BERANDA

Jumat, 04 Agustus 2023

10 JENIS AYAM DI INDONESIA

 10 Jenis-jenis Ayam di Indonesia 

10 JENIS AYAM DI INDONESIA

Ayam merupakan jenis binatang  kelompok ungags yang banyak di ternak di Indonesia, bahkan di daerah daerah pedesaan, terutama di perkampungan hampir semuah penduduk memelihara ayam, hal ini karena ayam memamg mudah diternakan dan mudah berkembang biak. Mereka pelihara  kebanyakan untuk konsumsi jarang yang memelihara secara besar-besaran

Ayam merupakan binatang yang cukup familiar di Indonesia.

Bukan hanya untuk dibudidayakan saja, kebanyakan orang pun memilih untuk memelihara hewan yang khas dengan suaranya tersebut.

Selain itu, ayam juga biasanya dijadikan salah satu olahan kuliner yang lezat dan enggak jarang jadi makanan favorit bagi semua kalangan usia.

Bahkan, olahan daging yang satu ini sering dikonsumsi saat perayaan besar nasional, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Natal.

Dalam artikel kali ini saya ajak pembaca untuk mengenal berbagai jenis ayam di Indonesia

Mungkin  kebanyakan diantara kita hanya memahami bahwa ayam “lokal” dari negara kita itu hanya  ayam buras atau yang lebih populer dengan sebutan ayam kampung. Untuk itu mari kita kenali berbagai jenis ayam di Indonesia yang terdiri:

Jenis-jenis Ayam di Indonesia

1. Ayam Tukung 


Ayam Tukung merupakan salah satu dari jenis-jenis ayam di Indonesia yang cukup langka untuk ditemukan.

Ciri khasnya terletak pada bentuk fisiknya sendiri, yang mana ayam ini tidak memiliki bulu pada ekornya.

Karena hal itu pula, ayam endemik yang katanya berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat ini hanya bisa dipelihara oleh para konglomerat.

Selain dipelihara, Ayam Tukung pun sering digunakan untuk ritual dengan dunia ghaib.

Namun, kadang kala juga digunakan oleh beberapa masyarakat suku adat untuk upacara atas rasa syukur kepada alam.

2. Ayam Pelung

 

Jika tadi berbicara mengenai jenis ayam yang langka, sekarang kita beralih ke jenis ayam yang “lokal” banget, yakni Ayam Pelung.

Hewan yang termasuk dalam jenis-jenis ayam di Indonesia ini, termasuk ayam buras khas tanah air yang banyak ditemukan di daerah Cianjur, Jawa Barat.

Suara kokokannya yang unik dan berirama jadi salah satu unggulan dari Ayam Pelung.

Bahkan saking khasnya suara kokokan dari ayam tersebut, orang-orang yang memeliharanya sering mengikutsertakan Ayam Pelung dalam ajang kontes berkokok lho.

3. Ayam Ayunai 


Masih dari jenis ayam lokal, selanjutnya ada Ayam Ayunai yang berasal dari Jayapura, Papua.

Jenis ini memiliki bentuk tubuh yang oval dan cenderung lebih besar ketimbang jenis-jenis ayam kampung biasa.

Keunikannya terletak pada bagian leher yang tampak gundul, karena bulunya hanya terdapat pada bagian bawah tembolok hingga ekor.

Ayam Ayunai sendiri termasuk dalam jenis ayam petelur dengan produksi peneluran bisa mencapai 14 butir.

Hal ini juga lah yang membuat ayam kampung tersebut dianggap cocok untuk dibudidayakan.

BACA JUGA:

4. Ayam Ciparage 

Jenis-jenis ayam di Indonesia lainnya yang mesti kamu ketahui adalah Ayam Ciparage.

Ini adalah jenis ayam petarung lokal terbaik yang berasal dari daerah Ciparage, Karawang, Jawa Barat.

Konon Ayam Ciparage pertama kali dimiliki oleh keturunan bangsawan, yaitu Duke Raden Adipati Singaperbangsa, yang merupakan seorang Pangeran Kekaisaran Sunda.

Dikatakan ayam petarung, karena menurut sejarah dulunya ayam jenis adalah ayam liar, yang kemudian di ikutsertakan dalam ajang sabung ayam melawan ayam jago.

Perawakannya yang gagah dengan bulu yang lebat di bagian ekor, menjadi salah satu daya tarik dari ayam lokal tersebut.

5. Ayam Balenggek 

Ayam Balenggek adalah jenis ayam lokal Indonesia yang banyak ditemukan di daerah Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan Payung Sekaki dan Tigo Lurah.

