BERANDA

Sabtu, 20 Juli 2024

BUAT SI KUTU LONCAT YANG MENEBARKAN BAU BUSUK

BUAT SI KUTU LONCAT 

YANG MENEBARKAN BAU BUSUK 

Kutu loncat adalah binatang yang menebarkan bau busuk, tapi yang dimaksud kutu loncat di sini adalah ditujukan kepada politisi yang tidak teguh pendirian. Kadang kadang pemilihan sebelumnya berada di partai A pemilu berikutnya berada di partai B. Dia tidak punya pendirian ber[pindah pindah mana yang dianggap menguntungkan bagi dirinya bukan bagi kepentingan rakyat.
BUAT SI KUTU LONCAT YANG MENEBARKAN BAU BUSUK

Pengantar Puisi:

rajasastra-us.blogspot.com/- Kutu loncat adalah binatang yang menebarkan bau busuk, tapi yang dimaksud kutu loncat di sini adalah ditujukan kepada politisi yang tidak teguh pendirian. Kadang kadang pemilihan sebelumnya berada di partai A pemilu berikutnya berada di partai B. Dia tidak punya pendirian ber[pindah pindah mana yang dianggap menguntungkan bagi dirinya bukan bagi kepentingan rakyat. Hal ini banyak dilakukan oleh politisi politisi Indonesia bermanuper tidak mempunyai rasa idealis politik. Kutu loncat tersebar di mana-mana, singgah ditempat yang sekiranya menguntungkan dirinya. Tak peduli bau busuk yang tercium orang lain yang penting dirinya beruntung, dia terus meloncat dari satu ranting ke ranting lain, akhirnya singgah dan terus memberi janji manis demi mendapatkan kepercayaan.

BACAAN LAINNYA:

 BALADA

Balada adalah salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah kisah atau cerita tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Puisi Balada adalah puisi sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan terkadang berupa dialog. Di bawah ini penulis mencoba menyajikan puisi balada yang berisi sindiran/kritikan.

BALADA SI  KUTU LONCAT

(Undang Sumargana)

Bau busuk mulai menebar

Kau mulai bermanuper dengan bacotmu

dari mimbar ke mimbar

Suara lantang janjikan kebahagiaan

Si kutu loncat kutu busuk kutu kupret

Loncat sana loncat sini

Jilat sana jilat sini


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Mencari makan dari ocehan

Mencari muka dari sang raja

Janjinya manis tak pernah ditepati

Mukanya ramah hatinya dengki

Tugas menjaga malah mencuri


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Gayanya politikus sejati

Hatinya kau sengkuni

Kutu loncat ulat negri suka khianat

Kutu kupret ulat negeri tukang korupsi.


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Bahasanya putih hatinya pekat

Kutu loncat kutu sejati

Meloncat lima tahun sekali.


Tasik Selatan,  19 Maret 2023

KLIK DI SINI

4 MANUSIA YANG PERNAH MASUK SURGA SEBELUM KIAMAT

4 MANUSIA YANG PERNAH MASUK SURGA 

SEBELUM KIAMAT
  

ilustrasi surga

RAJA SASTRA- Surga dan Neraka adalah balasan yang akan diterima manusia  setelah ditentukan di alam masyar, melalui pengadilan Allah yang MahaAdil.

Setelah kehidupan dunia berakhir dengan terjadinya kiamat, seluruh manusia kemudian melanjutkan kehidupan di akhirat. Manusia akan dibangkitkan lalu berkumpul di padang Mahsyar untuk menentukan apakah ia akan masuk surga atau neraka.

4 manusia pernah masuk surga  sebelum kiamat. walaupun serangkaian tahap yang perlu dilalui manusia untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu neraka atau surga, tapi sebenarnya sudah ada orang yang lebih dahulu pernah masuk surga. Orang ini bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an. Siapakah dia?

Orang yang Pernah Masuk Surga Sebelum Kiamat

1. Nabi Adam AS

2. Hawa (istrinya Nabi Adam)

3. Nabi Muhammad SAW

4. Nabi Idris AS

Dalam kitab Al-Jannah wan Naar, Umar Sulaiman Al-Asyqar mengungkapkan bahwa manusia yang pernah masuk ke dalam surga sebelum terjadinya kiamat adalah 

Hal ini sebagaimana kalam Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 35, yang berbunyi:

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ - 35

Artinya: "Kami berfirman, "Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini, sehingga kamu termasuk orang-orang zalim!"

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan karunia-Nya kepada Adam AS dengan memperkenankannya untuk tinggal di surga di bagian mana saja yang ia suka, hingga memakan makanan yang lezat lagi baik di dalamnya.

Menurut konteks ayat tersebut, diketahui kalau Hawa diciptakan sebelum Adam AS masuk ke surga. Dan barulah setelah Hawa tercipta, Allah SWT memperbolehkan keduanya untuk masuk ke dalam sana.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah juga menafsirkan ayat tersebut dengan, "..."Wahai Adam, diamilah dengan tenang (sebagaimana dipahami dari makna kata 'uskun') - engkau dan istrimu - berdua saja tidak bersama anak cucumu karena kamu tidak akan beranak cucu di surga ini...".

BACAA YANG LAIN

Surga yang Disinggahi Nabi Adam

Perihal surga yang didiami oleh Adam AS bersama istrinya, para ulama berbeda pendapat apakah surga itu berada di langit atau di bumi. Jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang disinggahi Adam AS berada di langit, yaitu Surga al-Ma'wa.

Ibnu Katsir dalam kitab Qashash Al-Anbiya memaparkan bahwa huruf alif dan lam pada kata "al-jannah" (surga) dalam Surat Al-Baqarah ayat 35 menunjukkan bahwa surga tersebut tidak bersifat umum, dan ialah Surga Ma'wa.

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah RA juga disebutkan menjadi bukti kuat dan jelas yang menunjukkan bahwa surga yang ditempati Adam AS adalah Surga Al-Ma'wa.

Namun, sebagian ulama lain mengatakan bahwa surga yang disinggahi Adam AS bukanlah Surga Al-Ma'wa yang abadi (jannah al-khulud). Mereka berpendapat demikian lantaran Adam AS diperintahkan untuk tidak memakan buah dari sebuah pohon. Ia juga pernah tertidur di dalamnya dan dikeluarkan dari sana, serta bahkan iblis bisa masuk ke dalamnya.

Kedua pendapat mengenai surga yang ditempati Adam AS turut dipaparkan Al-Qadhi Al-Mawardi dalam kitab Tafsirnya, "Perbedaan pendapat tentang surga yang ditempati oleh keduanya -yaitu Adam AS dan Hawa- mengerucut pada dua pendapat."

"Pendapat pertama mengatakan, 'Sesungguhnya surga itu adalah surga yang kekal (jannah al-khulud)'. Sementara itu pendapat kedua mengatakan, 'Surga tersebut adalah surga yang sengaja disediakan oleh Allah SWT untuk Adam AS dan Hawa. Surga itu sebagai tempat ujian bagi keduanya, bukan surga abadi yang disediakan sebagai tempat pembalasan'."

