BERANDA

Minggu, 11 Agustus 2024

DINA GERENDENGNA DZIKIR JANARI JEUNG 2 SAJAK LIANNA

 DINA GERENDENGNA DZIKIR JANARI

JEUNG 2 SAJAK LIANNA

DINA GERENDENGNA DZIKIR JANARI JEUNG 2 SAJAK LIANNA


DINA GERENDENG DZIKIR JANARI

( Undang Sumargana)

rajasastra-us.blogspot.com

Diri nyangsaya

Dina rangkulan angin janari

Aya jerit niir  langit

Nembus ka gagana wiati

Dina gerendeng dzikir janari

Sugan diri aya dina pangampura Gusti

 

Girimis anjog ngembat lalangsé janari

Sanggeus beurang tadi mata poé

Ngarerab kasarakahan nu ngabubulak

Sagebar dosa nu atra  nembongan

Jadi panghalang na doa nu dipersabenan

Mugia ieu dosa ngalembéréh dina pangsujudan

 

Teu bade nganaha-naha Gusti......

Rumasa, abdi rumasa ieu diri

Dina renghap sadami-sadami

Kuring ngaheja asma Anjeun ya Robbi

Ya Rohman

Ya Rohim

Ya mujibas Syailin.

Keun ieu kalbu sina ngalagu

Ieu ngan ukur pangabakti Ya Illahi

 

Tasik Pakidulan Agustus 2022

 KLIK DI SINI

NYORANG JALAN PANGBALIKAN

( Undang Sumargana)

 

Raga-raga nu ngarigig  mapaes dunya

Geus  lumampah sakarep ingsun

Hirup teu boga rasa rumasa

Ngarasa dirina boga kawasa

Padahal nyawa moal ngancik salilana

 

Jiwa-jiwa nu angkara

Kalimpudan ku kasarakahan

Padahal  kahirupan dunya ngan ukur hiasan

Naon nu jadi andelan nyorang jalan pangbalikan ?

Naha harta numpuk ladang basilat

Rek tega diwariskeun ka anak incu kana masia

Atawa pangkat jeung gelar kahormatan

Ukur jadi tulisan na tutunggul di pajaratan


Kaadilan Alloh moal melok ku panyombo

Para malaikat moal kabengbat ku carita pangacara

Taya hargana kapinteran keur didunya

Lampah sasar geus moal bisa ditutupan


Tasik Pakidulan Agustus 2022


KIYAMAH

( Undang Sumargana)


(Haturan ka wargi pangling-ngeling  kana datangna poe balitungan)

 

Ting burisat cahya kilat

Ngalentab ngahuru jagat

Ngageleger sora gugur

Langit genjlong bumi eundeur

Hujan rongkah,

caah bedah teu katadah

 

Bumi ngaplak  taya sisi

Lautan pindah kadarat

Pangeusina ting koceak

Jeritna mapakan langit

Tinggal raga taya nyawa

Ngagulung nyarah jeung runtah



Langit rungkad.

Ngalingkup murulukeun  bentang

Muragkeun bulan, ngabahekeun panon poe

Jagat ancur nggulung jadi lautan

Taya sesa sakabeh anu nyawaan

Sukmana geus ting belasat  ngabaliur kabuana

Tinggal raga patulayah nyangkere geus jadi bangke



Reup jagat simpe rehe

Nunggu hudang digebrag kumpul di alam masyar

Balitungan panungtungan, tinimbangan maha adil

Rek beurat  kamana timbangan urang?

Katuhu alamat surga sumber lana kabagjaan

Atawa Kenca

Alamat nandang tunggara nngarasa  siksa naraka

Wallahu Alam

Gumantung ka pepelaakan dina lampah kahirupan.

 KLIK DI SINI

Tasik Pakidulan, Agustus   2022


PUISI NEGERI HAHA HIHI (GUS MUS) BIKIN PUSING PENUNTUT KEADILAN PENEGAK KEADILAN JALANNYA MIRING

 

PUISI NEGERI HAHA HIHI (GUS MUS)
BIKIN PUSING PENUNTUT KEADILAN PENEGAK KEADILAN JALANNYA MIRING

PUISI NEGERI HAHA HIHI (GUS MUS)
BIKIN PUSING PENUNTUT KEADILAN PENEGAK KEADILAN JALANNYA MIRING

 

Puisi Negeri Haha Hihi 

               (Gus Mus)


Bukan karena banyaknya grup lawak,

maka negeriku selalu kocak

Justru grup-grup lawak hanya mengganggu

dan banyak yang bikin muak

Negeriku lucu, dan para pemimpinnya suka mengocok perut.

 

Banyak yang terus pamer kebodohan

dengan keangkuhan yang menggelikan

Banyak yang terus pamer keberanian

dengan kebodohan yang mengharukan

Banyak yang terus pamer kekerdilan

dengan teriakan yang memilukan

Banyak yang terus pamer kepengecutan

dengan lagak yang memuakkan. Haha …

 

Penegak keadilan jalannya miring

Penuntut keadilan kepalanya pusing

Hakim main mata dengan maling

Wakil rakyat baunya pesing. Hihi …

 

Kalian jual janji-janji

untuk menebus kepentingan sendiri

Kalian hafal pepatah-petitih

 

untuk mengelabui mereka yang tertindih

Pepatah petitih, haha …


Anjing menggonggong kafilah berlalu,

Sambil menggonggong kalian terus berlalu.

 

Haha, hihi …

Ada udang di balik batu,

Otaknya udang kepalanya batu.

Haha, hihi

Sekali dayung dua pulau terlampaui,

Sekali untung dua pulau terbeli.

Haha, hihi

 

Gajah mati meninggalkan gading

Harimau mati meninggalkan belang

kalian mati meninggalkan hutang.

 

Haha, hihi

Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri,

Lebih baik yuk hujan-hujanan caci maki.

