BERANDA

Minggu, 21 Juli 2024

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI PANTAI SELATAN BAGIAN 4

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI PANTAI SELATAN

(Bagian 4)

(Oleh :Undang Sumargana)

Selamat membaca semoga dapat menghibur:  “Ia Pak Kades aku bermaksud mambantu, Hati-hati dengan dia kesadisan dan kekejamannya melebihi ukuran Iblis”.  “KepaLa Desa beserta putranya merasa gembira,

RAJA SASTRA- Baru kali ini aku bisa melanjutkan cerita silat, mohon maaf kepada pembaca, mungkin tertunda karena berbagai kesibukab yang harus di dahulukan. Rupanya Jagoan kita Bayu Samudra, semakin sakti dan semakin menarik, yang penting selain hanya hiburan semata, ada hal baik yang dapat kita ambil

Selamat membaca semoga dapat menghibur:

“Ia Pak Kades aku bermaksud mambantu, Hati-hati dengan dia kesadisan dan kekejamannya melebihi ukuran Iblis”.

“KepaLa Desa beserta putranya merasa gembira, dan Bayu pun merencanakan melatih para penduduk untuk dibekali ilmu kanuragan di Padepokan “Lodaya Gunung” yang dipimpin oleh Kepala Desa.

Bayu mewariskan Gerakan-gerakan “ulin Pa monyet” dan “Ulin Pa macan” sehingga jurus jurus itu cepat dikuasai oleh anggota Padepokan terutama oleh Wijana dan Ayahnya”. 

Jurus-jurus telah di wariskan, kecuali jurus-jurus tertentu hanya Bayu wariskan kepada Wijana dan Ayahnya Pak Kades.

Beberapa bulan Bayu menetap di Desa itu, para penduduk yang menjadi anggota Padepokan telah jauh meningkat penguasaan ilmunya, Bahkah Kepala Desa dan putranya Wijana telah menguasai jurus jurus tertentu yang diajarkan Bayu. Para pamayang hidupnya Makin tentram, smentara para petani pun hasil kebunnya makin meningkat, Kepala desa dan pegawainya selalu berkeliling kalau kalau ada yang kelaparan. Begitu juga Bayu dan wijana persahabatannya makin lengket. Miskipun Bayu usianya jauh di bawah Wijana, Tapi Wijana sangat menghormatinya, malah menganggap Bayu sebagai gurunya, Gusu Silat dan Guru dalam bidang Agama serta olah Rohani. 

Warga Desa pada hari itu sedang sibuk mendirikan Panggung Besar dan belandongan persiapan 2 hari lagi aka nada pesta rakyat menyambut datangnya “Hajar Lembur” Terhadap barokah yang dibelrikan Allah pada Laut dan pada Tanah Desa Cikawung Ading., 

2 Hari kemudian dalam waktu terang bulan dipanggung telah terdengar tabuhan kendang Penca dan goong diiringi terompet menyewrtai ibing silat yang dioentaskan oleh anak-anak Muda murid Padepokan yang dipimpin olwh Pak Kades dan Wijana. Sedangkan Bayu, Pak Kades serta setap Desa lainnya juga Wijana, duduk-duduk di belandongan. Suara Kendang dan terompet smakin gencar adu kebolehanaduketerampilan di panggung semakin seru. 

Tiba-tiba penciuman Bayu mencium bau sesuatu, ini jelas bukan Bau penduduk Desa. Penciuman Bayu sudah tidak asing lagi Pendekar Jahat yang pernah bertemu Pendekar Iblis daru Gunung Wilis, beserta 3 0rang kawannya. Mata batin Bayu dalam sekilas sudah mengetahui di mana posisi tamu tidak diundang itu. 

Bayu berbisik pada Pak Kades “Kita kedatangan Tamu Jahat Pendekar Iblis dari Gunung Wilis, Siapkan kalau-kalau terjadi sesuatu, jangan gentar biarlah nanti kita hadapi Bersama”.Kedatangan Pendekar Iblis telah diketahui oleh beberapa ponggawa Desa dan jugaWijana.

“Biarla Pak Kades kita tunggu apa maunya mereka”. Pendekar Iblis dari Gunung wilis telah dikenal yang selalu menebarkan kejahatan di berbagai tempat.

“Sudahlah Pendekar Iblis aku telah tahu kedatanganmu berempat, Apa Maunya Kau?” Pendekar Iblis merasa heran ada orang yang mengetahui kedatangannya, malah mengirimkan suara lewat tenaga dalam yang cukuptinggi”.

“kedatangan kita berempat sudah di ketahui, Ayo ikuti aku!! Dengan sekilat Pendekar Iblis dan 3 orang temannya telah berada diatas panggung. 

“Hati hati Pak Kades mereka cukup kejam, biarlah pemimpinnya aku yang hadapi, yang 3 orang bagian Pak Kades dan Wijana, Jangan terlalu banyak libatkan orang, kita ber tiga ditambah satu orang lagi sudah cukup”.

“Hahahahaha, mana pimpinannya”:, tiba tiba suara tawa teman si Pendekar Iblis berhenti, ternyata tersumbat btu kecil yang sengaja dijentikan Bayu.

“Setan kau siapa yang mau main main denganku”. Bayu dan 3orang kawannya melesat tapi tidak sampai di atas panggung cukup berjajar di bawah panggung yang luas.

“Pendekar Iblis, kau masih kenal aku, kita pernah bertemu beberapa tahun yang lalu”.

“Bocah kecil rupanya kau masih hidup, dan sekarang hari terakhirmu kau menghisap udara” Pendekar Iblis melayang mengarahkan terkaman kea rah liher Bayu. Bayu hanya ameloncat ke atas, dalam berakan kera meloncat dahan, sambal mencengkramkan dua tangannya.

Pendekar Iblis terperanjat dan tutup kepalanya tak dapat diselamatkan dalam cengkraman Bayu

“setan kau, terimalah jurus Iblis merenggut nyawa”. Kedua tangannya memerah, dengan cepat  mengarah ke ulu hati Bayu.

Bayu Sadar bahwa si Pendekar Iblis bermaksud meranggut nyawanya, dengan cepat ia membentengi dirinya dengan jurus menahan gelombang Samudra. Akibatnya Gerakan Pendekar Iblis berhenti malah terpental cukup keras. Pendekar Iblis cukup heran dan menyulut amarahnya untuk mengunakan jurus-jurus yang berbahaya.

Syetan kau Pendekar Iblis menyerang dengan kecepatan tinggi, Bayu hanya mengimbangi dengan meloncat secepat angin, dan tiba tiba sudah berada di belakang pendekar Iblis. 

