Kumalawangi. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Dewi Rara Santang, dan dua orang putra bernama Raden Walangsungsang dan Raden Kian Santang.  

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini tmelegenda dalam masyarakat Konon katanya hutan Sancang ini dilindungi oleh dua makhluk lintas alam. Pertama adalah dilindungi oleh manusia sebagai penjaganya dan dilindungi oleh makhluk gaib yang konon katanya berbentuk hantu penunggu. Di hutan ini juga ada legenda Prabu Siliwangi yang kala itu menjadi raja untuk Kerajaan Pajajaran.  Konon katanya, Prabu Siliwangi menghilang di hutan tersebut sampai membuat kawasan hutan seakan dipenuhi dengan aura mistis sampai orang-orang juga tidak mau memasuki dan merusak hutan ini. Dapat dikatakan bahwa kehadiran makhluk halus turut berperan besar dalam melestarikan hutan Sancang.  

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini  berkaitan pula dengan Legenda yang mengatakan bahwa Prabu Siliwangi dan pasukannya terdesak masuk ke kawasan hutan Sancang karena sang putra yang bernama Raden Kian Santang yang telah mempelajari agama Islam selama tujuh tahun di Makkah berniat untuk membujuk sang ayah agar masuk Islam. Akan tetapi, Prabu Siliwangi bersikukuh tidak mau masuk Islam sampai akhir hayatnya. 

Konon katanya, saat ini Prabu Siliwangi dan pasukannya tetap hidup serta raganya berada dalam bentuk harimau putih yang terus berjaga di Hutan Sancang. Beberapa orang mempercayai hal ini. Bahkan, ada pula saksi yang mendengar suara harimau ketika berada di kawasan Hutan Sancang. Percaya atau tidak, inilah cerita yang beredar di masyarakat luas. 

Beberapa orang memandang bahwa Hutan Sancang adalah hutan yang sangat angker, tapi Sebagian orang yang lain tidak terlalu angker karena ada pantai indah dengan susunan batu karang hutan serta pasir putihnya. Di beberapa garis pantai juga tampak berjejer pohon kaboa. 

Pohon  kaboa ini  dipercaya menjadi tempat adanya Prabu Siliwangi ini masih berdiri kokoh dan memenuhi garis pantai. Mitos mengatakan bahwa di mana ada pohon Kaboa, disanalah Prabu Siliwangi pernah ada. Masyarakat setempat meyakini bahwa pohon ini adalah jelmaan Prabu Siliwangi bersama pasukan-pasukannya.  Pohon tersebut hanya tumbuh di Pantai Sancang yang berada di dekat petilasan Prabu Siliwangi seperti Batu Cikajayaan, Karang Gajah, dan pohon kaboa. Hingga kini, banyak yang mempercayai bahwa daerah-daerah tersebut adalah tempat suci sehingga tidak seorang pun berani merusaknya. 

Terlepas dari benar atau tidaknya ritual yang pernah dilakukan, kawasan Hutan Sancang memang menjadi arena mistis untuk masyarakat Sunda. Konon, salah seorang raja di tanah Pasundan yaitu Prabu Siliwangi menghabiskan sisa hidupnya di Hutan Sancang. Bahkan, makamnya juga diduga kuat berada di sebuah gua yang dinamakan Gua Sancang. 


Beberapa Pesona Keindahan Alam Sancang






Bacaan Lainnya

Cerita di Balik Kepercayaan

Kepercayaan masyarakat sekitar berkaitan pula dengan suatu Kejadian sekitar  tahun 80-an, salah seorang perempuan yang bernama Icha yang masih duduk di bangku sekolah menengah hendak berlibur ke pantai. Mereka kemudian memancing sampai tidak sadar bahwa hari sudah gelap. Mengetahui keadaan itu, mereka pun terburu-buru untuk kembali pulang. Tapi nahas, mereka harus tersasar sampai masuk ke salah satu perkampungan yang sepi. 