Haha, hihi.

 


Sabtu, 10 Agustus 2024

SEPASANG RAJAWALI SAKTI DARI GUNUNG GALIUNGGUNG (BAGIAN 2)

SEPASANG RAJAWALI SAKTI

DARI GUNUNG GALIUNGGUNG

(BAGIAN 2)

SEPASANG RAJAWALI SAKTI  DARI GUNUNG GALIUNGGUNG  (BAGIAN 2)

rajasastra-us.blogspot.com Penganugrahan pemberian Gelar sepasang Raja Wali di padep[okan Jejer Galungung, memang telah tersebar kemana-mana sehingga banyak mengundang kedatangan para pendekar di seantero jagat, semua ingin menyaksikannya bahkan tak jarang yang ingin mencoba kehebatan pendekar tersebut, dengan kerendahan hati sepasang pendekar tersebut melayaninya tanpa membuat sakit hati para lawannya. Hampir semua pada kagum apa lagi penyambutan ramah dan jamuan yang disediakan padepokan tersebut. Mereka menganggap kesaktian sepasang pendekar tersebut setara dengan para dewa. Akhirnya pertemuan tersebut setelah 3 hari 3 malam bubar dengan menyisakan kesan yang mendalam dan penuh kekaguman dari para pendekar terutama pendekar aliran putih. Sebaliknya para pendekar golongan hitam menjadi ancaman tersendiri, Ki Durjana pemimpin begal yang bermukim di dalam hutan Ujung Kulon. yang terkenal dengan kesaktian ilmu teluhnya.

Waktu itu mereka datang dengan sembunyi sembunyi, karena kalau kedatangan mereka diketahui para pendekar aliran putih mereka akan menjadi bulan-bulanan. 

“Darmawi kita mencari tempat bermalam, jangan dulu pulang ke Ujung Kulon” Durjana berkata ke salah seorang anggota yang dituakan.

“Baik guru” Darmawi menjawab dengan singkat. 

“Aku masih penasaran dengan sepasang pendekar ingusan tersebut, kita coba serang dengan menggunakan ilmu teluh loklok bungaok nanti malam”.

“Ya guru masa kita kalah sama sepasang anak ingusan, kita tidak mungkin menyerang secara langsung, kehebatan ilmu kanuragan mereka boleh diandalkan, tapi belum tentu mereka mampu menahan serangan ilmu-ilmu teluhku”.

Mereka mengobrak-abrik kampung merampas harta makanan di masyarakat.  Dari sejak magrib Ki Durjana telah berada disebuah saung yang cukup luas mereka duduk dengan dikeliling 6 anak buah utamanya. Malam itu ki Durjana membakar dupa mengundang para sekutu iblisnya untuk menyerang sepasang Rajawali yang baru saja dianugrahi gelar. Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang disertai lolongan srigala yang begitu mencekam, Terlihat asap hitam yang makin dekat dan dan akhirnya asap itu berubah jadi beberapa mahluk yang menakutkanmengobrak-abrik kampung merampas harta dan akhirnya berhenti didekat Ki Durjana dan menjelma menjadi mahluk yang menakutkan, mungkin bagi yang tak biasa menyaksikan kehadiran mahluk itu akan bergitik sakin ngerinya.

“Hahahaha”, ketawa pimpinan mahluk tersebut memecah kesunyian malam dan menimbulkan rasa yang mencekam.

“Ada apa sahabatku Durjana memanggilku?”

“Hem para iblis penguasa kegelapan, mala ini ada tugas untukmu, kau harus bunuh sepasang Pendekar Rajawali di pedepokan jejer Galunggung, kau ubrak abrik padepokan tersebut”.

“Itu pekerjaan mudah memang aku sudah haus tak minum darah”.

“Berangkatlah dan tepat tengah malam kau lakukan serangan”.

“Aklhirnya geombolan iblis itu melesat berupa kepulan asap hitam menuju padepokan Jejer Galunggung”.

BAGI YANG BELUM MEMBACA CERITA SEBELUMNYA

Di Padepokan jejer Galunggung, ilapat adanya bahaya malam itu dari sejak isa mulai dirasakan.

Kakek Abiaya dan Adiyaksa yang terlebih dulu merasakan akan adanya marabahaya, begitu pula Bayu Samudra dan Ayu lestari.

“Waspada puta-putriku, mala mini aka nada serangan gaib” Abiyasa, mengirim suara jarak jauh dengan mengerahkan tenaga dalam, hanya Bayu dan Ayu yang mendengar suara tersebut.

“Ya Guruku aku berdua sudah siap menghadapinya”.

“Hadapilah dan cegatlah serangan tersebut diluar padepokan, agar tidak memporak porandakan tempat ini dan anggota padepokan lainnya”. Abiyasa dan Adiyaksa memberikan petunjuk menghadapi serangan tersebut.

“Bayu Samudra dan Ayu lestari menjelang tengah malam sudah berada diluar padepokan, mereka duduk di pucuk ranting sebuah pohon. Tiba-tiba saat bulan tepat terlihat utuh, ada angin kencang yang disertai kepulan asap hitam menuju kea rah Bayu dan Ayu, Selain itu suara jeritan, jeritan yang menakutkan terdengar begitu seram. Asap hitam itu berubah menjadi gumpalan api dan mengarah dengan pesat ke arah Bayu Samudra dan Ayu Lestari, Bayu dan Ayu menahanya dengan gelombang Angin dengan mengeluarkan ilmu Bayu Tirta, dari tangan Bayu dan Ayu keluar gelombang angin disertai air.  Api tersebut padam dan berubah menjadi ratrusan mahluk yang menakutkan. Mereka berebut meloncat ke atas pohon, tapi tak ada yang sampai sebab di tahan dengan pukulan Galura Laut Kidul dengan begitu dahsyat. Tapi mahluk mahluk itu bangkit Kembali dan berubah menjadi besar.