“Aku di sini Pendekar sesat” 

“Jangan main-main kau anak muda, sbentar lagi nyawamu melayang”.  Pendekar Iblis telah mencabut sepasang pedang kembarnya mengarah pada leher dan badan Bayu

“Mati kau bocah” yang melihat pada menjerit mungkin nyawa Bayu tak terselamatkan lagi,  Tapi Bayu dengan sekilat mengibaskan tasbihnya sedangkan tangan yang kiri menangkap sabetan pedang yang Melesat, satu pedang dapat ditangkap dengan tangan kiri dan satu lagi pedang meleleh bentrok dengan tasbih yang di pegang dengan tangan kanan. Sedangkan Pendekar Iblis terjungkal beberapa kali  ke belakang. Dan akhirnya duduk tak berdaya. 

Orang-orang yang melihat begitu takjub melihat kehebatan Bayu termasuk Pendekar tua yang duduk mengintip  dari pucuk pohonatan. 

Di perterungan lainnya  Wijana telah berhasil mengalahkan lawanya dengan pukulan Bayu Samudra uyang diwariskan bayu, walaupun belum sempurna tapi cukup buat lawannya tergeletak. Dan  yang 2 orang pun sudah mulai terdesak. 

Melihat keadaan yang tak menguntungkan, pendekar iblis bangun dan segera menyambar kawannya yang tergeletak dan menyuruh kawan yang lainnya Munduuur.

“Muuunnduuur, He bocah kecil  aku belum kalah suatu saat aku akan datang menangtangmu”. 

Bayu hanya tersenyum, dan menghampiri Pak Kades, “Sudahlah jangan dikejar, dan berilah kesempatan kepada mereka untuk bertobat”.

Lagi lagi Pak Kades termasuk putranya dan para ponggawa desa dibuat kagum dengan kepribadian Bayu, yang tak mau membinasakan lawannya. Padahal kalau mau tadi dengan mudah membunuh Pendekat Iblis. 

Bayu Baru menyadari dengan mata batinnya yang tajam serta penciumannya yang luar biasa, Ia menyadari kehadiran Pendekar tua dari Gunung Galungung yang berda di rungkun atas pohon”.

“Kalau kau bermasud baik turunlah kau pendekar tua bergabung dengan Kami”. Secepat kilat pendekar tua itu telah berada dihadapan Bayu, Kepala Desa dan lainnya terperanjat dan mundur.

“Gak Apa-apa Pak Kades ini Perkenalkan sepuhku Pendekar Tua dari Gunung Galunggung”. 

“Maap kehadiranku menganggu kalian, aku hanya singgah kebetulan kalian sedang rebut-ribut dengan Pendekar Iblis, dari tadi aku  yakin akan dapat mengatasinya, terutama kau bayu kau makin hebat”.

“Tidaklah Pendekar tua aku anak muda yang masih bodoh, yang masih banyak belajar”. Lalu tujan lainnya kemana Pak Tua?”

“Aku hanya mengingatkanmu, kau 5 bulan lagi ditunggu di Gunung Galungung, Kebetulan aku juga. Baru bertemu dengan gurumu di Bubujung Cipatujah”., 

“Terma kasih undangannya aku ingat dan insya Allah datang”

“Ayolah duduk-duduk dulu sekalian minum-minum sambal melanjutkan acara yang terganggu tadi”. Ajak Wijana 

Akhirnya Pendekar tua ikut bergabung, sementara hiburan terus berlanjut sampai larut malam” Akhirnya pendekar tua melanjutkan perjalanan, tidakheran bagipendekar yang senang berkelana, tidur di atas pohon pun tak jadi permasalahan.

Paginya begitu membludaknya lautan manusia menyaksikan upacara sacral “hajat bumi dan sedekah pada laut yang telah emberi kehidupan, Berbagai seni tradisonal di gelar, para penjaja makananpun datang dari berbagai penjuru. Para penduduk banyak memperbincangkan kejadian semalam, terutama pembicaraan terpokus pada Bayu dan Wijana dua pendekar Desa yang makin dikagumi masyarakat.

“Wah aku ngeri melihat perkelahian semalam, Dikira anak Muda Bayu akan mati di bunuh pendekar Iblis, tapi malah pendekar Iblis yang Celaka”. 

“Ia aku juga menyaksikannya, Tapi kenapa Pendekar Iblis itu langsung saja di bunuh, padahal pendekar Iblis sudah jatuh tak berdaya”.

“Ya itulah hebatnya pendekar berhati lurus tak sembarang melenyapkan nyawa orang, terhadap orang jahat sekalipun.

BACAAN LAINNYA:

“Wijana juga tak kalah hebat, jurus-jurusnya semakin mumpuni setelah ia bergaul dengan Bayu”, 

“Ya dia memang orang baik tidak menyombongkan kedudukan ayahnya, Pantas suatu saat dia menjadi pengganti ayahnya”.

Percakapan para penduduk itu bercampur baur dengan orang yang menjajakan makanan. Dan hasil bumi serta kerajinan masyarakat.

Akhirnya upacara sacral Hajat Bumi dan sedekahLaut berlangsung dengan hidmat, dan hariiru juga Kepala Desa menganugrahkan gelar warga kehormatan Kepada Pendakar Muda “Bayu Samudra”.

Bayu berjalan kedepan meskipun agak risi dan diaminta ijin pak Kades untuk memanggi dua tungganyannya sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat yang belum banyak tahu. 

“Bapak Kepala Desa berserta para ponggawanya dan Kakaku Wijana, begitu malunya aku diberi gelar kehormatan, padahal yang pantas mendapat gelar itu itu kakakku Wijana dan masyarakat lainnya, Namun dengan penuh rasa randah hati ku terima dan ijinkan aku untuk memanggil tungganganku sekaligus berkenalan dengan warga sekitar. 

Tiba-tiba bayu bersuit dan muncullah seekor harimau dan Burung elang yang bertenger di Pundak harimau.

“Jangan terkejut ini tungganganku sengaja ku dia kusuruh untuk tidak sering menampakkan diri, dan sejak sekarang jadikanlah dia sebagai para sahabatmu wahai warga Desa Cikawung Ading” 

Semua warga semakin kagum dan menaruh hormat kepada pendekar mud itu dan mereka tidak takut lagi pada arimau dan elang tungangan  sekaligu pengawal Bayu Samudra.