Bahkan di perkampungan tersebut mereka tidak bisa menangkap sinyal dan jaringan tiba-tiba saja hilang sampai mereka tersesat di pantai tempat mereka bersantai tadi siang. Mereka panik dan kemudian bertanya ke masyarakat sekitar, tapi bukan pulang mereka malah mentok di sebuah kuburan. Seketika hal itu membuat kepanikan luas biasa. Kemudian datanglah salah seorang penduduk sekitar yang menunjukkan jalan ke lintas Jawa menuju pulang. 

Klik Di Sini

Sumber dari :

Artikel Diky Garut Jawa – Barat 

Rabu, 31 Juli 2024

30 DAFTAR NOVEL BAHASA SUNDA YANG PENUH PESAN MORAL DAN SANGAT BAIK UNTUK DIBACA

30 DAFTAR NOVEL BAHASA SUNDA YANG PENUH PESAN MORAL 
DAN SANGAT BAIK UNTUK DIBACA

30 daftar novel bahasa Sunda yang penuh pesan moral dan sangat baik dibaca 30 daftar novel bahasa Sunda ini  dapat menjadi alternatif kegiatan pada akhir pekan, terutama bagi kamu yang menyukai sastra Sunda. di sini saya ulas 30  judul terbaiknya novel tersebut

30 DAFTAR NOVEL BAHASA SUNDA YANG PENUH PESAN MORAL  DAN SANGAT BAIK UNTUK  DIBACA

rajasastra-us.blogspot.com  30 daftar novel bahasa Sunda yang penuh pesan moral dan sangat baik dibaca 30 daftar novel bahasa Sunda ini  dapat menjadi alternatif kegiatan pada akhir pekan, terutama bagi kamu yang menyukai sastra Sunda. di sini saya ulas 30  judul terbaiknya novel tersebut

Terdapat ragam tema novel yang digandrungi oleh sejumlah orang, mulai dari , novel sejarah,  novel dengan tema percintaan, pendidikan, hingga novel dengan bahasa daerah.Berbicara karya sastra berbahasa daerah, novel bahasa Sunda merupakan satu dari sekian banyak buku yang disukai oleh masyarakat, khususnya di kawasan Jawa Barat.

Tidak hanya itu, setelah selesai membacanya, kamu juga dapat meresensi novel bahasa Sunda tersebut dan mendiskusikannya dengan teman-teman, lo.

Nah, selain novel, ada pula berbagai cerita pendek alias carpon Sunda yang layak untuk kamu baca karena memiliki cerita menarik.

30 daftar novel bahasa Sunda yang penuh pesan moral dan sangat baik dibaca. Lantas, apa saja cerita  novel bahasa Sunda terbaik yang layak untuk dibaca dan mengandung pesan positif di dalam isinya?


Daftar 30 Novel Bahasa Sunda Terbaik

30 daftar novel bahasa Sunda yang penuh pesan moral dan sangat baik dibaca adalah sebagai berikut

1. Baruang Ka Nu Ngarora – D.K. Ardiwinata

  • Judul Baruang Ka Nu Ngarora.Pengarang  Kanduruan Ardiwinata (D.K. Ardiwinata) 
  • Novel yang dalam bahasa Indonesia berarti Racun untuk Orang-orang Muda ini menceritakan tentang kehidupan dan adat istiadat masyarakat Sunda pada era kekuasaan kolonial Belanda.
  • Secara umum, isi dari cerita dalam novel Sunda ini menggambarkan sistem masyarakat feodal, terlebih gerak-gerik pribumi yang terbatas.