Manusia Lainnya yang Pernah Masuk Surga

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Hadil Arwah ila Biladil Afrah yang diterjemahkan oleh Zainul Maarif mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke dalam surga sebelum hari kiamat terjadi.

Ia bersandar pada sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, "Semalam aku masuk surga. Di sana aku melihat seorang perempuan wudhu di samping istana." (HR Bukhari dan Muslim)

Imran bin Hushain RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Aku melihat ke dalam surga, maka kulihat penghuninya adalah orang miskin. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka kulihat penghuninya adalah kaum perempuan."

Selain itu, Nabi Idris AS pernah pula masuk ke dalam surga. Ini disebutkan dalam kisah Idris AS yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbih sebagaimana dikutip Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam Shahih Qashashil Qur'an yang diterjemahkan Muhyiddin Mas Rida dan Muhammad Khalid Al-Sharih.

Wallahu a'lam. KLIK DI SINI

Sunber bacaan detikHikmah

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI PANTAI SELATAN BAGIAN 3

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI 
PANTAI  SELATAN BAGIAN 3

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI  PANTAI  SELATAN BAGIAN 3

RAJA SASTRA- Kehadiran Bayu di surau menarik perhatian orang yang ada di sekitar. Terutama rompi dan ikat Kepala dari kulit harimau membuat terlihat Bayu Samudra  lebih tampan dan berwibawa. 

Tak jauh dari sana ada pertunjukkan hiburan di depan Rumah Kepala Desa. Sekedar hiburan ibing pencak silat dan jenis seni lainnya ditampilkan. Beberapa orang telah membawakan Ibing Pencak Silat, dilanjutkan dengan peragaan kemaheran dari jurus jurus silat. Akhirnya sampailah adu ketangkasan diantara murid-murid pedepokan “Lodaya Gunung” Kepala Desa ketua pedepokan itu dan Bersama sama putra lelakinya mengelola pedepokan tersebut, Padepokan itu cukup disegani dan dihormati penduduk Desa itu, sehingga perampok dari manapun segan untuk melakukan kejahatan di desa tersebut. Mula-mula jalannya acara berjalan lancer, tapi selang beberapa lama berkelebat seseorang melesat ke atas panggung dengan memperlihatkan kepongahannya. Seorang kepala plontos telah berdiri di atas panggung dengan menantang pimpinan perguruan tersebut. 

“Aku mau bertarung dengan pimpinan pedepokan ini, aku mau tahu sampai di mana kehebatannya”. Dia menantang dengan sipat pongahnya. Tentu saja putra Kepala Desa yang bernama Wijana merasa panas ada orang yang menantang ayahnya. Terjadilah pertarungan hebat, beberapa jurus belum ada yang kalah, dari tempat lain dua  orang pelontos lainnya memperhatikan, dan tiba-tiba melihat temannya terdesak dia melemparkan belati kecil mengarah ke putra Kepala Desa. Untung saja Bayu melihat kejadian tersebut dilemparnya belati kecil yang sedang melesat dengan batu kerikil dan belati itu jatuh di atas tanah, melihat kejadian tersebut Kepala Desa sebagai pimpinan pedepokan tersebut, merasa khawatir keselamatan putranya dan mengucapkan sukur atas pertolongan yang tak dapat diduga. Bersamaan dengan itu orang berambut plontos yang berada di panggung terhuyung huyung kena tendangan kaki wijana, dan dua orang temannya yang sama berambut plontos sudah melesat ke atas belati dengan mengenggam sepasang belati. Disusul Kemudian dengan Kepala Desa yang telh melesat membantu putranya. Sukurlah akhirnya ketua pedepokan yang kunantikan datang juga.

“Hemh tiga kembar pelontos dari Hutan Terjung.” Cepatlah kau bersujud di telapak kakiku sebelum belati beracun ini merobek perutmu”.

“Tidak usah sesumbar tiga kembar botak”, Kau beleum tentu dapat mengalahkanku”

Akhirnya pertarungan beralih ke luar panggung  2 orang melawan tiga orang, selang beberapa lama Kepala Desa dan putranya makin terdesak, dan disaat -saat kritis bayu meloncat dengan maksud menyelamatkan Kepala Desa dan putranya. 

“Hemh Bocah ingusan, mau apa kau ke sini?” Cukup saja aku seorang menghadapi kau tiga plontos dari hutan terjung, Maapkan Bapak Kades tak perlu kau turun tangan menghadapi 3 orang ini istrirahatlah kau Bersama putramu terlalu kotor menghadapi orang-orang jahat seperti ini. Kepala Desa dan putranya berpandangan, lgi pula Kepala Desa tersebut yakin bahwa yang menolong putranya adalah pemuda tadi akhirnya mereka melesat Kembali ke tempat duduk tadi, 

3 kembar plontos memuncak amarahnya dihadapi oleh anak muda yang masih tangung,

 “Enyahlah kau dari sini sebelum ususmu ku robek dengan belatiku”

“Jangan sesumbar kawan segera kau lakukan kalau mampu?”

“Tiga orang tersebut menusukan belatinya untuk mencingcang badan Bayu Tapi Bayu dalam sekejap sudah berpindah tempat berada di belakang mereka. Lagi pula Bayu tak ingin lama-lama segera menyelesaikan pertarungan tersebut, pukulan segara geni yang mengandung hawa panas kea rah mereka tapi hanya menggunakan seperdelapan tanaganya Bayu tak ingin membuat lawannya Binasa, ke tiga lawannya terlempar jauh dengan merasakan hawa panas yang tiada tara, Akhirnya mereka melarikan diri mencari selamat.

Anak Kepala Desa dan Kepala Desa yang kena sedikit goresan belati 3 kembar plontos mulai merasakan tubuhnya panas membara akibat racun yang menjalar, Segera Bayu menghampirinya dan menaburkan bubuk penangkal racun di tangan kepada Desa serta di Pundak putranya. 

“Terima kasih Nak Siapa kau sebenarnya?, kau telah menyelamatkan putraku dan menyembuhkan Lukaku dan putraku”

“Tuhanlah yang menyelamatkan Bapak dan kakak berdua, aku ini hanya anak kecil yang tak sengaja singgah di tempat ini”

“Perkenalkan namaku Bayu Segara” Kepala Desa melongo mendengar nama tersebut, karena nama Bayu segara mulai jadi pembicaraan orang, karena kesaktian dan budinya yang luhur.

“Salam hirmat Kami anak muda, maapkan aku yang bodoh ini ternyata tuhan mempertemukan aku dengan pendekar muda yang agung ini”.

“Janganlah berlebihan Pak Kades, aku ini orang biasa yang masih muda ptutlah kiranya kau anggap orang tua dan kakakku. Maapkan kehadiranku menganggu dan merepotkan di sini”.