KLIK DI SINI

BERSAMBUNG KE BAGIAN 5

Sabtu, 20 Juli 2024

BUAT SI KUTU LONCAT YANG MENEBARKAN BAU BUSUK

BUAT SI KUTU LONCAT 

YANG MENEBARKAN BAU BUSUK 

Kutu loncat adalah binatang yang menebarkan bau busuk, tapi yang dimaksud kutu loncat di sini adalah ditujukan kepada politisi yang tidak teguh pendirian. Kadang kadang pemilihan sebelumnya berada di partai A pemilu berikutnya berada di partai B. Dia tidak punya pendirian ber[pindah pindah mana yang dianggap menguntungkan bagi dirinya bukan bagi kepentingan rakyat.
BUAT SI KUTU LONCAT YANG MENEBARKAN BAU BUSUK

Pengantar Puisi:

rajasastra-us.blogspot.com/- Kutu loncat adalah binatang yang menebarkan bau busuk, tapi yang dimaksud kutu loncat di sini adalah ditujukan kepada politisi yang tidak teguh pendirian. Kadang kadang pemilihan sebelumnya berada di partai A pemilu berikutnya berada di partai B. Dia tidak punya pendirian ber[pindah pindah mana yang dianggap menguntungkan bagi dirinya bukan bagi kepentingan rakyat. Hal ini banyak dilakukan oleh politisi politisi Indonesia bermanuper tidak mempunyai rasa idealis politik. Kutu loncat tersebar di mana-mana, singgah ditempat yang sekiranya menguntungkan dirinya. Tak peduli bau busuk yang tercium orang lain yang penting dirinya beruntung, dia terus meloncat dari satu ranting ke ranting lain, akhirnya singgah dan terus memberi janji manis demi mendapatkan kepercayaan.

BACAAN LAINNYA:

 BALADA

Balada adalah salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah kisah atau cerita tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Puisi Balada adalah puisi sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan terkadang berupa dialog. Di bawah ini penulis mencoba menyajikan puisi balada yang berisi sindiran/kritikan.

BALADA SI  KUTU LONCAT

(Undang Sumargana)

Bau busuk mulai menebar

Kau mulai bermanuper dengan bacotmu

dari mimbar ke mimbar

Suara lantang janjikan kebahagiaan

Si kutu loncat kutu busuk kutu kupret

Loncat sana loncat sini

Jilat sana jilat sini


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Mencari makan dari ocehan

Mencari muka dari sang raja

Janjinya manis tak pernah ditepati

Mukanya ramah hatinya dengki

Tugas menjaga malah mencuri


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Gayanya politikus sejati

Hatinya kau sengkuni

Kutu loncat ulat negri suka khianat

Kutu kupret ulat negeri tukang korupsi.


Kutu loncat, kutu kupret, kutu busuk

Bahasanya putih hatinya pekat

Kutu loncat kutu sejati

Meloncat lima tahun sekali.


Tasik Selatan,  19 Maret 2023

KLIK DI SINI

4 MANUSIA YANG PERNAH MASUK SURGA SEBELUM KIAMAT

4 MANUSIA YANG PERNAH MASUK SURGA 

SEBELUM KIAMAT
  

ilustrasi surga

RAJA SASTRA- Surga dan Neraka adalah balasan yang akan diterima manusia  setelah ditentukan di alam masyar, melalui pengadilan Allah yang MahaAdil.

Setelah kehidupan dunia berakhir dengan terjadinya kiamat, seluruh manusia kemudian melanjutkan kehidupan di akhirat. Manusia akan dibangkitkan lalu berkumpul di padang Mahsyar untuk menentukan apakah ia akan masuk surga atau neraka.

4 manusia pernah masuk surga  sebelum kiamat. walaupun serangkaian tahap yang perlu dilalui manusia untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu neraka atau surga, tapi sebenarnya sudah ada orang yang lebih dahulu pernah masuk surga. Orang ini bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an. Siapakah dia?

Orang yang Pernah Masuk Surga Sebelum Kiamat

1. Nabi Adam AS

2. Hawa (istrinya Nabi Adam)

3. Nabi Muhammad SAW

4. Nabi Idris AS

Dalam kitab Al-Jannah wan Naar, Umar Sulaiman Al-Asyqar mengungkapkan bahwa manusia yang pernah masuk ke dalam surga sebelum terjadinya kiamat adalah 

Hal ini sebagaimana kalam Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 35, yang berbunyi:

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ - 35

Artinya: "Kami berfirman, "Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini, sehingga kamu termasuk orang-orang zalim!"

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan karunia-Nya kepada Adam AS dengan memperkenankannya untuk tinggal di surga di bagian mana saja yang ia suka, hingga memakan makanan yang lezat lagi baik di dalamnya.

Menurut konteks ayat tersebut, diketahui kalau Hawa diciptakan sebelum Adam AS masuk ke surga. Dan barulah setelah Hawa tercipta, Allah SWT memperbolehkan keduanya untuk masuk ke dalam sana.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah juga menafsirkan ayat tersebut dengan, "..."Wahai Adam, diamilah dengan tenang (sebagaimana dipahami dari makna kata 'uskun') - engkau dan istrimu - berdua saja tidak bersama anak cucumu karena kamu tidak akan beranak cucu di surga ini...".

BACAA YANG LAIN

Surga yang Disinggahi Nabi Adam

Perihal surga yang didiami oleh Adam AS bersama istrinya, para ulama berbeda pendapat apakah surga itu berada di langit atau di bumi. Jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang disinggahi Adam AS berada di langit, yaitu Surga al-Ma'wa.

Ibnu Katsir dalam kitab Qashash Al-Anbiya memaparkan bahwa huruf alif dan lam pada kata "al-jannah" (surga) dalam Surat Al-Baqarah ayat 35 menunjukkan bahwa surga tersebut tidak bersifat umum, dan ialah Surga Ma'wa.

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah RA juga disebutkan menjadi bukti kuat dan jelas yang menunjukkan bahwa surga yang ditempati Adam AS adalah Surga Al-Ma'wa.

Namun, sebagian ulama lain mengatakan bahwa surga yang disinggahi Adam AS bukanlah Surga Al-Ma'wa yang abadi (jannah al-khulud). Mereka berpendapat demikian lantaran Adam AS diperintahkan untuk tidak memakan buah dari sebuah pohon. Ia juga pernah tertidur di dalamnya dan dikeluarkan dari sana, serta bahkan iblis bisa masuk ke dalamnya.

Kedua pendapat mengenai surga yang ditempati Adam AS turut dipaparkan Al-Qadhi Al-Mawardi dalam kitab Tafsirnya, "Perbedaan pendapat tentang surga yang ditempati oleh keduanya -yaitu Adam AS dan Hawa- mengerucut pada dua pendapat."