“Wow anak muda aku akan menghisap darahmu dan mencabik-cabik tubuhmu, Hahahaha, suara parau namun keras keluar dari salah satu mahluk tersebut. Lalu Bayu dan Ayu meloncat ke tempat yang luas. Mahluk-mahluk tersebut mengaejar dan telah mengelilingi mereka berdua. 

“Adiku Ayu jangan kita lawan dengan kanuragan, tapi kita gunakan lapad-lapad pemusnah iblis, mari kita berkonsentrasi penuh”.

Dari mulut Bayu dan Ayu terdengar lantunan ayat ayat Alqur’an dengan suara merdu. Mahluk mahluk neraka itu terus merangsek menyerang Bayu namun Langkah mereka terhenti dengan  lantunan suara Bayu dan Ayu, suara itu terasa begitu menusuk dan menyakitkan ratusan mahluk tersebut, suara jeritan kesakitan mulai terdengar dari ratusan mahluk tersebut. 

Di padepokan yang tak jauh dari tempat pertarungan mereka ratusan mata para penghuni Padepokan menyaksikan dari aula terbuka padepokan tersebut. Mereka sudah pada terbangun dan diarahkan berkumpul ditempat tersebut. Mereka begitu ngeri mendengar jeritan-jeritan tersebut dan begitu seram menyaksikan keangkeran wajah para iblis tersebut. 

Hai   Iblis, siapa yang menyuruhmu, kembalilah kau ketuanmu sebelum ku musnahkan. Tapi mahluk-mahluk tersebut tidak mendengar malah terus berkeliling sambil merangsek mendekati Bayu dan Ayu. Bayu dan Ayu memperkeras lantunan suaranya, beberapa mahluk mulai kehilangan kekuatan dan beberapa mahluk sudah mulai menghilang tinggal kira kira 10 mahluk lagi. Mereka masih penasaran untuk terus menyerang. Akhirnya Bayu menemukan siapa yang menyuruh mahluk tersebut, ternyata Ki Durgala Pimpinan perampok yang menguasai ilmu teluh Loklok Bungaok.

10 mahluk itu meraung dan meloncat kea rah bayu, secepat kilat bayu mengibaskan tasbih pemberian gurunya des-des kibasan tasbeh itu mengeluarkan sinar api kebiruan. Dan mahluk itu menjerit seterusnya menghilang. “kembalilah kau keneraka dan jemputlah tuan yang menyuruhmu”.

Ki Durgala menyadari bahwa kekuatan iblis peliharaannya tidak dapat menembus kekuatan pendekar sepasasang  Rajawali Sakti. Dan tak lama kemudian mahluk iblis yang dikirimkan ke pendekar Rajawali Sakti telah berada didepannya dan langsung berbalik menyerangnya. Dan akhirnya Ki Durgala dan para pengikutnya terbunuh dengan sangat mengerikan.

KLIK DI SINI

SAAT SANG MERAH PUTIH BERKIBAR

  

SAAT SANG MERAH PUTIH BERKIBAR

(Undang Sumargana)

Ringkasan jalan  Cerita

Cerita ini adalah sebuah kisah pejuang kemerdekaan yang kadang kadang dilupaka norang, padahal merekalah para pejuang sejati yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri kita tercinta. Kadang-kadang ada orang merendahkan seseorang bersipat arogan karena sedang berkuasa. Padahal kebanyakan orang-orang yang hidup dimasa sekarang banyak oknum yang pamer kekuasaan pamer kekayaan tak peduli dari hasil korupsi memeras darah rakyat, tapi tak sedikit penjabat yang baik hidup lurus untuk mengabdi betul betul dirinya adalah anak bangsa yang berkiprah dengan menyandarkan pada kuasa Illahi. 

Ini hanyalah sebuar Cerita yang fiktif tapi bisa ada fakta dalam kehidupan nyata. Mohon maaf bila ada nama, kesatuan dan instansi yang tertera dalam tulisan ini. Ini hanyalah gambaran si pengarang saja yang bermaksud menanamkan rasa nasionalisme pada anak-anak bangsa.

Selamat membaca !

Hanya dengan inilah kami bisa berkiprah


rajasastra-us.blogspot.com Pasukan Paskibra di lapangan tengah  menaikan bendera, semua menghormat bendera dengan rapih dan hidmat. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama naiknya sang merah putih menuju puncak tiang. Akhirnya sampai pula di puncak tiang bersamaan dengan selesainya Lagu Indonesia Raya. 

Tidak jauh di pinggir Lapangan seorang kakek tua dari tadi ia ikut menghormat penuh hidmat. Dengan pakaiannya yang lusuh sebuah karung penuh dengan sampah bekas minuman diletakkan di pinggir lapang. Entah dari mana ia berasal tak seorangpun mengenalinya, hanya orang menduga bahwa ia seorang kakek pemulung yang hidupnya miskin dan terlunta lunta. Dalam benaknya ia terbayang kehidupan waktu muda, menyandang senjata ikut berperang bersama tentara lainnya mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat terjadi agresi Belanda ingin merebut kembali kemerdekaan. Begitu dikagumi kawan-kawannya karena ia terkenal keberaniannya dan kepandaian menembak yang tak pernah meleset. Ia berpangkat kopral pada waktu itu dan ia dipimpin oleh komandannya yang bernama letkol Suryadi.

Dalam benaknya teringat bagaimana pertahananya dihancurkan dan kematian kawan-kawannya yang mengerikan mati bersimbah darah, yang ia ingat ia bersama komandannya ditangkap hidup-hidup dan ditawan ke markas pasukan Inggris yang datang memboncengi pasukan Belanda. Kopral Hadi ia selalu dipanggil kawan-kawannya.Tiba - tiba ia terkejut mendengar bentakkan seorang Satpol PP, yang menghardik  dia untuk menjauhi tempat itu.