Judul: Baruang Ka Nu Ngarora
Pengarang: D.K Ardiwinata
Penerbit: Kiblat Buku Utama
Bentuk: Novel fiksi Sunda
Targe pembaca: Umum

2. Rasiah Nu Goreng Patut – Soekria/Joehana

  • Novel bahasa Sunda berjudul Rasiah Nu Goreng Patut menceritakan tokoh Karnadi yang digambarkan sebagai orang miskin yang pekerjaannya sebagai pemburu katak.
  • Kendati digambarkan sebagai sosok yang buruk rupa dan telah memiliki istri, tetapi ia masih mempunyai hasrat menikah lagi.
  • Dengan segala akal bulusnya, ia pun mempersunting perempuan jelita dengan cara menyamar menjadi sosok orang kaya.
  • Pada akhir cerita, semua kebusukannya terbongkar dan Karnadi mati bunuh diri.

Judul: Rasiah Nu Goreng Patut
Pengarang: Soekria/Joehana
Penerbit: Kiblat Buku Utama
Bentuk: Novel fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

3. Manehna – Syarif Amin

  • Syarif Amin merupakan pengarang yang dikenal produktif menelurkan sejumlah karya  berbahasa Sunda
  • Pada novel Sunda Manehna ini, Syarif Amin menggambarkan seorang pemuda yang patah hati lantaran tidak jadi menikah dengan sang kekasih.
  • Kegagalannya ini disebut-sebut karena tokoh utama yang digambarkan sebagai seorang pemuda tidak bisa memanfaatkan momentum dengan baik.

Judul: Manehna
Pengarang: Sjarif Amin
Penerbit: Kiblat Buku Utama
Bentuk: Novel Sunda
Target pembaca: Umum

4. Si Bedog Panjang – Ki Umbara

  • Ki Umbara dikenal sebagai salah satu pengarang yang memberikan kontribusi besar terutama dalam perkembangan sastra Sunda, mulai dari  bahasa Sunda hingga carpon Sunda yang bisa dibaca dalam berbagai medium.
  • Selain carita pondok, pria dengan nama asli H. Wiredja Ranusulaksana ini juga membuat beberapa novel antara lain Dewi SriBeja ti Manehna, hingga Si Bedog Panjang.
  • Si Bedog Panjang sendiri memiliki pesan untuk tidak berburuk sangka terhadap orang lain.

5. Novel Bahasa Sunda Laleur Bodas – Samsu

  • Novel bahasa Sunda berjudul Laleur Bodas menceritakan sosok Basri dan Lili yang mempunyai watak baik.
  • Singkat cerita, kedua sosok tersebut memergoki Didi dan Sumarni, dua tokoh lain dalam novel ini. Akan tetapi, di tengah balas dendam Didi dan Sumarni kepada Basri dan Lili, sosok Laleur Bodas yang misterius selalu menyelamatkan Basri dan Lili.

Judul: Laleur Bodas
Pengarang: Samsu
Penerbit: Kiblat Buku Utama 

6. Numbuk di Sue – Moh. Ambri

  • Novel bahasa Sunda berjudul Numbuk di Sue karya Moh. Ambri menggambarkan suasana kehidupan tiga remaja dalam perjalanan darat dari Bandung menuju pantai Cilauteureun, Garut.
  • Inti dari cerita ini memberikan pesan apa pun rintangan yang dihadapi, seseorang yang bersungguh-sungguh bisa mewujudkan keinginannya.

Judul: Numbuk di Sue
Pengarang: Moh. Ambri
Penerbit: Kiblat Buku Utama

Nah, selain novel-novel bahasa Sunda di atas, masih ada beberapa novel dan carita pondok lainnya yang bisa kamu baca. 

7. Pangeran Kornel – R. Memed Sastrahadiprawira

Judul Buku: Pangeran Kornel
Pengarang: R. Memed Sastrahadiprawira
Penerbit: Kiblat Buku Utama

8. Ngawadalkeun Nyawa – Moh. Ambri

Judul Buku: Ngawadalkeun Nyawa
Pengarang: Moh. Ambri
Penerbit: Kiblat Buku Utama

9. Panganten – Deden Abdul Aziz

Judul Buku: Panganten
Pengarang: Deden Abdul Aziz
Penerbit: Kiblat Buku Utama

10. Pipisahan – R.A.F

Judul Buku: Pipisahan
Pengarang R.A.F
Penerbit: Kiblat Buku Utama

11. Kabungbulengan

Pengarang: Bastaman, H.D
Penerbit dan tahun terbit: Pustaka Jaya, 2013
Deskripsi fisik: 167 halaman, 21 cm
Bentuk: Novel Sunda
Target pembaca: Umum