"Pendapat pertama mengatakan, 'Sesungguhnya surga itu adalah surga yang kekal (jannah al-khulud)'. Sementara itu pendapat kedua mengatakan, 'Surga tersebut adalah surga yang sengaja disediakan oleh Allah SWT untuk Adam AS dan Hawa. Surga itu sebagai tempat ujian bagi keduanya, bukan surga abadi yang disediakan sebagai tempat pembalasan'."

Manusia Lainnya yang Pernah Masuk Surga

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Hadil Arwah ila Biladil Afrah yang diterjemahkan oleh Zainul Maarif mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke dalam surga sebelum hari kiamat terjadi.

Ia bersandar pada sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, "Semalam aku masuk surga. Di sana aku melihat seorang perempuan wudhu di samping istana." (HR Bukhari dan Muslim)

Imran bin Hushain RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Aku melihat ke dalam surga, maka kulihat penghuninya adalah orang miskin. Dan aku melihat ke dalam neraka, maka kulihat penghuninya adalah kaum perempuan."

Selain itu, Nabi Idris AS pernah pula masuk ke dalam surga. Ini disebutkan dalam kisah Idris AS yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbih sebagaimana dikutip Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam Shahih Qashashil Qur'an yang diterjemahkan Muhyiddin Mas Rida dan Muhammad Khalid Al-Sharih.

Wallahu a'lam. KLIK DI SINI

Sunber bacaan detikHikmah

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI PANTAI SELATAN BAGIAN 3

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI 
PANTAI  SELATAN BAGIAN 3

PENDEKAR SAKTI BAYU SAMUDRA DARI  PANTAI  SELATAN BAGIAN 3

RAJA SASTRA- Kehadiran Bayu di surau menarik perhatian orang yang ada di sekitar. Terutama rompi dan ikat Kepala dari kulit harimau membuat terlihat Bayu Samudra  lebih tampan dan berwibawa. 

Tak jauh dari sana ada pertunjukkan hiburan di depan Rumah Kepala Desa. Sekedar hiburan ibing pencak silat dan jenis seni lainnya ditampilkan. Beberapa orang telah membawakan Ibing Pencak Silat, dilanjutkan dengan peragaan kemaheran dari jurus jurus silat. Akhirnya sampailah adu ketangkasan diantara murid-murid pedepokan “Lodaya Gunung” Kepala Desa ketua pedepokan itu dan Bersama sama putra lelakinya mengelola pedepokan tersebut, Padepokan itu cukup disegani dan dihormati penduduk Desa itu, sehingga perampok dari manapun segan untuk melakukan kejahatan di desa tersebut. Mula-mula jalannya acara berjalan lancer, tapi selang beberapa lama berkelebat seseorang melesat ke atas panggung dengan memperlihatkan kepongahannya. Seorang kepala plontos telah berdiri di atas panggung dengan menantang pimpinan perguruan tersebut. 

“Aku mau bertarung dengan pimpinan pedepokan ini, aku mau tahu sampai di mana kehebatannya”. Dia menantang dengan sipat pongahnya. Tentu saja putra Kepala Desa yang bernama Wijana merasa panas ada orang yang menantang ayahnya. Terjadilah pertarungan hebat, beberapa jurus belum ada yang kalah, dari tempat lain dua  orang pelontos lainnya memperhatikan, dan tiba-tiba melihat temannya terdesak dia melemparkan belati kecil mengarah ke putra Kepala Desa. Untung saja Bayu melihat kejadian tersebut dilemparnya belati kecil yang sedang melesat dengan batu kerikil dan belati itu jatuh di atas tanah, melihat kejadian tersebut Kepala Desa sebagai pimpinan pedepokan tersebut, merasa khawatir keselamatan putranya dan mengucapkan sukur atas pertolongan yang tak dapat diduga. Bersamaan dengan itu orang berambut plontos yang berada di panggung terhuyung huyung kena tendangan kaki wijana, dan dua orang temannya yang sama berambut plontos sudah melesat ke atas belati dengan mengenggam sepasang belati. Disusul Kemudian dengan Kepala Desa yang telh melesat membantu putranya. Sukurlah akhirnya ketua pedepokan yang kunantikan datang juga.

“Hemh tiga kembar pelontos dari Hutan Terjung.” Cepatlah kau bersujud di telapak kakiku sebelum belati beracun ini merobek perutmu”.

“Tidak usah sesumbar tiga kembar botak”, Kau beleum tentu dapat mengalahkanku”

Akhirnya pertarungan beralih ke luar panggung  2 orang melawan tiga orang, selang beberapa lama Kepala Desa dan putranya makin terdesak, dan disaat -saat kritis bayu meloncat dengan maksud menyelamatkan Kepala Desa dan putranya. 

“Hemh Bocah ingusan, mau apa kau ke sini?” Cukup saja aku seorang menghadapi kau tiga plontos dari hutan terjung, Maapkan Bapak Kades tak perlu kau turun tangan menghadapi 3 orang ini istrirahatlah kau Bersama putramu terlalu kotor menghadapi orang-orang jahat seperti ini. Kepala Desa dan putranya berpandangan, lgi pula Kepala Desa tersebut yakin bahwa yang menolong putranya adalah pemuda tadi akhirnya mereka melesat Kembali ke tempat duduk tadi, 

3 kembar plontos memuncak amarahnya dihadapi oleh anak muda yang masih tangung,

 “Enyahlah kau dari sini sebelum ususmu ku robek dengan belatiku”

“Jangan sesumbar kawan segera kau lakukan kalau mampu?”

“Tiga orang tersebut menusukan belatinya untuk mencingcang badan Bayu Tapi Bayu dalam sekejap sudah berpindah tempat berada di belakang mereka. Lagi pula Bayu tak ingin lama-lama segera menyelesaikan pertarungan tersebut, pukulan segara geni yang mengandung hawa panas kea rah mereka tapi hanya menggunakan seperdelapan tanaganya Bayu tak ingin membuat lawannya Binasa, ke tiga lawannya terlempar jauh dengan merasakan hawa panas yang tiada tara, Akhirnya mereka melarikan diri mencari selamat.

Anak Kepala Desa dan Kepala Desa yang kena sedikit goresan belati 3 kembar plontos mulai merasakan tubuhnya panas membara akibat racun yang menjalar, Segera Bayu menghampirinya dan menaburkan bubuk penangkal racun di tangan kepada Desa serta di Pundak putranya. 