“Tidaklah Nak kita duduk saja dulu disini sambal melanjutkan menonton pagelaran di panggung”. 

“Istirahatlah di sini, malah merasa terhormat bila Nak Bayu tinggal lama di Desa ini”. 

Kehadiran Bayu di Desa itu menjadikan bahan perbincangan, apalagi kalau berbicara kehebatan ilmu Kanuragannya kadang-kadang dilebih-lebihkan, Kepasihan bayu dalam melantunkan Alqur’an membuat orang berdecak kagum Keakraban Bayu dengan keluarga Kepala Desa apa lagi dengan putranya Wijana membuat keluarga itu semakin ceria, Bayu yang rendah hati membuat warga masyarakatpun tak segan berbincang dengan bayu, sewaktu-waktu bayu mendatangi padepokan sehingga pedepokan tersebut dalam waktu singkat terus berkembang.Jurus-jurus tertentu bayu ajarkan ke Kepala Desa dan putra lelakinya, membuatpak Kades dan putranya merasa hormat dan menganggap bayu Gurunya. 

Enam Bulan Bayu berada di sana walaupun Bayu masih betah tapi ada tugas utama yang harus diembanya yaitu mengembara membasmi kejahatan, maka sudah cukup waktunya meninggalkan Desa tersebut. Pak Kades dan putranya serta masyarakat tak bisa menghalanginya, mereka merelakan kepergian Bayu walau dengan perasaan sungkan, mereka sadar Bahwa Bayu Satria muda yang harus mengembara. Tujuan Bayu Kali ini menuju tem[pat sepi di tengah hutan, untuk menyempurnakan ilmu yang telah dimilikinya, Dia menjauhi laut masuk ke pedalaman terus menyusuri belantara merambah hutan yang jauh dari jangkauan manusia. Akhirnya sampailah di sebuah telaga kecil yang pinggirnya ditumbuhi pohon-pohon besar. Bayu segara membangun tempat tidur di atas  dahan sederhana tapi cukup nyaman ditempati. Sedangkan untuk bahan makanan banyak buah-buah dan umbia-umbian yang dapat dimakan yang tumbuhdi sekitar hutan.

Malam pertama ia berada sendirian di tengah hutan dalam tempat sederhana yang di bangun di atas pohon. Setelah ia tertidur cukup pulas, ia terkejut kakinya ada yang mengoyang goyangkan. Penghuni hutan yang ternyata kera besar berbulu hitam kecoklatan, bayu cepat bangun dengan sigap, tapi kera tersebut hanya menyodorkan tangan, tandanya ia cukup bersahabat, bayu hanya tersenyum menerima persahabatan dari mahluk tersebut. 

“Sudahlah ini hari masih malam, aku mau sembahyang malam, kita bertemu lagi besok pagi” Kera itu seperti yang mengerti ia mengangguk dan langsung pergi meloncat dari dahan ke dahan. Sedangkan bayu meloncat melayang ke pinggir dana terus mandi untuk melaksanakan sholat malam.

Baru saja pagi tiba, didahan-dahan pohon dekat  tempat bayu istirahat sudah terdengar riuh beratus ratus kera dipimpin oleh kera besar yang mendatangi tadi malam. Rupanya mereka datang untuk menjalin persahabatan, malah diantara kera banyak yang membawa bermacam buah buahan yang terus disimpan di tempat bayu.  Bayu Kagum dan terus dia berbicara menggunakan Bahasa binatang.

“Semua rombongan Kera , sejak hari ini kita bersahabat, dan pimpinan Kalian kuanggap sebagai teman, Pimpinan kera yang berbadan besar mendekati Bayu dan langsung menletakkan tangannya di Pundak Bayu, sedangkan kera yang lain bersuara riuh terlihat seperti bertepuk tangan segala, seperti penyambutan dengan penuh kegembiraan.

Kejadian pagi itu memang kejadian aneh kalau dari kacamata manusia sekarang, tapi ternyata binatangpun menginginkan kedamaian seperti alam kehidupan manusia, malah kemurnian hati Binatangkadang lebih bersih dari hati manusia, Ini menjadi catatan bagi Bayu sebagai Pendekar muda yang perlu terus ditempa pengembaraan.

Hari demi hari bayu lakoni dengan melatih ilmu kanuragan yang telah dia kuasai, dan malamnya diisi dengan melatih ketajaman batinnya. Dalam waktu singkat kermampuan Bayu telah mengalami kemajuan yang pesat, malah kemampuan meloncat dari dahan ke dahan melebihi kera-kera yang berada di sekitar Bayu, sehingga sambal melatih kemampuannya ia kadang bermain dengan kera-kera di atas dahan, sehingga   semua gerak derik kera tak luput dari pengamatannya, bahkan semua kesigapan kera telah ia kuasai, maka terciptalah jurus-jurus yang di sebut “Ulin Pa Monyet” (monyet itu artinya kera dalam Bahasa Sunda. Sebagai penerang cukup menggunakan tasbeh Batu giok warisan gurunya.

Selain dengan kera Bayu pun bersahabat dengan binatang binatang lain seperti Harimau, ular dan burung. Malah Bayu telah menciptakan jurus jurus Harimau yang di padukan dengan penggunaan tenaga dalam yang Dahsyat, jurus jurus ular yang ia padukan dengan kelincahan kera. Dalam waktu singkat jurus-jurus hebat telah tercipta disertai kemampuan ilmu batin yang telah mencapai tahap kesempurnaan, Mungkin dalam ukuran manusia saat itu sulit untuk mendapatkanlawan yang sepadan. Bahkan kemampuannya untuk terbang seperti burung dengan merentangkan kedua tangannya rasanya spertia hal mustahil, tapi Bayu menguasainya dengan hebat. Hampir 1 tahun setengah Bayu dari mulai turun Gunung Dari Bubujung Cipatujah, sampai menempati Hutan yang berada di daerah Sindang sekarang masuk wilayahKecamatan Cipatujah. 

BACA YANG LAINNYA:

Kalau bepergian Bayu selalu di kawal Harimau kadang jadi tunggangannya dan di atas Elang besar yang selalu mengikutinya, malah sekali- sekali Bayu mengunggangi harimau, atau berada dipunggung Elang untuk Bersama terbang.

Hari itu adalah hari terakhir Bayu berada di Hutan Sindang, ia berpamitan dengangan sahabat sahabatnya binatang penghuni hutan, Bayu telah menjadikan keadamian di Hutan itu, binatang binatang di sana hidup dengan berdampingan. Akhirnya Bayu telah berada dipunggung Elang terbang di atas wan, sedangkan di bawahnya harimau sahabatnya mengikuti ke mana arah Elang terbang. Sampailah di sebuah lapangan di desa tempat Bayu terakhir sebelum ke hutan.