12. Dalingding Angin Janari

Pengarang: Usep Romli H.M.
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2019
Deskripsi fisik: 68 halaman, 21 cm

13. Potret

Novel Sunda berjudul Potret bercerita tentang latar kehidupan kota kaya di tatar Sunda sebelum perang.

Ahmad Bakri, sang pengarang, menggambarkan perilaku beberapa pria yang cruk-crek menikah dengan orang-orang yang menghitung, kemudian pergi setelah mempunyai anak.

Dalam penceritaan, Ahmad Bakri sangat berhati-hati, tetapi dalam beberapa dialog percakapakannya ramai nan lucu.

Pengarang: Ahmad Bakri
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2014
Deskripsi fisik: Fiksi Sunda
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

14. Galuring Gending

Pengarang: Tatang Sumarsono

Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2001
Deskripsi fisik: 336 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target Pembaca: Umum

15. Abu Nawas Saembara

Pengarang: Rachmat M. Sas Karana
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2018
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

16. Saeni

Pengarang: Hadi AKS
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2014
Deskripsi fisik: 151 halaman, 21 cm
Bentuk Novel Sunda
Target pembaca: umum

17. Samagaha di Salakanagara

Pengarang: Sulaeman
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2013
Deskripsi fisik: 64 halaman, 21 cm
Bentuk: Novel Bahasa Sunda Pendek
Target pembaca: umum

18. Hate Awewe

Pengarang: Risnawati
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2011
Deskripsi fisik: 209 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Kelompok Khusus

19. Saembara di Mantili

Pengarang: Hidayat Soesanto
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2012
Deskripsi fisik: 79 halaman 18 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

20. Bajigur Kana Henpon

Pengarang: Wahyu Heriyadi
Penerbit dan tahun terbit: Kentja Press, 2016
Deskripsi fisik: 70 halaman, 20 cm
Bentuk: Carpon Sunda
Target pembaca: Umum

21. Jangji Asih

Pengarang: Aam Amilia
Penerbit dan tahun terbit: Kiblat Buku Utama, 2017
Deskripsi fisik: 45 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

22. Diwadalkeun ka Siluman

Pengarang: Ki Umbara
Penerbit dan tahun terbit:Kiwari, 1965
Deskripsi fisik: 80 halaman, 18 cm
Bentuk: Fiksi
Target pembaca: Umum

23. Sasakala Maribaya

Pengarang: Akub Sumarna
Penerbit dan tahun terbit: Geger Sunten, 2018
Deskripsi fisik: 48 halaman, 23 cm
Bentuk: Fiksi
Target pembaca: Umum

24. Patepung di Bandung

Pengarang: Drs. Taufik Faturohman
Penerbit dan tahun terbit: Geger Sunten, 2018
Deskripsi Fisik: 112 halaman, ilustrasi, 23 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum
BACAAN LAINNYA:

25. Sabalakana

Pengarang: Dadan Sutisna
Penerbit dan tahun terbit: Pustaka Jaya, 2013
Deskripsi: 344 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target pembaca: Umum

26. Bentang Hariring

Pengarang: Dian Hendrayana
Penerbit dan Tahun Terbit: Geger Sunten (Bandung), 2018
Deskripsi Fisik: 68 halaman, ilustrasi 24 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target Pembaca: Umum

27. Prabu Anom Jayadewata

Pengarang: Yoseph Iskandar
Penerbit dan Tahun Terbit: Kiblat Buku Utama, 2020 cetakan II
Deskripsi Fisik: 95 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target Pembaca: Anak sekolah dasar