“Terima kasih Nak Siapa kau sebenarnya?, kau telah menyelamatkan putraku dan menyembuhkan Lukaku dan putraku”

“Tuhanlah yang menyelamatkan Bapak dan kakak berdua, aku ini hanya anak kecil yang tak sengaja singgah di tempat ini”

“Perkenalkan namaku Bayu Segara” Kepala Desa melongo mendengar nama tersebut, karena nama Bayu segara mulai jadi pembicaraan orang, karena kesaktian dan budinya yang luhur.

“Salam hirmat Kami anak muda, maapkan aku yang bodoh ini ternyata tuhan mempertemukan aku dengan pendekar muda yang agung ini”.

“Janganlah berlebihan Pak Kades, aku ini orang biasa yang masih muda ptutlah kiranya kau anggap orang tua dan kakakku. Maapkan kehadiranku menganggu dan merepotkan di sini”.

“Tidaklah Nak kita duduk saja dulu disini sambal melanjutkan menonton pagelaran di panggung”. 

“Istirahatlah di sini, malah merasa terhormat bila Nak Bayu tinggal lama di Desa ini”. 

Kehadiran Bayu di Desa itu menjadikan bahan perbincangan, apalagi kalau berbicara kehebatan ilmu Kanuragannya kadang-kadang dilebih-lebihkan, Kepasihan bayu dalam melantunkan Alqur’an membuat orang berdecak kagum Keakraban Bayu dengan keluarga Kepala Desa apa lagi dengan putranya Wijana membuat keluarga itu semakin ceria, Bayu yang rendah hati membuat warga masyarakatpun tak segan berbincang dengan bayu, sewaktu-waktu bayu mendatangi padepokan sehingga pedepokan tersebut dalam waktu singkat terus berkembang.Jurus-jurus tertentu bayu ajarkan ke Kepala Desa dan putra lelakinya, membuatpak Kades dan putranya merasa hormat dan menganggap bayu Gurunya. 

Enam Bulan Bayu berada di sana walaupun Bayu masih betah tapi ada tugas utama yang harus diembanya yaitu mengembara membasmi kejahatan, maka sudah cukup waktunya meninggalkan Desa tersebut. Pak Kades dan putranya serta masyarakat tak bisa menghalanginya, mereka merelakan kepergian Bayu walau dengan perasaan sungkan, mereka sadar Bahwa Bayu Satria muda yang harus mengembara. Tujuan Bayu Kali ini menuju tem[pat sepi di tengah hutan, untuk menyempurnakan ilmu yang telah dimilikinya, Dia menjauhi laut masuk ke pedalaman terus menyusuri belantara merambah hutan yang jauh dari jangkauan manusia. Akhirnya sampailah di sebuah telaga kecil yang pinggirnya ditumbuhi pohon-pohon besar. Bayu segara membangun tempat tidur di atas  dahan sederhana tapi cukup nyaman ditempati. Sedangkan untuk bahan makanan banyak buah-buah dan umbia-umbian yang dapat dimakan yang tumbuhdi sekitar hutan.

Malam pertama ia berada sendirian di tengah hutan dalam tempat sederhana yang di bangun di atas pohon. Setelah ia tertidur cukup pulas, ia terkejut kakinya ada yang mengoyang goyangkan. Penghuni hutan yang ternyata kera besar berbulu hitam kecoklatan, bayu cepat bangun dengan sigap, tapi kera tersebut hanya menyodorkan tangan, tandanya ia cukup bersahabat, bayu hanya tersenyum menerima persahabatan dari mahluk tersebut. 

“Sudahlah ini hari masih malam, aku mau sembahyang malam, kita bertemu lagi besok pagi” Kera itu seperti yang mengerti ia mengangguk dan langsung pergi meloncat dari dahan ke dahan. Sedangkan bayu meloncat melayang ke pinggir dana terus mandi untuk melaksanakan sholat malam.

Baru saja pagi tiba, didahan-dahan pohon dekat  tempat bayu istirahat sudah terdengar riuh beratus ratus kera dipimpin oleh kera besar yang mendatangi tadi malam. Rupanya mereka datang untuk menjalin persahabatan, malah diantara kera banyak yang membawa bermacam buah buahan yang terus disimpan di tempat bayu.  Bayu Kagum dan terus dia berbicara menggunakan Bahasa binatang.

“Semua rombongan Kera , sejak hari ini kita bersahabat, dan pimpinan Kalian kuanggap sebagai teman, Pimpinan kera yang berbadan besar mendekati Bayu dan langsung menletakkan tangannya di Pundak Bayu, sedangkan kera yang lain bersuara riuh terlihat seperti bertepuk tangan segala, seperti penyambutan dengan penuh kegembiraan.

Kejadian pagi itu memang kejadian aneh kalau dari kacamata manusia sekarang, tapi ternyata binatangpun menginginkan kedamaian seperti alam kehidupan manusia, malah kemurnian hati Binatangkadang lebih bersih dari hati manusia, Ini menjadi catatan bagi Bayu sebagai Pendekar muda yang perlu terus ditempa pengembaraan.

Hari demi hari bayu lakoni dengan melatih ilmu kanuragan yang telah dia kuasai, dan malamnya diisi dengan melatih ketajaman batinnya. Dalam waktu singkat kermampuan Bayu telah mengalami kemajuan yang pesat, malah kemampuan meloncat dari dahan ke dahan melebihi kera-kera yang berada di sekitar Bayu, sehingga sambal melatih kemampuannya ia kadang bermain dengan kera-kera di atas dahan, sehingga   semua gerak derik kera tak luput dari pengamatannya, bahkan semua kesigapan kera telah ia kuasai, maka terciptalah jurus-jurus yang di sebut “Ulin Pa Monyet” (monyet itu artinya kera dalam Bahasa Sunda. Sebagai penerang cukup menggunakan tasbeh Batu giok warisan gurunya.

Selain dengan kera Bayu pun bersahabat dengan binatang binatang lain seperti Harimau, ular dan burung. Malah Bayu telah menciptakan jurus jurus Harimau yang di padukan dengan penggunaan tenaga dalam yang Dahsyat, jurus jurus ular yang ia padukan dengan kelincahan kera. Dalam waktu singkat jurus-jurus hebat telah tercipta disertai kemampuan ilmu batin yang telah mencapai tahap kesempurnaan, Mungkin dalam ukuran manusia saat itu sulit untuk mendapatkanlawan yang sepadan. Bahkan kemampuannya untuk terbang seperti burung dengan merentangkan kedua tangannya rasanya spertia hal mustahil, tapi Bayu menguasainya dengan hebat. Hampir 1 tahun setengah Bayu dari mulai turun Gunung Dari Bubujung Cipatujah, sampai menempati Hutan yang berada di daerah Sindang sekarang masuk wilayahKecamatan Cipatujah. 