"Hai berandalan pergi kau dari sini, jangan ganggu orang melihat keadaanmu yang lusuh dan menjijikan". Sakit hatinya, tapi ia tak bisa apa-apa. memang ia hanya kakek pemulung, tapi setidaknya dia ingin menyaksikan jalannya Upacara Kemerdekaan yang ke-78. Di uasianya yang sudah lebih dari   90 tahun mungkin saat terakhir ia menyaksikan upacara kemerdekaan. Hebatnya orang tua itu masih sehat, badanya masih tegar, meskipun pakaiannya sudah tak layak tapi setidaknya ia masih bisa menghidupi hidupnya jadi pemulung. "Hai ayo cepat pergi tuh pak Komandan  mau lewat sini,  ayo jauh jauh jangan rusak pemandangan". 

Ia sudah melangkah menjauhi tempat itu, tapi sorang TNI muda menghampirinya  berpangkan Let Kol  tak ragu-ragu memegang tangannya, 

"Ikut dengan saya Kek?" Ia keheranan begitu halusnya perkataan dia dan begitu halusnya pegangan yang dia lakukan.

"Tidak Pak nanti badan dan baju saya mengotori Bapak".

"Ayolah Kek, naiklah ke mobil saya bersama teman saya". Ia dipaksa dipegangi oleh anggota TNI lain yang pangkatnya dibawahnya,

Akhirnya ia didukkan di jok bagian tengah, ia merasa terkejut, dalam pikirnya gara-gara ia menyaksikan upacara ia harus berurusan dengan seorang kepala Kodam Jawa Barat. 

"Akan di bawa kemana aku ini pak?, maafkan kesalahan kakek bila kehadiran kakek tadi merupakan kesalahan yang besar!"

"Tidak Kek, kakek tidak salah, malah tadi kulirik kakek menghormat bendera dengan penuh hidmat?" perkataan anak muda yang bertutur dengan halus setidaknya sangat melegakan, bahwa ia akan baik-baik saja. 

"Maaf kek Kakek ikut dulu dengan saya kekantor, nanti ikut saya ke rumah. Ia hanya mengangguk tandanya menyetujui. setibanya dikantor ia dibawa keruangan khusus keruangan Kepala Kodam ruangan tempat komandan itu berkerja. 

"Maaf, Kek kakek tunggu sebentar di sini, di kamar mandi kakek bisa mandi sepuasnya saya sudah sediakan tempat dan nanti bisa ganti pakaian yang telah saya siapkan". 

Hatinya heran betapa baiknya anak muda yang berpangkat tinggi itu, tapi iamasih bertanya, apa yang akan diperbuat terhadapnya, tidakah ia akan di tahan seperti oleh tentara Belanda dulu?, Tapi ia menurut saja sebab tak ada pilihan lain, biarlah ia menikmati sisa hidupnya dalam tahanan.

Kek duduk di sini, maaf  kakek harus  makan dulu nih seadanya, bersama -sama saya. 

"Maaf nak Kakek merepotkan, maafkan Kakek nak, kakek sudah bersalah ikut mengotori pemandangan dalam upacara tadi".

"Tidak Kek. Kakak tidah salah, nanti kakek akan dipertemukan dengan teman Kakek seperjuangan dulu, sudahlah makan dulu nanti kita teruskan percakanpannya". 

Selesai makan Komandan itu mengajak Kakek bercakap-cakap.

"Kek nama kakek Hadi kan?"

"Ia nak dari mana tahu nama saya?"

"Kakek dulunya seorang pejuang kan".

"Ia nak tapi Kakek hanya pejuang kecil, yang tak bisa menyelamatkan komandan saya pada waktu itu"

"Komandan Kakek pada waktu itu Supriadi kan?"

"Kok nak bisa tahu semua?" ingatanya kembali kepada persistiwa puluhan tahun, saat ia menyelamatkan komandanya, dengan caram menusukan pisau pada tentara Belanda yang akan menembaknya, ia tusukkan pisau dan pada waktu itu ia ta ingat apa-apa karena pukulan bedil laras panjang dari belakang.

"Sudahlah Kek, aku betul-betul bahwa kakek adalah orang yang saya cari. reaksi anak muda itu dengan penuh kegembiraan. dan penuh rasa hormat kepada Kakek itu.

"Apa salahku Nak, sedemikian jahatkah kakek sampai di cari-cari jadi buronan?"

"Tidak  Kek, Kakek tidak jahat, malah Kakek orang yang sangat penting yang saya cari, sudahlah sekarang Kakek ikut ke rumah saya, Kakek akan saya pertemukan dengan orang yang telah kakek tolong dan Kakek adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya." Keheranan menyelimuti hatinya tapi ia tak bernai bertanya terus terusan, biarlah ia menurut saja apa yang dilakukan komandan muda itu.

Tak lama ia sudah berada di dalam mobil, yang akhirnya membawanya di sebuah rumah, yang tak begitu mewah tapi begitu luas resik dan terkesan natural. Tak lama kakek itu disuruh turun dan dipersilakan untuk masuk rumah. 

"Kakek duduk dulu di sini, tunggu sebentar". 

" Ya Nak" Ia masih merasa keheranan ada apa komandan Muda itu memperlakukannya begitu istimewa.

"Hadi, ini betul Hadi?" tiba tiba datang seorang tua tak jauh usianya dari dirinya.

"Pak jendral, ini betul Pak Supriadi Komandan saya" Keduanya saling berpelukan, begitu terharunya pertemuan mantan dua pejuang itu, tangisan keharuan kegembiraan sungguh suatu pertemuan yang melahirkan suatu anugrah yang luar biasa. 