Kedatangan Bayu cukup menggemparkan masyarakat sekitar, malah banyakyang ketakutan, melihat tunggangannya Elang yang begitu besdar, dan di bawahnya pengawalan Harimau yang begitu menakutkan. Penampilan Bayu dengan mengenakan Rompi dan celana dari kulit harimau dan Alas kaki berupa sepatu dari kulit Manjangan, ditambah ikat Kepala dari kulit harimau yang di hiasi Bulu Merak yang indah. Masyarakat pada ngumpet meloihat dari kejauhan, sedangkan Wijana yang berada tak jauh dari tempat Bayu menatapnya dengan heran, Tapi akhirnya Ia hapal bahwa itu Bayu yang pernah menolongnya. 

“Bayuu”

“ Oh Wijana, Maap kedatanganku meresahkan masyarakat sekitar, ia menyuruh kedua binatang pengawalnya untuk bersembunyi.”

“Syukurlah Kau Bayu mau datang lagi ketempatku”

“Maap- sekali lagi maaf, kalau membuat resah penduduk”.

“Tak apalah Bayu ayo kita bergegas menemuai Ayahku”

Pertemuan Bayu dengan Keluarga Kepala Desa dan penduduk di sana membawa kebahagiaan, Bayu yang tumbuh semakin tampan serta tingkahnya yang selalu merendah, menjadikan Kepala Desa dan keluarganya menjadi segan. Apa lagi dikalangan penduduk Nama Bayu sudah tak asing lagi ia menjadi Idola masyarakat yang sangat di segani.

“Nak Bayu aku mohon dengan sangat, kau bisa tinggal di sini untuk beberapa saat, Akhir-akhir ini di desa-desa lain telah merajalela perampokan yang dipimpin Raja Iblis dari Gunung Burangrang dan bergelar Pendekar Sadis”

Bayu terkejut, dan iapun berniat membantu Kepala Desa dan penduduknya KLIK DI SINI

BERSAMBUNG KE BAGIAN 4

SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU

 SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU



RAJA SASTRA KLIK di sini  rajasastra-us.blogspot.com Sungai menjadikan inspirasi bagi kita bahwa kita tidak bisa hanya menikmati dan menjaganya saja. Akan tetapi kita harus mulai membangun keindahan alam indonesia ini, meskipun hanya dengan memulai dari menanam satu pohon saja. Keberadaan sungai, yang memberikan berkah kehidupan bagi manusia, perlu terus dipelihara dijaga jangan sampai tercemar, jangan sampai debit air dari gunung mnegering karena keserakahan kita. Sungai akan memberikan kehidupan kepada manusia tatkala manusia itu sendiri bertindak dengan rasa cinta dan memrasa memilikinya. Karena kalau berlaku serakah, misalnya membuang sampah sembarangan, pengambilan batu dan pasir di kali yang berlebihan, sungai  akan murka memporak prandakan penduduk di sekitarnya.

Di sini penulis mencoba menggambarkan keindahan sungai Cijalu yang melintas membelah perkampungan di Desa Bantarkalong, Kec. Cipatujah Kab. Tasikmalaya, dan bermuara di laut Cipatujah.

Mari kita mengaspirasi  puisi berikut dengan menekankan daya ekspresi, bertolak dari diksi yang ditulis


BACAAN LAINNYA


SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU

(Undang Sumargana)


Ada simfoni indah dalam germercik air sungai Cijalu

seutas kenangan berjatuhan luruh dalam di beningnya air kali

berderai lepas dalam gemuruh ingatan yang tak pernah padam

ada gemerisik daun bambu yang mengalun sepanjang tepi

terus mengalir menerpa batu-batu meliuk  menuju samudera 


sepanjang sungai cijalu

percikan  air bercerita tentang hutan yang masih perawan

nyanyian angin  berirama dipucuk-pucuk daun          

rumput rumput menari di sela rimbun pepohonan

serta kicauan burung disambut embun pagi di dedaunan


Sepanjang bantaran sungai Cijalu

ada rindu  yang menapak di tumpukan  batu batu

Ada bayangngan yang  nampak  di jernihnya air A

air yang mengalir ke samudra

ombak yang menjemput di muara

adalah cinta yang dibangun dari rasa setia

di satukan dalam gelora sunyi lautan duka


Di cekungan  aliran sungai

ada rindu yang bertaut dilurung kalbu

ada cerita yang menapak di masa kanak

bermain semburan air

berenang menikmati kesejukan

meloncat penuh ketangkasan

klik di sini

Tasik Selatan, April 2023

Jumat, 19 Juli 2024

MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF DAN PENYAIR KLASIK DARI INDIA

MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF  

DAN PENYAIR KLASIK  DARI INDIA

Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang filsup dan penyair klasik dari India, selain itu ia seorang  politisi,  besar abad ke-20  nama lengkapnya Sir Allama Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 – meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.
MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF   DAN PENYAIR KLASIK  DARI INDIA

RAJA SASTRA Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang filsup dan penyair klasik dari India, selain itu ia seorang  politisi,  besar abad ke-20  nama lengkapnya Sir Allama Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 – meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.

Muhammad Iqbal yang  dikenal  sebagai seorang filsuf dan penyair klasik, ia juga seorang politisi besar hingga kini Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sastra Urdu, dengan karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia.

Iqbal dikagumi sebagai penyair klasik menonjol oleh sarjana-sarjana sastra dari Pakistan, India, maupun secara internasional. Bukan cuma dikenal sebagai penyair, ia juga dianggap sebagai “pemikir filosofis Muslim pada masa modern”.

Buku puisi pertamanya, Asrar-e-Khudi, juga buku puisi lainnya termasuk Rumuz-i-Bekhudi, Payam-i-Mashriq dan Zabur-i-Ajam;; dicetak dalam bahasa Persia pada 1915. Di antara karya-karyanya, Bang-i-Dara, Bal-i-Jibril, Zarb-i Kalim dan bagian dari Armughan-e-Hijaz merupakan karya Urdu-nya yang paling dikenal. Bersama puisi Urdu dan Persia-nya, berbagai kuliah dan surat dalam bahasa Urdu dan Bahasa Inggris-nya telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada perselisihan budaya, sosial, religius dan politik selama bertahun-tahun. Pada 1922, ia diberi gelar bangsawan oleh Raja George V, dan memberinya titel “Sir“.

Ketika mempelajari hukum dan filsafat di Inggris, Iqbal menjadi anggota “All India Muslim League” cabang London. Kemudian dalam salah satu ceramahnya yang paling terkenal, Iqbal mendorong pembentukan negara Muslim di Barat Daya India. Ceramah ini diutarakan pada ceramah kepresidenannya di Liga pada sesi Desember 1930. Saat itu ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Quid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah.

Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang penyair  klasik,  politisi, dan filsuf besar Iqbal dikenal sebagai Shair-e-Mushriq  yang berarti “Penyair dari Timur”. Ia juga disebut sebagai Muffakir-e-Pakistan(“The Inceptor of Pakistan”) dan Hakeem-ul-Ummat (“The Sage of the Ummah”). Di Iran dan Afganistan ia terkenal sebagai Iqbāl-e Lāhorī (Iqbal dari Lahore), dan sangat dihargai atas karya-karya berbahasa Persia-nya. Pemerintah Pakistan menghargainya sebagai “penyair nasional”, hingga hari ulang tahunnya (Yōm-e Welādat-e Muḥammad Iqbāl) dijadikan hari libur di Pakistan. (Wikipedia)


Mengenal  4  Puisi Mohammad Iqbal

Untuk lebih mengenal beliau mari kita baca 4 puisi  beliau:

1. Nasehat Elang Pada Anaknya

Kau tahu bahwa semua elang hanya pantas bagi sesama elang:

Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki hati singa.

Harus berani dan hormat diri, sergaplah mangsa yang besar saja.

Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung meliwis dan pipit

Kecuali jika kauingin melatih kepandaianmu memburu.


Adalah hina, pengecut, tanpa berusaha mengeram

Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah.


Elang tolol yang meniru cara hidup burung pipit yang pemalu

Akan menjumpai nasib malang sebab ialah yang menjadi mangsa buruannya


Kutahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya

Oleh karena mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum.

 

Peliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia

Selalulah geram, keras, berani dan kuat dalam perjuangan hidup.

Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh indah dan langsing


Bangunlah dirimu kokoh seteguh tanduk rusa jantan.

Apa pun kesenangan yang berasal dari kehidupan fana di sini

Datang dari hidup yang penuh keberanian, kegiatan dan kecermatan.


Nasehat berharga yang telah diberikan elang pada anaknya:

Jadikan tetesan darah kemilaumu berkilat-kilat bagaikan manikam.

Jangan kehilangan diri dalam penggembalaan seperti domba dan kerbau


Jadilah dirimu seperti nenek-moyangmu semenjak dulu.

Kuingat dengan baik betapa orangtuaku senantiasa menasehatiku begitu.

“Jangan bangun sarangmu di dahan pohon, “ ujar mereka.

“Kita para elang tak mencari perlindungan di taman dan ladang manusia.

Surga kita di puncak-puncak gunung, gurun luas dan tebing jurang.

Bagi kita haram menjemput bulir-bulir jelai dari tanah


Sebab Tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tak terbatas.

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam di bumi

Di mataku lebih buruk dari burung kelahiran bumi.

Bagi elang ladang buruannya adalah karang dan batu jurang

Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya.


Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin

Keturunan paling murni dari burung garuda.

Jika seekor elang muda ditantang oleh seekor harimau

Tanpa mengenal takut ia akan membelalakkan matanya.

Terbangmu pasti dan megah seperti terbang malaikat


Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung

Di bawah kolong langit yang luas ini, kau tinggal

Martabatmu terangkat oleh kekuatan, sasaran apa pun tak ditampik oleh matamu


Kau tak boleh meminta makanan dari tangan orang lain kapan pun saja.

Baik-baiklah kau membawa diri dan dengarkan selalu nasehat yang baik dan luhur


2. Pesan kepada Bangsa Timur

Bangunlah kerajaan cinta di tempatmu berdiam

Ciptakan nama baru fajar dan malam kemilau

Tenunlah kata-katamu

Jika Tuhan melimpahimu sahabat alam dari kesenyapan mawar dan teratai

Jangan pinta kurnia dari si tukang gelas Magribi

Buatlah sendiri piala dan kendimu dari tanah lempungmu

Lagukan bagai buah anggur di tangkainya

Buatlah minuman darinya

 

3. Harapan Kepada Pemuda

Aku harapkan pemuda inilah yang akan sanggup membangunkan zaman yang baru memperbaru kekuatan iman menjalankan pelita hidayat

menyebarkan ajaran khatamul-anbiya’

menancapkan di tengah medan pokok ajaran Ibrahim

Api ini akan hidup kembali dan membakar

jangan mengeluh jua , hai orang yang mengadu

Jangan putus asa , melihat lengang kebunmu

Cahaya pagi telah terhampar bersih

Dan kembang-kembang telah menyebar harum narwastu


Khilafatul-Ard akan diserahkan kembali ke tanganmu

Bersedialah dari sekarang

Tegaklah untuk menetapkan engkau ada

Denganmulah Nur Tauhid akan disempurnakan kembali

Engkaulah minyak atar itu , meskipun masih tersimpan dalam

kuntum yang akan mekar

 

Tegaklah, dan pikullah amanat ini atas pundakmu

Hembuslah panas nafasmu di atas kebun ini

Agar harum-harum narwastu meliputi segala

Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak

hanya berbunyi ketika terhempas di pantai

Tetapi jadilah kamu air-bah , mengubah dunia dengan amalmu


Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk

Sinarilah zaman dengan nur imanmu

Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu

Patrikan segala dengan nama Muhammad

BACAAB LAINNYA 

4. Nyanyian Waktu

Aku derita mahupun penawar

Kesederhanaan mahupun kemegahan.

Aku pedang yang menghancurkan

Aku mata air kekekalan

Aku api yang membinasakan

Aku taman kebaqaan

Pertentanganku nyata

(Anggaplah itu tipu-muslihat):

Berubah selalu, diam senantiasa

Tak berubah dalam dada yang berubah.

Seperti jiwa manusia aku tak terikat

Pada lambang-lambang bilangan-

Aku tak terikat pada masa dan keluasan

Pada pergantian dan tahun kabisat

Kau adalah rahasia terpendam dalam dirimu

Aku adalah rahasia dari wujudmu.

Aku hidup karena kau memiliki jiwa

Dan tempat tinggalku adalah kesendirian jiwamu

KLIK DI SINI

Kamis, 18 Juli 2024

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, karena pada kenyataannya sampai saat ini hanya baru merupakan konsep yang belum bisa dituntaskan. Dan dalam kenyataannya pemerintah tanpa korupsi menjadi dambaan banyak  tokoh di dunia. Pemerintah tanpa korupsi selalu jadi salah satu isu  kampanye untuk meraih suara dan simpati rakyat.

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

rajasastra-us.blogspot.com Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, karena pada kenyataannya sampai saat ini hanya baru merupakan konsep yang belum bisa dituntaskan. Dan dalam kenyataannya pemerintah tanpa korupsi menjadi dambaan banyak  tokoh di dunia. Pemerintah tanpa korupsi selalu jadi salah satu isu  kampanye untuk meraih suara dan simpati rakyat. 

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, padahal prilaku korupsi itu adalah prilaku tercela yang sangat merugikan masyarakat, maka wajarlah bila ada yang mengharapkan hukuman mati bagi korupsi, hukuman pemiskinan bagi para koruptor dan memang seharusnya karena para koruptor taka da bedanya dengan sampah busuk yang menghalangi kemajuan negara.