28. Deming Janggala

Pengarang: Tatang Sumarsono
Penerbit dan Tahun Terbit: Geger Sunten (Bandung), 2019
Deskripsi Fisik: 232 halaman, ilustrasi 24 cm
Bentuk: Fiksi Sunda
Target Pembaca: Umum

29. Sasalad: Sempalan Epidemi di Tatar Garut

Pengarang: Dadan Sutisna
Penerbit dan Tahun Terbit: Dunia Pustaka Jaya, 2020
Deskripsi Fisik: 324 halaman, 21 cm
Bentuk: Novel Sunda
Target Pembaca: Umum

30. Carita Budak Yatim

Pengarang: Hanapiah, R.
Penerbit dan Tahun Terbit: Kiblat Buku Utama, 2015
Deskripsi Fisik: 128 halaman, 21 cm
Bentuk: Fiksi
Target Pembaca: Umum

Semoga ulasannya bermanfaat,  KLK DI SINI


Sunting-sunting Berbagai sumber

Selasa, 30 Juli 2024

KESEPIAN YANG MELANDA KEHIDUPAN MANUSIA DALAM SEBUAH PUISI

 KESEPIAN YANG MELANDA KEHIDUPAN MANUSIA DALAM SEBUAH PUISI

KESEPIAN YANG MELANDA KEHIDUPAN MANUSIA DALAM SEBUAH PUISI

rajasastra-us.blogspo.com  Kesepian adakalanya melanda perasaan manusia , terkadang menimbulkan  perasaan rindu yang sulit dibendung. Kesepian dan kerinduan bisa membuat rasa resah, gelisah pusi bisa dengan  intim melukiskan rasa rindu yang mendalam  hingga mampu menyudutkan  rasa ingin bertemuan dengan orang yang disayanginya  melalui bahasa permajasan. Bahasa pengucapan dan kata-diksi dalam  puisi-puisi mungkin tak dapat dipahami secara lahiriah, penulis biasanya  ingin membebaskan kata-kata dari beban yang menimpa pikirannya, meskipun kadang sulit diterima pemikiran kebanyakan orang.

Puisi yang baik  memiliki kedalaman  makna yang tak seluruhnya bisa ditembus. Misalnya  dengan memanggil-manggil Kekasih hingga kata-katanya terasa bergaung dan mengalunkan gema eksistensialis yang bergelora.

Puisi bisa saqja hanya iimajinasi tentang pribadinya sendiri. Tapi, pembaca umum menganggap itu sebuah karya yang fenomenal. Dalam puisi di bawah ini  pengarang mengambarkan sebuah perasaan sepi, yang menyelimuti hatinya.

Selsamat mengapresiasi puisi di bawah ini:

SEPI DI LUAR SEPI DI HATI SEPI DI DALAM DADA

(Undang Sumargana)


Sepi di di hati sepi luar sepi di dalam rasa 

Sepi memintalnya di dalam dada

Di dalam hujan jarinya merajut kemarau

Pohon rimbun diguyur udara dingin

adakah esok hari kan menebar asa 

tanah  gersang bisa  menumbuhkan  padi



Sepi di di hati sepi luar sepi di dalam rasa 

ada bayangan yang meringkuk membidik resahku

ia yang datang  mengetuk-ngetuk jantungku 

yang menyembunyikan suburnya benih cinta

ingin sekali  membenamkan benih rasa  di dadamu

kurapalkan nyanyian rindu yang mengalir dalam rimbun doadoa

aku takkan pernah selesai mengundangmu

dalam penjamuan kecil  degup jantungku

BACA JUDUL YANG BERKAITAN DENGAN  PUISI PUISI LAINNYA:

  1. Jangan biarkan rohani dalam kekosongan
  2. Dari Sebuah Perjalanan panjang
  3. Dina Amparan Sajadah

sebuah ingin yang menjadi angan

dan angan yang menjelma angin.


selamat tinggal rindu

rasanya ingin sekali  aku menghapusmu

biar ku simpan  menjadi kenangan


dalam airmata waktu: merindukan tuturmu.