"Maafkan aku Hadi, aku begitu lama menjelajahi negrei ini, baru sekarang ini Allah mempertemukan kita, melalui Putraku, sekali lagi maafkan aku, kau yang telah berjasa mengorbankan nyawaku, kau yang membunuh tentara Belanda yang akan menembakku, tanpa memperhitungkan keselamatan dirimu. Keduanya terus berangkulan dengan suatu tangisan haru. Alhamdulillah Ya Allah, dalam sisa-sia usia kita yang renta kita masih dipertemukan.

BACA JUGA JUDUL

"Pak Komandan, bagaimana Bapak pada waktu itu bisa selamat?"

"Sudah jangan panggil aku Bapak, kita kan bukan tentara lagi, kita kan hanya kekek yangsudah renta, panggil saja aku akang, ceritanya kan pada waktu itu kau membunuh seorang tentara kafir  yang siap menembakku, melihat dia tersungkur aku lari, menyelamatkan diri, dikira kau ikut, lari tapi ternyata kau tidak mengikutiku, aku segera berbelok arah mengintip tampat yang tadi, ternyata kau sudah digiring, dengan tangan terikat diikuti 10 tentara kafir, dalam hati aku ingin menyelamatkanmu, tapi melihat begitu ketatnya kau dijaga 10 tentara musuh, aku tak mampu berbuat apa apa.

"Aku bergabung dengan pasukan pejuang lain, mencari informasi keberadaanmu, 3 hari kemudian setelah menyusun kekuatan, ku serang markas mereka, siapa tau kau ada di sana. Tapi setelah ku abrak abrik markas musuh ternyata kau tidak ada, hanya mayat mayat tentara musuh yang ku temukan berserakan, Berpuluh puluh tahun aku mencarinya, malah aku sudah putus asa, hari ini kita dipertemukan suatu anugrah yang begitu besar, ternyata kau masih hidup, kita masih dipertemukan Ya Allaaah" Orang tua itu tak kuasa lagi menahan haru kesedoihan kegembiraan dan rasa syukur mengaduk ngaduk perasaan hatinya'. 

Angin di luar berhembus kecil, menerpa pepohonan yang tumbuh disekitar rumah, gerimis kecil menerpa dedaunan seolah merasakan pertemuan yang begitu mengharukan, keduanya larut dalam suatu perasaan yang begitu dalam. 

"Sekarang giliranmu untuk bercerita bagaimana kau masih bisa selamat".

"Baik Kang aku ceritakan perjalananku, pada waktu itu aku di bawa kemarkas, mengalami berbagai siksaan, tapi Allah masih menanganugarahkan aku untuk hidup, pada waktu itu  setelah 3 hari aku aku berada di markas mereka, hidungku mengeluarkan darah akibat siksaan yang merekalakukan, oleh seseorang yang merupakan teman mereka aku disuruh membasuhnya ke kamar mandi, lalu dia berbisik, "lihat jendela loloskan diri dari sana" aku heran dan ternyata setelah aku berada dikamar mandi jendelanya sudah tak berkaca dan cukup lebar untuk keluar dari sana, aku berhasil meloloskan diri, hanya yang jadi pertanyaanku siapa orang yang membisikan aku memberi kode untuk meloloskan diri, aku terlunta-lunta keluargaku semua sudah menninggal, rumah peninggalan orang tua sudah dikuasai orang, pernah ada orang datang memaksa untuk menguruskan tunjangan peteran pejuang, dia betul-betul setengah memaksa, tapi rupanya hanya menipu saja sampai jutaan, aku disuruh meminjam uang, tapi akhirnya aku diberi pinjaman orang, ternyata aku tidak diakui sebagai peteran pejuang, dan akhirnyaaku ditagih orang yang memberikanutang untuk pengurusan tersebut. Alhamdulillah aku mencicilnya dengan hasil jadi pemulung, dan aku berteduh dimana saja asal aku bisa tidur. satu aktivitas yang tak pernah kulupakan mengerjakan sholat, itupun aku tak berani mengerjakan dimesjid, sebab melihat penampilanku sering orangmengusirnya. Tadi subuh aku masih ingat bahwa hari ini hari Kemerdekaan RI yang ke-78 inginnya aku ikut upacara, tapisiapa sudi yang mau dekat denganku, aku menyaksikannyadi pinggir Lapang, itupun dibentak-bentak dan diusir oleh Satpol PP, untung putramu menghampiriku yah akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Terima kasih Ya Allaah", orngtua itu mengakhiri cerita tersebut dengan menangiiis sejadi-jadinya".

DI SINI

Diluar gerimis masih turun, keadaaan alam yang mendung, gemersik dedaunan seolah-olah melankoli alam yang mengiringi pertemuan yang mengharukan. 

Sudahlah kau tinggal disini menemaniku, aku tinggal bersama putraku dan mantuku serta cucuku yang sekarang lagi kuliahdi ITB dan satu di Yogyakarta

Bersambung Bagian 2

Jumat, 09 Agustus 2024

PEDANG PANGERAN DIPONOGORO YANG DIREBUT DI MEDAN PERANG AKHIRNYA DITEMUKAN DI GUDANG MUSEUM BELANDA

PEDANG PANGERAN DIPONOGORO YANG DIREBUT DI MEDAN PERANG  AKHIRNYA DITEMUKAN DI GUDANG MUSEUM BELANDA

Pedang Pangeran Diponogoro setelah begitu lama tidak ada kabar beritanya akhirnya ditemukan di museum. Kabar penemuan pedang Pangeran Diponegoro  tersebut diungkapkan peneliti Museum Bronbeek, John Klein Nagelvoort.
Ilustrasi Pangeran Diponogoro sedang berperang

rajasastra-us.blogspot.com-  Pedang Pangeran Diponogoro setelah begitu lama tidak ada kabar beritanya akhirnya ditemukan di museum. Kabar penemuan pedang Pangeran Diponegoro  tersebut diungkapkan peneliti Museum Bronbeek, John Klein Nagelvoort. Ia mengatakan bahwa pedang tersebut sempat tersimpan di Istana Het Loo di Apeldoorn, kota di timur ibu kota Belanda, Amsterdam. tersebut kini menjadi koleksi Museum Bronbeek yang terletak di Arnhem.