BACA YANG LAINNYA:

Kalau bepergian Bayu selalu di kawal Harimau kadang jadi tunggangannya dan di atas Elang besar yang selalu mengikutinya, malah sekali- sekali Bayu mengunggangi harimau, atau berada dipunggung Elang untuk Bersama terbang.

Hari itu adalah hari terakhir Bayu berada di Hutan Sindang, ia berpamitan dengangan sahabat sahabatnya binatang penghuni hutan, Bayu telah menjadikan keadamian di Hutan itu, binatang binatang di sana hidup dengan berdampingan. Akhirnya Bayu telah berada dipunggung Elang terbang di atas wan, sedangkan di bawahnya harimau sahabatnya mengikuti ke mana arah Elang terbang. Sampailah di sebuah lapangan di desa tempat Bayu terakhir sebelum ke hutan.

Kedatangan Bayu cukup menggemparkan masyarakat sekitar, malah banyakyang ketakutan, melihat tunggangannya Elang yang begitu besdar, dan di bawahnya pengawalan Harimau yang begitu menakutkan. Penampilan Bayu dengan mengenakan Rompi dan celana dari kulit harimau dan Alas kaki berupa sepatu dari kulit Manjangan, ditambah ikat Kepala dari kulit harimau yang di hiasi Bulu Merak yang indah. Masyarakat pada ngumpet meloihat dari kejauhan, sedangkan Wijana yang berada tak jauh dari tempat Bayu menatapnya dengan heran, Tapi akhirnya Ia hapal bahwa itu Bayu yang pernah menolongnya. 

“Bayuu”

“ Oh Wijana, Maap kedatanganku meresahkan masyarakat sekitar, ia menyuruh kedua binatang pengawalnya untuk bersembunyi.”

“Syukurlah Kau Bayu mau datang lagi ketempatku”

“Maap- sekali lagi maaf, kalau membuat resah penduduk”.

“Tak apalah Bayu ayo kita bergegas menemuai Ayahku”

Pertemuan Bayu dengan Keluarga Kepala Desa dan penduduk di sana membawa kebahagiaan, Bayu yang tumbuh semakin tampan serta tingkahnya yang selalu merendah, menjadikan Kepala Desa dan keluarganya menjadi segan. Apa lagi dikalangan penduduk Nama Bayu sudah tak asing lagi ia menjadi Idola masyarakat yang sangat di segani.

“Nak Bayu aku mohon dengan sangat, kau bisa tinggal di sini untuk beberapa saat, Akhir-akhir ini di desa-desa lain telah merajalela perampokan yang dipimpin Raja Iblis dari Gunung Burangrang dan bergelar Pendekar Sadis”

Bayu terkejut, dan iapun berniat membantu Kepala Desa dan penduduknya KLIK DI SINI

BERSAMBUNG KE BAGIAN 4

SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU

 SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU



RAJA SASTRA KLIK di sini  rajasastra-us.blogspot.com Sungai menjadikan inspirasi bagi kita bahwa kita tidak bisa hanya menikmati dan menjaganya saja. Akan tetapi kita harus mulai membangun keindahan alam indonesia ini, meskipun hanya dengan memulai dari menanam satu pohon saja. Keberadaan sungai, yang memberikan berkah kehidupan bagi manusia, perlu terus dipelihara dijaga jangan sampai tercemar, jangan sampai debit air dari gunung mnegering karena keserakahan kita. Sungai akan memberikan kehidupan kepada manusia tatkala manusia itu sendiri bertindak dengan rasa cinta dan memrasa memilikinya. Karena kalau berlaku serakah, misalnya membuang sampah sembarangan, pengambilan batu dan pasir di kali yang berlebihan, sungai  akan murka memporak prandakan penduduk di sekitarnya.

Di sini penulis mencoba menggambarkan keindahan sungai Cijalu yang melintas membelah perkampungan di Desa Bantarkalong, Kec. Cipatujah Kab. Tasikmalaya, dan bermuara di laut Cipatujah.

Mari kita mengaspirasi  puisi berikut dengan menekankan daya ekspresi, bertolak dari diksi yang ditulis


BACAAN LAINNYA


SIMFONI INDAH DALAM GEMERCIK AIR SUNGAI CIJALU

(Undang Sumargana)


Ada simfoni indah dalam germercik air sungai Cijalu

seutas kenangan berjatuhan luruh dalam di beningnya air kali

berderai lepas dalam gemuruh ingatan yang tak pernah padam

ada gemerisik daun bambu yang mengalun sepanjang tepi

terus mengalir menerpa batu-batu meliuk  menuju samudera 


sepanjang sungai cijalu

percikan  air bercerita tentang hutan yang masih perawan

nyanyian angin  berirama dipucuk-pucuk daun          

rumput rumput menari di sela rimbun pepohonan

serta kicauan burung disambut embun pagi di dedaunan


Sepanjang bantaran sungai Cijalu

ada rindu  yang menapak di tumpukan  batu batu

Ada bayangngan yang  nampak  di jernihnya air A

air yang mengalir ke samudra

ombak yang menjemput di muara

adalah cinta yang dibangun dari rasa setia

di satukan dalam gelora sunyi lautan duka


Di cekungan  aliran sungai

ada rindu yang bertaut dilurung kalbu

ada cerita yang menapak di masa kanak

bermain semburan air

berenang menikmati kesejukan

meloncat penuh ketangkasan

klik di sini

Tasik Selatan, April 2023

Jumat, 19 Juli 2024

MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF DAN PENYAIR KLASIK DARI INDIA

MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF  

DAN PENYAIR KLASIK  DARI INDIA

Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang filsup dan penyair klasik dari India, selain itu ia seorang  politisi,  besar abad ke-20  nama lengkapnya Sir Allama Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 – meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.
MENGENAL MUHAMMAD IQBAL SEBAGAI SEORANG FILSUF   DAN PENYAIR KLASIK  DARI INDIA

RAJA SASTRA Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang filsup dan penyair klasik dari India, selain itu ia seorang  politisi,  besar abad ke-20  nama lengkapnya Sir Allama Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 – meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.

Muhammad Iqbal yang  dikenal  sebagai seorang filsuf dan penyair klasik, ia juga seorang politisi besar hingga kini Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sastra Urdu, dengan karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia.

Iqbal dikagumi sebagai penyair klasik menonjol oleh sarjana-sarjana sastra dari Pakistan, India, maupun secara internasional. Bukan cuma dikenal sebagai penyair, ia juga dianggap sebagai “pemikir filosofis Muslim pada masa modern”.