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, Sejak zaman kuno hingga masa kontemporer, pemerintahan tanpa korupsi menjadi dambaan banyak tokoh sejarah dunia. Konsep ini bukan hanya menjadi tuntutan di tingkat lokal, tetapi juga muncul dalam berbagai sistem pemerintahan, termasuk dalam kepemimpinan para khalifah Islam yang memberikan teladan dalam menjalankan otoritas tanpa praktik korupsi.

style="text-align: justify;">Berbagai Pandangan Tentang Korupsi

Konsep untuk mengatasi korupsi ini  bukan hanya menjadi tuntutan di tingkat lokal, tetapi juga muncul dalam berbagai sistem pemerintahan, termasuk dalam kepemimpinan para khalifah Islam yang memberikan teladan dalam menjalankan otoritas tanpa praktik korups

Pandangan Tentang Korupsi Pada Masa Kekhalipahan

Sejak zaman kuno hingga masa kontemporer, pemerintahan tanpa korupsi menjadi dambaan banyak tokoh sejarah dunia. Salah satu era yang mencerminkan pemerintahan tanpa korupsi adalah masa kekhalifahan Islam pada abad pertengahan.

  • Khalifah Umar bin Khattab, salah satu pemimpin utama umat Islam setelah masa Nabi Muhammad, dikenal sebagai pelopor pemerintahan bersih dan adil. Khalifah Umar menjalankan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemerintahannya. Ia bahkan membentuk lembaga pengawas untuk memastikan para pejabatnya tidak terlibat dalam korupsi.
  • Penerapan pemerintahan tanpa korupsi juga dapat ditemui dalam konsep keadilan sosial yang dianut oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi, pemimpin Muslim yang terkenal karena merebut kembali Kota Yerusalem dari tangan Tentara Salib.
  • Salahuddin membangun pemerintahan yang berlandaskan etika dan moralitas Islam, mengecualikan praktik korupsi dari struktur kekuasaannya.
  • Keberhasilan Sultan Salahuddin menciptakan lingkungan di mana rakyat merasakan keadilan, memperlihatkan bahwa kebersihan dalam pemerintahan membawa manfaat bagi kesejahteraan umum.
BACAAN LAINNYA:

Pandangan Dunia Barat Terhadap Korupsi

Beralih ke dunia Barat, pemikiran tentang pemerintahan tanpa korupsi dapat ditemukan pada zaman Renaisans.

  • Tokoh seperti Niccolò Machiavelli, dalam karyanya "Il Principe," membahas tantangan korupsi dan menyoroti kebutuhan akan pemerintahan yang stabil dan efisien.
  • Meskipun Machiavelli dikenal karena pandangannya yang realis dan pragmatis, ia memberikan pemikiran penting tentang pentingnya etika dalam menjaga stabilitas pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-18

Abad ke-18 melahirkan pemikiran baru tentang pemerintahan tanpa korupsi melalui pemikiran pemikir Aufklärung seperti Montesquieu dan Rousseau.

  • Montesquieu, dalam "The Spirit of the Laws," mengemukakan pemikiran mengenai pemisahan kekuasaan dan sistem check and balances untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
  • Rousseau, melalui "The Social Contract," menggagas ide kontrak sosial yang menuntut kesetaraan, kebebasan, dan keadilan dalam pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-20

  • Pada abad ke-20, pemimpin-pemimpin dunia seperti Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela menjadi simbol perjuangan melawan korupsi.
  • Gandhi mengusung konsep "satyagraha" atau perlawanan tanpa kekerasan sebagai cara untuk mencapai perubahan positif tanpa membuang etika.
  • Mandela, dalam perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan, menekankan pentingnya keadilan dan moralitas dalam pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-21

Pemerintahan tanpa korupsi terus menjadi agenda global pada abad ke-21, dengan organisasi internasional dan negara-negara yang berkomitmen untuk memerangi korupsi.

  • Kini, United Nations Convention against Corruption (UNCAC) dan berbagai inisiatif internasional lainnya menjadi wujud upaya bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
  • Dalam perjalanan sejarah ini, tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang dan keyakinan telah bersuara untuk mendorong prinsip-prinsip pemerintahan tanpa korupsi.
  • Pemikiran ini menggarisbawahi bahwa kebersihan dan moralitas dalam tindakan pemerintahan adalah kunci keberhasilan dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. 

 Sumber: TINEMU.COM 

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI PANTAI LAUT SELATAN BAGIAN 2

 PENDEKAR  SAKTI  BAYU SAMUDRA 
DARI PANTAI LAUT SELATAN

Bagian 2

(Penulis :Undang Sumargana)

Terlihat  segerombolan orang berpakaian hitam dipimpin oleh orang yang tinggi Hitam dengan penampilan sangar. Bayu bersembunyai dirimbunya pepohonan. Dia terus menguntit rombongan orang jahat itu, penasaran inilah awal mula ia harus mencoba membasmi kejahatan.
PENDEKAR  SAKTI  BAYU SAMUDRA   DARI PANTAI LAUT SELATAN 

Bagian 2

RAJA SASTRA-Terlihat  segerombolan orang berpakaian hitam dipimpin oleh orang yang tinggi Hitam dengan penampilan sangar. Bayu bersembunyai dirimbunya pepohonan. Dia terus menguntit rombongan orang jahat itu, penasaran inilah awal mula ia harus mencoba membasmi kejahatan. Sebelum sampai di suatu pemukiman Bayu berniat menggagalkan perampokan itu. Ketika perampok tersebut beristirahat  Bayu  Bayu melontarkan pukulan Gunung Salju meskipun tidak menggunakan tenaga sepenuhnya. Para perompak yang sedang berkumpul merasakan dingin yang luar biasa semakin lama samikn dingin dan seolah mereka menahan gemetar karena dingin yang tiada tara. Sedangkan pimpinannya berada beberapa meter dari kumpulan anak buahnya dengan satu orang temannya, di timpuknya  teman pimpinan si perampok dengan batu kecil ilmu totokan yang begitu hebat. Bayu meloncat secepat kilat telah berada dihadapan pimpinan perampok. Pimpinan perampok yang bergelar Si Golok Syetan. Sigolok Syetan terkejut sambil mundur beberapa Langkah.

“Siapa kau bocah?”

“Hahaha, Bayu tertawa kecil, Kau yang bergelar Si Golok syetan, pantas mukamu mirip syetan”. 

“Tangkkap dia?” Si Golok Syetan tak sadar bahwa, anggotanya sudah dilumpuhkan semua, 

‘’ Lihat semua anggotamu sudah tidak berdaya”

“Syetan Alas rupanya kau ingin merasakan ketajaman golokku” Dia baru sadar bahwa ia berhadapan bukan dengan orang sembarangan.