Pedang Pangeran Diponogoro sangat berarti dan mengandung nilai sejarah bagi bangsa Indonesia. Kita tahu Pangeran Diponogoro salah satu pahlawan nasional Indonesia ini begitu ikonik di mata masyarakat Indonesia. Perjuangannya begitu dikagumi bahkan menjadi ikon perlawanan di nusantara.

Pedang Pangeran Diponogoro mungkin karena sudah begitu lama waktunya hampir dilupakan. Tapi ternyata pedang milik Pangeran Diponegoro itu disimpan oleh Belanda selama ini. Padahal sebelumnya, pemerintah Belanda juga sempat mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro. Semoga pedang yang bernilai sejarah ini pun cepat kembali ke Indonesia

John mengungkapkan, pemerintah Indonesia belum mengirim permintaan agar pedang Diponegoro dipulangkan ke Indonesia. 


Perjalanan pedang Pangeran Diponegoro


Keturunan Pangeran Diponegoro ada 3 yang jadi artis terkenal, termasuk mantan pacar Raffi Ahmad (Kolase Tribunstyle.com, Wikipedia)© Disediakan oleh TRIBUN STYLE


Pedang atau Klewang Diponogoro

Pedang atau klewang Diponegoro yang ditemukan di Belanda adalah senjata tajam dengan sabel atau pedang bermata satu yang melengkung. Sebelumnya, Belanda juga pernah menyimpan peninggalan Diponegoro, seperti keris. Namun, keris Diponegoro sudah dipulangkan ke Indonesia pada 2020. Klein Nagelvoort menjelaskan, klewang Diponegoro yang ditemukan di Belanda memiliki beberapa kekhasan, di antaranya memiliki bekas penyok akibat proses penempaan. Bentuk klewang Diponegoro, menurut Klein Nagelvoort, tidak menunjukkan bahwa senjata tajam ini adalah pedang Eropa. Namun, klewang Diponegoro menggunakan gagang milik pedang Angkatan Laut Belanda. Sarung klewang ini juga menggunakan sarung buatan Belanda.

BACAAN LAINNYA

Dia menyebutkan, bentuk pedang atau klewang tersebut berbentuk melengkung, seperti sejumlah senjata Jawa lainnya seperti gobang dan digunakan sebagai senjata perang bukan untuk upacara.  "Senjata yang dibuat khusus: setengah Jawa, setengah Belanda," ujar Klein Nagelvoort dikutip dari NRC.


Klewang Diponegoro Jatuh Ke Tangan Orang Belanda

Diponegoro yang menjadi pemilik klewang di Museum Bronbeek adalah sosok pahlawan nasional Indonesia.b Ia memimpin perlawanan besar melawan pemerintahan kolonial Belanda pada 1825 di Jawa yang menyebabkan sekitar 200.000 orang tewas. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Merkus Baron de Kock kemudian mengakhiri perlawanan Diponegoro lima tahun usai perang meletus.

Sang pangeran kemudian ditangkap dan meninggal 25 tahun kemudian di tempat pengasingan. Berdasarkan keterangan Klein Nagelvoort bersama koleganya Pauljac Verhoeven, klewang Diponegoro punya sejarah panjang sebelum berakhir di Museum Bronbeek.

Merujuk surat pada 1956 yang terarsip di museum tersebut, klewang Diponegoro ditawarkan untuk dijual oleh keturunan Hendrik Merkus de Kock, namun tidak menemukan pembelinya.  Klewang Diponegoro sempat berada di tangan De Kock dan dijadikan koleksi Paleis Het Loo di Apeldoorn.

Pedang tersebut dipamerkan bersama dengan lukisan besar karya De Kock.Pedang lalu dipinjamkan ke Museum of the Chancellery oleh seorang keturunan De Kock pada tahun 1974. "12 tahun kemudian pinjaman tersebut diubah menjadi hibah. Inilah pedang yang ada di hadapan kita. Klewang Diponegoro dan pedang De Kock adalah senjata yang sama," tambahnya. Menurut catatan, pedang tersebut masih diproduksi pada masa hidup Hendrik Merkus de Kock.

Salah seorang anggota keluarga De Kock sempat menawarkan klewang Diponegoro ke Museum Brombeek. Tetapi, pihak museum tidak bisa mengambil senjata tajam tersebut karena tidak memiliki dana yang cukup pada saat itu. Klewang Diponegoro kemudian tampil dalam koleksi Paleis Het Loo sebagai "pedang Hendrik de Kock" pada 1970-an. "Kadang-kadang dinyatakan bahwa pedang itu milik Diponegoro, tetapi itu tidak membuat orang tertarik," jelas Verhoeven.

Klewang Diponegoro direbut di medan perang

Verhoeven menyampaikan, pihaknya sempat mencari informasi mengenai benda-benda milik Diponegoro yang hilang selama perang. Berdasarkan Arsip Nasional di Den Haag terdapat sebuah surat yang dikirimkan oleh Letnan Kolonel Joseph Ledel. Ia adalah pimpinan pasukan Belanda yang berkonfrontasi dengan Pangeran Diponegoro pada 26 Juni 1829. Merujuk surat tersebut, panji-panji, kuda, arsip, dan pedang Diponegoro jatuh ke tangan Belanda. Ledel kemudian mengirim ajudannya beserta benda-benda tersebut kepada De Kock. Dengan catatan sejarah tersebut, klewang yang berada di Museum Bronbeek bisa dipastikan berasal dari senjata pribadi Diponegoro.

Klewang milik sang pangeran direbut di medan perang beserta gagang dan sarungnya yang merupakan buatan Belanda.