Buku puisi pertamanya, Asrar-e-Khudi, juga buku puisi lainnya termasuk Rumuz-i-Bekhudi, Payam-i-Mashriq dan Zabur-i-Ajam;; dicetak dalam bahasa Persia pada 1915. Di antara karya-karyanya, Bang-i-Dara, Bal-i-Jibril, Zarb-i Kalim dan bagian dari Armughan-e-Hijaz merupakan karya Urdu-nya yang paling dikenal. Bersama puisi Urdu dan Persia-nya, berbagai kuliah dan surat dalam bahasa Urdu dan Bahasa Inggris-nya telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada perselisihan budaya, sosial, religius dan politik selama bertahun-tahun. Pada 1922, ia diberi gelar bangsawan oleh Raja George V, dan memberinya titel “Sir“.

Ketika mempelajari hukum dan filsafat di Inggris, Iqbal menjadi anggota “All India Muslim League” cabang London. Kemudian dalam salah satu ceramahnya yang paling terkenal, Iqbal mendorong pembentukan negara Muslim di Barat Daya India. Ceramah ini diutarakan pada ceramah kepresidenannya di Liga pada sesi Desember 1930. Saat itu ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Quid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah.

Muhammad Iqbal dikenal  sebagai  seorang penyair  klasik,  politisi, dan filsuf besar Iqbal dikenal sebagai Shair-e-Mushriq  yang berarti “Penyair dari Timur”. Ia juga disebut sebagai Muffakir-e-Pakistan(“The Inceptor of Pakistan”) dan Hakeem-ul-Ummat (“The Sage of the Ummah”). Di Iran dan Afganistan ia terkenal sebagai Iqbāl-e Lāhorī (Iqbal dari Lahore), dan sangat dihargai atas karya-karya berbahasa Persia-nya. Pemerintah Pakistan menghargainya sebagai “penyair nasional”, hingga hari ulang tahunnya (Yōm-e Welādat-e Muḥammad Iqbāl) dijadikan hari libur di Pakistan. (Wikipedia)


Mengenal  4  Puisi Mohammad Iqbal

Untuk lebih mengenal beliau mari kita baca 4 puisi  beliau:

1. Nasehat Elang Pada Anaknya

Kau tahu bahwa semua elang hanya pantas bagi sesama elang:

Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki hati singa.

Harus berani dan hormat diri, sergaplah mangsa yang besar saja.

Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung meliwis dan pipit

Kecuali jika kauingin melatih kepandaianmu memburu.


Adalah hina, pengecut, tanpa berusaha mengeram

Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah.


Elang tolol yang meniru cara hidup burung pipit yang pemalu

Akan menjumpai nasib malang sebab ialah yang menjadi mangsa buruannya


Kutahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya

Oleh karena mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum.

 

Peliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia

Selalulah geram, keras, berani dan kuat dalam perjuangan hidup.

Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh indah dan langsing


Bangunlah dirimu kokoh seteguh tanduk rusa jantan.

Apa pun kesenangan yang berasal dari kehidupan fana di sini

Datang dari hidup yang penuh keberanian, kegiatan dan kecermatan.


Nasehat berharga yang telah diberikan elang pada anaknya:

Jadikan tetesan darah kemilaumu berkilat-kilat bagaikan manikam.

Jangan kehilangan diri dalam penggembalaan seperti domba dan kerbau


Jadilah dirimu seperti nenek-moyangmu semenjak dulu.

Kuingat dengan baik betapa orangtuaku senantiasa menasehatiku begitu.

“Jangan bangun sarangmu di dahan pohon, “ ujar mereka.

“Kita para elang tak mencari perlindungan di taman dan ladang manusia.

Surga kita di puncak-puncak gunung, gurun luas dan tebing jurang.

Bagi kita haram menjemput bulir-bulir jelai dari tanah


Sebab Tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tak terbatas.

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam di bumi

Di mataku lebih buruk dari burung kelahiran bumi.

Bagi elang ladang buruannya adalah karang dan batu jurang

Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya.


Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin

Keturunan paling murni dari burung garuda.

Jika seekor elang muda ditantang oleh seekor harimau

Tanpa mengenal takut ia akan membelalakkan matanya.

Terbangmu pasti dan megah seperti terbang malaikat


Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung

Di bawah kolong langit yang luas ini, kau tinggal

Martabatmu terangkat oleh kekuatan, sasaran apa pun tak ditampik oleh matamu


Kau tak boleh meminta makanan dari tangan orang lain kapan pun saja.

Baik-baiklah kau membawa diri dan dengarkan selalu nasehat yang baik dan luhur


2. Pesan kepada Bangsa Timur

Bangunlah kerajaan cinta di tempatmu berdiam

Ciptakan nama baru fajar dan malam kemilau

Tenunlah kata-katamu

Jika Tuhan melimpahimu sahabat alam dari kesenyapan mawar dan teratai

Jangan pinta kurnia dari si tukang gelas Magribi

Buatlah sendiri piala dan kendimu dari tanah lempungmu

Lagukan bagai buah anggur di tangkainya

Buatlah minuman darinya

 

3. Harapan Kepada Pemuda

Aku harapkan pemuda inilah yang akan sanggup membangunkan zaman yang baru memperbaru kekuatan iman menjalankan pelita hidayat

menyebarkan ajaran khatamul-anbiya’

menancapkan di tengah medan pokok ajaran Ibrahim

Api ini akan hidup kembali dan membakar

jangan mengeluh jua , hai orang yang mengadu

Jangan putus asa , melihat lengang kebunmu

Cahaya pagi telah terhampar bersih

Dan kembang-kembang telah menyebar harum narwastu


Khilafatul-Ard akan diserahkan kembali ke tanganmu

Bersedialah dari sekarang

Tegaklah untuk menetapkan engkau ada

Denganmulah Nur Tauhid akan disempurnakan kembali

Engkaulah minyak atar itu , meskipun masih tersimpan dalam

kuntum yang akan mekar

 

Tegaklah, dan pikullah amanat ini atas pundakmu

Hembuslah panas nafasmu di atas kebun ini

Agar harum-harum narwastu meliputi segala

Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak

hanya berbunyi ketika terhempas di pantai

Tetapi jadilah kamu air-bah , mengubah dunia dengan amalmu


Kipaskan sayap mu di seluruh ufuk

Sinarilah zaman dengan nur imanmu

Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu

Patrikan segala dengan nama Muhammad

BACAAB LAINNYA 

4. Nyanyian Waktu

Aku derita mahupun penawar

Kesederhanaan mahupun kemegahan.