Wuuts sabetan goloknya mengarah ke leher bayu, tapi dengan Gerakan yang tak terkira bayu sudah berada di belakang Si Golok Syetan, sepakan kakinya membuat gerakat Si Golok Syetan meluncur ke depan. Tapi dia cepat menguasai dirinya, dia membalik kebelakang sambil menggerakan goloknya yang seolah-olah akan membelah kepala Bayu. Bayu hanya duduk sambal menggerakan dua jarinya ke atas. Tap ditangkapnya golok dengan dua jari, Hawa panas menyebar ke tangan Sigolok Syetan terpaksa dilepaskannya golok tersebut. Merah padam muka si Golok Syetan baru kali ini ia dipercundangi anak kecil. 

Syetan Kau Siapa  sebenarnya, nih terima Jurus Badak menabrak lawan. 

Bayu hanya duduk dengan menrentangkan tangannya menggunakan jurus Badai menahan Samudra, Akibatnya Sigolok setan yang melabrak ke depan terbanting mundur ke Belakang.  Secepat Kilat Bayu telah meringkus kaki Si Golok setan dan langsung dibawa loncat diikat pada dahan dengan Kaki di Atas dan kepala dibawah, Sigolok Syetan hanya bisa menahan sakit dengan napas yang ter engah-engah. 

“Ketahuilah hai kau Golok Syetan dan anggota perompak lainnya,hari ini ku ampuni kau, tapi kalau suatu saat kau melakukan kejahatan mesti kau akan berhadapan dengan aku “Pendekar Bayu Samudra”. Pulanglah kalian hari ini sebelum aku melakukan Tindakan yang lebih keras lagi.

Tak lupa sebelum Bayu berkelebat menjauhi tempat itu, membebaskan totokan sala seorang penjahat dan mencabut pengaruh Pukulan Gunung Salju. Disela-sela rungkun mengintip seorang tua yang memata-matai kehadiran para perampok, dia segera berlari untuk Kembali ke kampungnya. 

Diceritakannya ke penduduk kampung bahwa rombongan Perompak telah dipercundangi oleh Satria Belia yang begelar Pendekar Bayu Samudra. Antusias ia menceritakan kehebatan Bayu Samudra yang masih belia. Harapan penduduk semoga para perampok kapok tdak datang lagi kekampungnya.

Benar saja di tempat kejadian tadi para perompak telah pulih dan dia menyaksikan bagaimana ketuanya yang disegani hanya dalam waktu singkat dikalahkan oleh seorang Anak Muda. Luar biasa kehebatan Anak Muda itu. Dan kepercayaan kepada ketuanya yang suka sesumbar mulai mengendur, Malah dalam hati berniat mengundurkan diri dari dunia kejahatan. 

Bayu setelahnya kejadian itu berkelebat kearah kampung yang menjadi tujuan perampok, ia tiduran di atas dahan takut para perampok meneruskan niat jahatnya, Tapi sampil pukul 03.00 tak ada kejadian apa -apa langsung saja ia mandi di telaga ayang ada dipinggir kampung, untuk kemudian dia telah berada disurau kecil sampai subuh tiba. 

Penduduk kampung sudah pada berdatangan untuk melakukan sholat subuh, Mereka pada heran melihat kehadiran pemuda yang diceritakan semalam, tapi tak ada yang berani menegur, baru setelah shalat subuh ketua kampung yang semalam menyaksikan sendiri menyapanya.

“Nak kau yang semalam menghadang Para perompak, terima kasih-terima kasih nak”, semuanya pada bersalaman, menyodorkan tangan. 

“Nak ayo kerumahku sekalian ke Bale Kampung”

“Jangan merepotkan Pak Tua, aku bukan siapa-siapa, hanya kebetulan saja aku bertemu dengan perampok yang akan mendatangi kampung ini”.

“jangan terlalu merendah Nak, aku tau kehebtanmu, Ayolah kita pergi kerumahku, Anak muda itu menuruti ajakan Ketua Kampung, ia tidak mau mengecewakan penduduk di kampung itu.

Kehadiran pemuda belia itu sudah tersebar kepelosok kampung, malah yang menjadi cerita utama, tentang kehebatan pemuda tersebut dalam mengalahkan Perampok Ganas hanya dengan sekilat. Mereka pada berdatangan dengan  membawa makanan ke Bale Kampung. Akhirnya pemuda itu di tahan untuk berada dikampung beberapa hari, pemuda itu tak mampu menolak, menjaga perasaan orang kampung. Para penduduk merasa gembira, semangatnya timbul Kembali, yang penting dari kehadiran pemuda tanggung tersebut menumbuhkan keberanian dan percaya diri pada penduduk kampung diwilayah Desa Sukahurip, yang termasuk  Kecamatan Cipatujah sekarang. 

Pagi baru saja tiba, setelah 3 hari tinggal di sukahurip pemuda itu berpamitan dengan diantarkan tatapan sedih dan kekaguman dari penduduk, malah banyak penduduk yang mengantar kepergianya dengan air mata. Pemuda Hebat,pemuda sholeh kata kepala kampung berguman dalam hatinya. Bacaan qur’anyya waktu jadi imam benar-benar pasih, dan suaranya begitu merdu. tingkahnya begitu sopan dan merendah, Padahal dia pendekar Hebat yang mungkin sulit tandingannya. Apalagi dia masih sangat muda. Pemuda tanggung baru enam belas tahun tapi tingkahnya berwibawa seperti orang dewasa. 

Setelh jauh dari tatapan penduduk bayu berjalan dengan cara meloncat dari pucuk pohon  ke pohon lain, seolah olahia hanya berkelebat seperti bayangan. Kalau harus menyebrang sungai, ia berjalan di atas air sungguh suatu ilmu meringankan tubuh yang telah mencapai tarap kesempurnaan. Ketika ia sampai di pemukiman penduduk, Ia melihat dua kelompok orang pada melugas golok seolah-olah dua kelompok tersebut di bakar api kemarahan. 

“aku harus mengamankannya dan tidak boleh membiarkan terjadi pertumpahan darah. Pikirnya”. Ia mengintip dari rimbunnya pucuk pohon, dua rombongan semakin dekat dan disaat dua rombongan tersebut hampir melebur dalam tawuran. Bayu mengeluarkan suara yang begitu bergema dengan mengerahkan ajian peluruh  Jiwa. 

“Berhenti kau hai manusia jangan tumpahkan darahmu dalam tujuan yang tak tentu” Akibat dari suara yang mengema tadi semua golok yang dipegang pada jatuh dan Langkah mereka berhenti seolah - olah terpaku ke bumi.

“Ada apa kalian tidakkah kalau ada persoalan diselesaikan dengan baik-baik?” semuanya pada membisu dan akhirnya mereka pada sadar hampir saja pertumahan darah terjadi kalau tidak datang pemuda itu. Pemuda itu sudah meloncat berada di tengah-tengah kelompok yang akan bertengkar.

“Siapakah kau anak Muda kenapa kau menghalangi maksud kami”

“sabarlah kau Kek, aku hanyalah orang tak berguna yang kebetulan  lewat saja”

“Perkenalkan nama saya Bayu Samudra”, mendengar nama tersebut semua orang terkejut dan mengambil sikap hormat, pada pemuda belia tersebut.