"De Kock pasti sangat bangga telah memenangkan Perang Jawa," ungkap Klein Nagelvoort.

"Seperti prajurit yang tak terhitung jumlahnya selama berabad-abad, ia menyimpan lambang lawan utamanya sebagai kenang-kenangan kemenangan. Mungkin juga sebagai bentuk penghormatan kepada Diponegoro," tambahnya.

Belum Dipulangkan Ke Indonesia

Meski klewang Diponegoro telah teridentifikasi di Belanda, senjata tajam ini belum kembali ke pangkuan Indonesia. Menurut dugaan Klein Nagelvoort, Indonesia belum meminta klewang Diponegoro karena tidak mengetahui bahwa benda ini masih ada.

"Saya pikir secara pribadi sebagai seorang prajurit, Anda tidak akan meminta kembali senjata Anda jika kehilangannya di medan perang, tetapi dalam kasus ini berbeda," kata Verhoeven.

"Klaim akan datang dari negara Indonesia dan ini bukan sembarang orang, tetapi seorang tokoh legendaris dalam sejarah negara tersebut."

"Di tangannya, bagi banyak orang Indonesia, ada jiwa -pusaka- Diponegoro," jelasnya. KLIK DI SINI

 

Sumber diolah dari : TRIBUNSTYLE.COM 

SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB KHULAFAUR RASYIDIN UNTUK SUNGAI NIL

SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB 

KHULAFAUR RASYIDIN  UNTUK SUNGAI NIL

Dalam suatukisah Amr bin al-Ash bin Wa'il bin Hisyam pada waktu itu menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin, Sungai Nil adalah sumber air utama bagi penduduk Mesir.
SURAT DARI UMAR BIN KHOTOB  KHULAFAUR RASYIDIN  UNTUK SUNGAI NIL

rajasastra-us.blogspot.com Janggal rasanya kalau dipikir cuma menggunakan akal, tapi ini benar-benar suatu kisah yang terjadi dalam masa Sahabat Nabi, yang derajat keimanannya tidak diragukan lagi, yu kita baca kisahnya!

Dalam suatukisah Amr bin al-Ash bin Wa'il bin Hisyam pada waktu itu menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin, Sungai Nil adalah sumber air utama bagi penduduk Mesir.  Sungai Nil adalah pendukung ekonomi penting yang mendukung sektor pertanian dan perikanan di Mesir. 

Kehidupan penduduk Mesir kala itu bergantung kepada Sungai Nil, dan dalam prosesnya muncullah tradisi memberikan tumbal gadis perawan untuk dipersembahkan kepada Sungai Nil. 

Amr bin al-Ash saat menjabat gubernur Mesir mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab radhiyallahu anhu tentang tradisi penduduk Mesir, yaitu melemparkan tumbal berupa seorang gadis perawan ke Sungai Nil setiap tahun. 

Penduduk Mesir pernah berkata kepada Amr bin al-Ash, "Wahai Amir (pemimpin), sesungguhnya kami memiliki tradisi berkaitan dengan sungai, dan sungai ini tidak akan mengalir kecuali dengan (menjalankan) tradisi itu." Amr bin al-Ash sang gubernur Mesir bertanya kepada mereka, "Tradisi apakah itu?" 

Penduduk Mesir menjawab, "Apabila telah berlalu 12 malam dari bulan ini, kami mengambil gadis perawan dari kedua orang tuanya. Kami mempercantik gadis perawan itu dengan perhiasan dan pakaian yang terbaik, lalu 

Amr bin al-Ash berkata, "Perbuatan itu tidak diperbolehkan dalam Islam, dan sesungguhnya Islam datang untuk meruntuhkan ajaran yang ada sebelumnya." 

Akhirnya penduduk Sungai Nil pun memutuskan untuk

menunggu (kemungkinan yang akan terjadi) selama beberapa bulan. Ternyata air Sungai Nil tetap tidak mengalir, baik sedikit maupun banyak, hingga mereka bermaksud pindah ke tempat lain.  

Umar bin Khattab kemudian menjawab surat sang gubernur Mesir, "Kamu benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku melampirkan secarik kertas untuk kamu bersama surat ini. Lemparkanlah kertas itu ke Sungai Nil." 

Bacaan lainnya:

Kemudian Amr bin al-Ash membuka kertas tersebut sebelum melemparkannya ke Sungai Nil. Kertas tersebut bertuliskan seperti ini. "Dari hamba Allah, Amirul Mukminin Umar kepada Nil dan penduduk Mesir. Amma ba‘du."

"Jika kamu mengalir karena keinginan dan kuasamu sendiri, tak usahlah kau mengalir, kami tidak memerlukannya. Akan tetapi jika Allah Al-Wahid Al-Qahhar (Yang Mahaesa dan Mahamengalahkan) yang membuatmu mengalir, kami memohon kepada Allah agar membuatmu mengalirkan air."

Kemudian Amr bin al-Ash melempar kertas tersebut ke Sungai Nil. Keesokan harinya, ternyata Allah SWT telah mengalirkan Sungai Nil dengan ketinggian air mencapai enam belas hasta dalam satu malam. Dengan itulah Allah SWT menghilangkan tradisi buruk penduduk Mesir hingga sekarang. KLIK DI SINI

Sumber diambil dari

Kisah surat Umar bin Khattab untuk Sungai Nil ini dikutip dari buku 150 Kisah Umar bin Khattab yang ditulis Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi yang disunting, diterjemahkan dan diterbitkan kembali PT Mizan Pustaka, 2016.  