Aku pedang yang menghancurkan

Aku mata air kekekalan

Aku api yang membinasakan

Aku taman kebaqaan

Pertentanganku nyata

(Anggaplah itu tipu-muslihat):

Berubah selalu, diam senantiasa

Tak berubah dalam dada yang berubah.

Seperti jiwa manusia aku tak terikat

Pada lambang-lambang bilangan-

Aku tak terikat pada masa dan keluasan

Pada pergantian dan tahun kabisat

Kau adalah rahasia terpendam dalam dirimu

Aku adalah rahasia dari wujudmu.

Aku hidup karena kau memiliki jiwa

Dan tempat tinggalku adalah kesendirian jiwamu

KLIK DI SINI

Kamis, 18 Juli 2024

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, karena pada kenyataannya sampai saat ini hanya baru merupakan konsep yang belum bisa dituntaskan. Dan dalam kenyataannya pemerintah tanpa korupsi menjadi dambaan banyak  tokoh di dunia. Pemerintah tanpa korupsi selalu jadi salah satu isu  kampanye untuk meraih suara dan simpati rakyat.

PEMERINTAH TANPA KORUPSI SUATU ANGAN ANGAN YANG SULIT DIWUJUDKAN

rajasastra-us.blogspot.com Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, karena pada kenyataannya sampai saat ini hanya baru merupakan konsep yang belum bisa dituntaskan. Dan dalam kenyataannya pemerintah tanpa korupsi menjadi dambaan banyak  tokoh di dunia. Pemerintah tanpa korupsi selalu jadi salah satu isu  kampanye untuk meraih suara dan simpati rakyat. 

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, padahal prilaku korupsi itu adalah prilaku tercela yang sangat merugikan masyarakat, maka wajarlah bila ada yang mengharapkan hukuman mati bagi korupsi, hukuman pemiskinan bagi para koruptor dan memang seharusnya karena para koruptor taka da bedanya dengan sampah busuk yang menghalangi kemajuan negara.

Pemerintah tanpa korupsi merupakan suatu angan-angan yang sulit diwujudkan, Sejak zaman kuno hingga masa kontemporer, pemerintahan tanpa korupsi menjadi dambaan banyak tokoh sejarah dunia. Konsep ini bukan hanya menjadi tuntutan di tingkat lokal, tetapi juga muncul dalam berbagai sistem pemerintahan, termasuk dalam kepemimpinan para khalifah Islam yang memberikan teladan dalam menjalankan otoritas tanpa praktik korupsi.

style="text-align: justify;">Berbagai Pandangan Tentang Korupsi

Konsep untuk mengatasi korupsi ini  bukan hanya menjadi tuntutan di tingkat lokal, tetapi juga muncul dalam berbagai sistem pemerintahan, termasuk dalam kepemimpinan para khalifah Islam yang memberikan teladan dalam menjalankan otoritas tanpa praktik korups

Pandangan Tentang Korupsi Pada Masa Kekhalipahan

Sejak zaman kuno hingga masa kontemporer, pemerintahan tanpa korupsi menjadi dambaan banyak tokoh sejarah dunia. Salah satu era yang mencerminkan pemerintahan tanpa korupsi adalah masa kekhalifahan Islam pada abad pertengahan.

  • Khalifah Umar bin Khattab, salah satu pemimpin utama umat Islam setelah masa Nabi Muhammad, dikenal sebagai pelopor pemerintahan bersih dan adil. Khalifah Umar menjalankan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemerintahannya. Ia bahkan membentuk lembaga pengawas untuk memastikan para pejabatnya tidak terlibat dalam korupsi.
  • Penerapan pemerintahan tanpa korupsi juga dapat ditemui dalam konsep keadilan sosial yang dianut oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi, pemimpin Muslim yang terkenal karena merebut kembali Kota Yerusalem dari tangan Tentara Salib.
  • Salahuddin membangun pemerintahan yang berlandaskan etika dan moralitas Islam, mengecualikan praktik korupsi dari struktur kekuasaannya.
  • Keberhasilan Sultan Salahuddin menciptakan lingkungan di mana rakyat merasakan keadilan, memperlihatkan bahwa kebersihan dalam pemerintahan membawa manfaat bagi kesejahteraan umum.
BACAAN LAINNYA:

Pandangan Dunia Barat Terhadap Korupsi

Beralih ke dunia Barat, pemikiran tentang pemerintahan tanpa korupsi dapat ditemukan pada zaman Renaisans.

  • Tokoh seperti Niccolò Machiavelli, dalam karyanya "Il Principe," membahas tantangan korupsi dan menyoroti kebutuhan akan pemerintahan yang stabil dan efisien.
  • Meskipun Machiavelli dikenal karena pandangannya yang realis dan pragmatis, ia memberikan pemikiran penting tentang pentingnya etika dalam menjaga stabilitas pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-18

Abad ke-18 melahirkan pemikiran baru tentang pemerintahan tanpa korupsi melalui pemikiran pemikir Aufklärung seperti Montesquieu dan Rousseau.

  • Montesquieu, dalam "The Spirit of the Laws," mengemukakan pemikiran mengenai pemisahan kekuasaan dan sistem check and balances untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
  • Rousseau, melalui "The Social Contract," menggagas ide kontrak sosial yang menuntut kesetaraan, kebebasan, dan keadilan dalam pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-20

  • Pada abad ke-20, pemimpin-pemimpin dunia seperti Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela menjadi simbol perjuangan melawan korupsi.
  • Gandhi mengusung konsep "satyagraha" atau perlawanan tanpa kekerasan sebagai cara untuk mencapai perubahan positif tanpa membuang etika.
  • Mandela, dalam perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan, menekankan pentingnya keadilan dan moralitas dalam pemerintahan.

Pandangan Korupsi Abad ke-21

Pemerintahan tanpa korupsi terus menjadi agenda global pada abad ke-21, dengan organisasi internasional dan negara-negara yang berkomitmen untuk memerangi korupsi.

  • Kini, United Nations Convention against Corruption (UNCAC) dan berbagai inisiatif internasional lainnya menjadi wujud upaya bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.
  • Dalam perjalanan sejarah ini, tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang dan keyakinan telah bersuara untuk mendorong prinsip-prinsip pemerintahan tanpa korupsi.
  • Pemikiran ini menggarisbawahi bahwa kebersihan dan moralitas dalam tindakan pemerintahan adalah kunci keberhasilan dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. 

 Sumber: TINEMU.COM 

Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...