Ternyata kehadiran Bayu Samudra yang baru beberapa hari turun gunung, sudah tersebar keseluruh pelosok.

Tiba -tiba ketajamannya penciumannya tertuju pada lelaki yang telah ditotok waktu Bersama Si Golok Syetan. 

“Hai orang yang pernah Bersama Golok Syetan datanglah kehadapanku”

Sukanta merasa terkejut ternyata kehadirannya diketahui oleh Bayu Samudra. Dengan rasa takut ia menghampiri Bayu Samudra dan langsung bersimpuh dihadapan Bayu.

“Tak perlu bersimpuh, aku adalah sama dengan kau mahluk yang tak patut kau sembah coba ceriterakan apa yang terjadi”

“Sukanta menceritakan bahwa penyebab keributan yang terjadi karena dirinya, Sebagian dari mereka mengetahui bahwa aku bekas perampok, dan mau mengusirku, dan Sebagian lagi mereka menerimaku karena mereka tahu bahwa aku akan insaf Kembali ke jalan yang benar”.

“Betulkah kau mau bertobat?”

“Ya Pendekar, sejak kejadian ketuaku dan semua anggotaku dipercundangi, Sebagian pada melarikan diri dan Sebagian lagi ikut Si Golok Iblis. Termasuk aku, Tapi sulitnya kehadiranku di terima masyarakat”

“Sudahlah biar aku menyelesaikan persoalan ini”

“Saudara-saudaraku ketahuilah bahwa dia memang bekas perampok, dia telah bertemu denganku Bersama rombongan perempok yang dipimpin Si Golok Syetan. Dia berniat insaf Kembali ke jalan yang benar, Apa salahnya kita terima dan beri dia kesempatan”

“Tidakah dia hanya pura-pura padahal dia menjadi mata mata Si Golok Syetan” Kata ketua kelom[pok yang membenci kehadiran Sukanta.

“Aku jaminnanya dan aku yang akan menghadapi langsung bila Si Golok Syetan berulah lagi”. Semua terdiam semua percaya pada pendekar Muda Bayu Samudra.

“Saudara-saudaraku, kalau memang kehadiranku telah membuat resah, dan perpecahan biarlah aku menjauhi pergi dari  sini”.

“Maapkanlah Aku Sukanta!” Ketua kelompok sebelah menghampiri dan merangkul Sukanta, keduanya berpelukan dan diikuti anggota kelompok lainnya, semuanya saling memaafkan dengan perasaan penyesalan.

Setelah reda sukanta “merangkul Bayu Samudra, “Terima kasih pendekar, kau telah menyelamatkan kami dan penduduk ini dari pertumpahan darah”

“Sudahlah, yang penting kau baik-baik saja dan perlihatkanlah bahwa kau berubah menjadi baik”. 

Meskipun Bayu di tahan oleh penduduk di sana, tapi bayu tetap berpamitan melanjutkan perjalanan. 

Kepergian Bayu diantar tatapan kekaguman semua penduduk. “Bayu Segara Pendekar hebat berhati mulia,” Guman hati penduduk yang menyaksikan kepergian Bayu Segara. 

Perjalanan Bayu Segara sampai di dekat warung nasi, Bayu menghampiri tempat itu, Namun baru saja selesai makan, datang 4 orang dengan sikaap pongah ia mennyingkirkan yang lain, melihat kedatangan orang itu yang ada disana terlihat seperti ketakutan, Cuma seorang Kakek Tua yang duduk di pojok yang terlihat tenang, 

“Hati hatilah, anak muda, dia pendekar Sadis yang bergelar, Raja Iblis dari Gunung burangrang” Kakek itu mengirimkan suara halus lewat penyaluran tenaga dalam. 

“Hemh tinggal kakek peot dan bocah ingusan yang duduk di sini, mereka belum tau siapa kita, Hahahaha”. Tiba-tiba orang yang tertawa tadi tangannya kaku dan mulutnya tidak bisa di tutup Kembali, Rupanya diam diam Bayu menotok orang tersebut dengan lemparan batu kecil. 

Pendekar Sadis sadar bahwa kehadiran dua orang itu yang menotok salah seorang rombongannya. 

“Tangkap tuh Kekek Peyot itu” pendekar Iblis memerintahkan dua orang anak buahnya. Kakek itu melesat keluar diikuti oleh pengikut pendekar sadis.

“Pendekar Sadis kau lawan ku”. Bayu Segara menantang Si Pendekar Iblis sambal melesat keluar.

“Anak ingusan bisa apa kau?” Keduanya sudah berada di luar, langsung saja Pendekar Iblis mengirimkan tendangannya kea rah dada Bayu Segara. Bayu hanya menghindar dan menjentiknya dengan ujung jari, tapi terasa  oleh Si Pendekar sadis  panas dan kesemutan. 

“Syetan ngelunjak kau terimalah pukulanku, Bayu menangkisnya dengan tangan kanan, Tapi akibatnya Si Pendekar Iblis meringis kesakitan terasa tangannya seperti membentur batu keras.

“Hebat juga kau, nih terima jurus api neraka”, Gumpalan api meluncur dengan cepat, tapi gulungan api tersebut bayu tangkap dan dilontarkan Kembali ke pendekar Iblis. Si pendekar Iblis meloncat hampir saja dia kena sambaran api yang dilontarkannya. 

Si Kakek yang telah duduk tenang telah melumpuhkan dua lawannya, kagum melihat jurus jurus yang digunakan anak muda tersebut, dia begitu mengenal jurus-jurusnya. Dia menduga bahwa anak itu murid Abiyasa Kakak seperguruannya. Tapi Kakek itu tidak mau menduga-duga. Sewaktu Si Pendekar Iblis repot menghindari serangan Bayu Segara, Kakek itu mengirimkan suara halusnya tinggalkan saja oreng jahat ini, tak ada gunanya melayani mereka. Kakek dan Bayu Segara melesat meninggalkan tempat itu sambil melemparkan uang kepada yang punya warung, sedangkan Pendekar Iblis hanya bisa berteriak tanpa mengejarnya.

BACAAN LAINNYA

“Jangan Kabur Kau bocah ingusan?” Padahal dalam hatinya mengakui bahwa lawannya itu begitu hebat, baru beberapa jurus  ia sudah terdesak, apalagi melihat dua pengikutnya tergeletak. Anak Muda kita Bersama sampai di sini, kuharap 2 tahun lagi kau bisa menyusul aku di Kaki Gunung Galunggung. Tanyakan Saja Adiayaksa.

Si Kakek Misterius itu berkelebat dan Bayu Segara melanjutkan perjalanan.

Akhirnya ia sampai di daerah Cikawung Ading, masih daerah pesisir laut Selatan.  KLIK DI SINI 

BERSAMBUNG BAGIAN 3

Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...