MISTERI KEANGKERAN HUTAN SANCANG DIBALIK KEINDAHAN SEBAGAI TEMPAT WISATA

MISTERI KEANGKERAN HUTAN SANCANG 
DIBALIK KEINDAHAN SEBAGAI TEMPAT WISATA

Hutan Sancang  atau Leuweung sancang dipercaya sebagai hutan yang angker yang banyak mengandung misteri, yang sampai saat ini banyak yang belum terungkap. Bahkan dipercaya oleh masyarakat Sunda menjadi tempat bertapa. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Garut. Tapatnya   berada di selatan Garut.
Misteri Keangkeran Hutan Sancang

rajasastra-us.blogspot.com Hutan Sancang  atau Leuweung sancang dipercaya sebagai hutan yang angker yang banyak mengandung misteri, yang sampai saat ini banyak yang belum terungkap. Bahkan dipercaya oleh masyarakat Sunda menjadi tempat bertapa. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Garut. Tapatnya   berada di selatan Garut.

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini telah menjadi legenda sangat dipercaya  sebagai tempat menghilangnya. Maha Raja Pajajaran, Sri Baduga Maha Raja atau Prabu Siliwangi yang menjelma menjadi harimau . Secara mistis juga dikenal dengan Harimau Sancang  Da;lam sebuah Riwayat Prabu Siliwangi sangat terkenal   seorang raja di tanah Pasundan yang memerintah di Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu terbesar yang ada di Jawa Barat. Prabu Siliwangi termashur sebagai raja bijaksana yang mempunyai seorang istri bernama Dewi Kumalawangi. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Dewi Rara Santang, dan dua orang putra bernama Raden Walangsungsang dan Raden Kian Santang.  

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini tmelegenda dalam masyarakat Konon katanya hutan Sancang ini dilindungi oleh dua makhluk lintas alam. Pertama adalah dilindungi oleh manusia sebagai penjaganya dan dilindungi oleh makhluk gaib yang konon katanya berbentuk hantu penunggu. Di hutan ini juga ada legenda Prabu Siliwangi yang kala itu menjadi raja untuk Kerajaan Pajajaran.  Konon katanya, Prabu Siliwangi menghilang di hutan tersebut sampai membuat kawasan hutan seakan dipenuhi dengan aura mistis sampai orang-orang juga tidak mau memasuki dan merusak hutan ini. Dapat dikatakan bahwa kehadiran makhluk halus turut berperan besar dalam melestarikan hutan Sancang.  

Misteri Keangkeran Hutan Sancang  ini  berkaitan pula dengan Legenda yang mengatakan bahwa Prabu Siliwangi dan pasukannya terdesak masuk ke kawasan hutan Sancang karena sang putra yang bernama Raden Kian Santang yang telah mempelajari agama Islam selama tujuh tahun di Makkah berniat untuk membujuk sang ayah agar masuk Islam. Akan tetapi, Prabu Siliwangi bersikukuh tidak mau masuk Islam sampai akhir hayatnya. 

Konon katanya, saat ini Prabu Siliwangi dan pasukannya tetap hidup serta raganya berada dalam bentuk harimau putih yang terus berjaga di Hutan Sancang. Beberapa orang mempercayai hal ini. Bahkan, ada pula saksi yang mendengar suara harimau ketika berada di kawasan Hutan Sancang. Percaya atau tidak, inilah cerita yang beredar di masyarakat luas. 

Beberapa orang memandang bahwa Hutan Sancang adalah hutan yang sangat angker, tapi Sebagian orang yang lain tidak terlalu angker karena ada pantai indah dengan susunan batu karang hutan serta pasir putihnya. Di beberapa garis pantai juga tampak berjejer pohon kaboa. 

Pohon  kaboa ini  dipercaya menjadi tempat adanya Prabu Siliwangi ini masih berdiri kokoh dan memenuhi garis pantai. Mitos mengatakan bahwa di mana ada pohon Kaboa, disanalah Prabu Siliwangi pernah ada. Masyarakat setempat meyakini bahwa pohon ini adalah jelmaan Prabu Siliwangi bersama pasukan-pasukannya.  Pohon tersebut hanya tumbuh di Pantai Sancang yang berada di dekat petilasan Prabu Siliwangi seperti Batu Cikajayaan, Karang Gajah, dan pohon kaboa. Hingga kini, banyak yang mempercayai bahwa daerah-daerah tersebut adalah tempat suci sehingga tidak seorang pun berani merusaknya. 

Terlepas dari benar atau tidaknya ritual yang pernah dilakukan, kawasan Hutan Sancang memang menjadi arena mistis untuk masyarakat Sunda. Konon, salah seorang raja di tanah Pasundan yaitu Prabu Siliwangi menghabiskan sisa hidupnya di Hutan Sancang. Bahkan, makamnya juga diduga kuat berada di sebuah gua yang dinamakan Gua Sancang. 


Beberapa Pesona Keindahan Alam Sancang






Bacaan Lainnya

Cerita di Balik Kepercayaan

Kepercayaan masyarakat sekitar berkaitan pula dengan suatu Kejadian sekitar  tahun 80-an, salah seorang perempuan yang bernama Icha yang masih duduk di bangku sekolah menengah hendak berlibur ke pantai. Mereka kemudian memancing sampai tidak sadar bahwa hari sudah gelap. Mengetahui keadaan itu, mereka pun terburu-buru untuk kembali pulang. Tapi nahas, mereka harus tersasar sampai masuk ke salah satu perkampungan yang sepi. 

Bahkan di perkampungan tersebut mereka tidak bisa menangkap sinyal dan jaringan tiba-tiba saja hilang sampai mereka tersesat di pantai tempat mereka bersantai tadi siang. Mereka panik dan kemudian bertanya ke masyarakat sekitar, tapi bukan pulang mereka malah mentok di sebuah kuburan. Seketika hal itu membuat kepanikan luas biasa. Kemudian datanglah salah seorang penduduk sekitar yang menunjukkan jalan ke lintas Jawa menuju pulang. 

Klik Di Sini

Sumber dari :

Artikel Diky Garut Jawa – Barat 

Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...