Dalam tubuh hujan yang mengguyur basah

hujan perasaan  yang luruh dalam derai air mata kita

waktu itu, matahari , mendadak menitipkan rasa cemburu


yang tenggelam dalam dalam seduhan kopi hangat dan wangi

Sekarang matahari telah menemukan mata air sendiri

Lalu  setelah kita Lelah mengejar matahari yang tak kunjung berhenti 

Kita berusaha  dengan perlahan menghapus hujan

Merasakan hangatnya pelukan dalam napas  kopi panas 

Dalam tegukan penuh rasa  tanpa memecah cangkirnya yang sepi

Downloade raja Sasta di sini 


Tasik Selatan, 06 Juli 2023




Senin, 29 Juli 2024

JANGAN BIARKAN ROHANI DALAM KEKOSONGAN

 JANGAN BIARKAN ROHANI DALAM KEKOSONGAN

JANGAN BIARKAN ROHANI DALAM KEKOSONGAN

rajasastra-us.blogspot.com Diksi-diksi yang digunakan dalam puisi mungkin tak dapat difahami secara lahiriah, memang kita harus menyadari keterbatasan kata yang diungkapkan agar bisa menggambarkan alusia dari perasaan.  Kepiawian  menghadirkan majas dalam sebuah puisi, memang merupakan modal utama seoran penyair. Ketika seorang penyair berani puitik   dan rasa haus estetikanya telah memuncak mungkin tak akan bisa dikekang oleh penguasa tangan besi sekalipun

Dalam puisi di bawah ini penulis mencoba berfilsafat dengan alam  agar kekosongan rohani terisi, sehingga tifu daya yang mengacaukan fikiran dapat teratasi.

Selamat membaca dan mengapresiasi


JANGAN BIARKAN ROHANI DALAM KEKOSONGAN


Jangan takut datangnya hujan dan badai

Hadapilah dengan keteguhan hati

Sebab hujan dan badai pasti mereda

Sambutlah Pelangi yang mempesona

Dengan pedaran keindahan setiap sudut rasa

Sadarlah  takutlah pada pesona yang datang

Sebab hakekatnya pesona indah  tipu yang  menguasai  hati 

dan  pikiran tentang keindahan  adalah  fartamogana


Jangan andalkan menentang badai dengan kekuatan

Lihatlah pohon beringin yang kokoh tak bisa menahan badai

Belajarlah pada rumput kecil yang tumbuh dipinggir jalan

Datangnya badai hanya merendah ke dasar tanah

badai berlalu dia  dapat berdiri Kembali

belajar dari lautan, apapun yang datang dari sungai dia terima

jika tak sesuai dihempaskan ke tepi pantai.


Jangan biarkan ruhani dalam kekosongan

Tipu daya syetan akan melumpuhkan akal sehatmu

Jangan sia-siakan usia beliamu dengan rasa manis  

kemanisan hanya fata morgana yang membutakan hatimu

Ketika kita mengikhlaskan pada jalan yang tak kita kehendaki

Itulah wujud ibadahyang menjadi tolok ukur untuk dicatat

Bukan lamanya kau ambil ruku namun hati penuh berdusta

Atau berkalung sorban, dan berhias tasbih diantara jemari

Ahlak terpuji bukan penguasaan dalail untuk disombongkan

Tapi ahlak terpuji adalah ketetapan hati, terwujud dalam prilaku

BACA LAINNYA:

Teguhkan cinta kita, jangan terlalu sering menangisi takdir

Hidup ini akan iri pada mati jika mati dalam ridha Illahi

Seruling kehidupan yang ditiupkan akan sampai ke puncak Nurani

Jika keikhlasan selalu menetap dalam kesucian hati

Kata-kata akan tersemat dalam senja yang tenggelam

Maka keluarlah dari angan 

yang terlalu sempit untuk menumpakan hati

badan melambung rasa pada senja yang samar

menuntun fikir membawa angan pada kuasa-Mu




Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...