Pada jenis pejantannya, ayam ini memiliki suara kokokan yang unik seperti Ayam Pelung.

Bahkan, Balenggek yang tergolong dalam jenis ayam penyanyi ini memiliki kokok kan yang bervariasi, mulai dari 6 tingkatan hingga 24 tingkatan.

Ayam Balenggek jarang sekali ditemukan di daerah lain di Indonesia ataupun dunia.

Karena memang, jenis ini merupakan hasil dari persilangan antara ayam merah dan ayam kampung di sekitar kawasan Sumatera Barat tersebut.

6. Ayam Cemani

Kerap dijual dengan harga yang fantastis yakni sekitar 25 jutaan Rupiah, menjadikan Ayam Cemani sebagai salah satu dari jenis-jenis ayam di Indonesia yang katanya cuma bisa dimiliki oleh orang “berduit” saja.

DI SINI

Warna dari tubuh yang dimiliki oleh jenis unggas ini sendirilah yang membuatnya dipasarkan dengan harga tinggi.

Ya, Ayam Cemani memiliki warna tubuh yang cenderung hitam, bahkan bukan hanya dari tampilan luarnya saja, namun juga daging hingga darahnya.

Tak sedikit masyarakat yang memelihara hewan ini karena anggapan bahwa Ayam Cemani dapat membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Apalagi seperti yang kita tahu, kebanyakan orang Indonesia masih amat percaya dengan yang namanya mitos.

Jadi, wajar saja ya kalau harga jual dari Ayam Cemani tinggi.

7. Ayam Bali 

Seperti namanya, jenis unggas yang satu ini bisa kamu temukan dengan mudahnya di Bali.

Konon, Ayam Bali banyak dipelihara untuk di ikutsertakan dalam ajang sabung ayam, karena bentuk fisiknya yang dinilai sangat “atletis”.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, Ayam Bali seringnya dipelihara sebagai ayam hias dengan tampilannya yang eksotis.

Pada pejantan, ayam ini memiliki bobot tubuh di atas 2.5 kg, sementara untuk jenis betina memiliki bobot tubuh rata-rata 2 kg.

8. Ayam Bangkalan

Beralih dari Bali, sekarang mari kita berkenalan dengan Ayam Bangkalan khas Madura. Hewan yang termasuk dalam jenis-jenis ayam di Indonesia ini paling seringnya dibudidayakan, karena tingkat produksi telurnya yang pesat.

9. Ayam Banten

Jenis-jenis ayam di Indonesia berikutnya yang harus kamu tahu adalah Ayam Banten.

Perawakannya yang tinggi dengan bentuk badan panjang, membuat ayam jenis ini sering disamakan dengan Ayam Bangkok.

Sifat alaminya yang tidak pantang menyerah meski dihadapkan dengan ayam yang lebih besar lah, yang membuatnya banyak dipelihara untuk dijadikan ayam petarung.

Meski begitu, sayangnya untuk urusan adaptasi, Ayam Banten kurang handal dalam hal tersebut.

Bahkan ayam jenis ini dianggap tidak bisa berkembang biak dengan baik dan cenderung sering mati.

10. Ayam Bekisar 

Terakhir, jenis-jenis ayam di Indonesia yang  ini adalah Ayam Bekisar.

Jenis unggas ini termasuk dalam ayam lokal hasil persilangan antara ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung betina.

Ayam ini paling sering ditemukan di Jawa Timur, salah satunya Madura. Keunikannya terletak pada bulunya yang eksotis sekaligus suara kokoknya yang dinilai sangat merdu.

Ayam Berkisar ini bisa kita bedakan dalam 3 jenis, yaitu Gallus aenus, Gallus temminckii, dan Gallus violaceus.

Nah, itu dia jenis-jenis ayam di Indonesia.

Walaupun beberapa diantaranya dijual dengan harga mahal, namun kalau kamu termasuk penggemar ayam hias, maka jenis unggas tersebut sangat  menyenagkan  untuk dipelihara lho.

Selain dijadikan peliharaan, jenis-jenis ayam tersebut juga berpotensial untuk dijadikan peluang usaha.

KLIK RAJA SASTRA  DI SINI 

Kamis, 03 Agustus 2023

7 PERBEDAAN PNS DAN PPPK DALAM STATUS APARATUR SIPIL NEGARA

7 PERBEDAAN PNS DAN PPPK 
DALAM STATUS APARATUR SIPIL NEGARA

PNS DAN PPPK

Bu;an  September mendatang akan ada rekrutmen CPNS dan PPPK 2023. Namun terlebih dulu para calon pendaftar perlu memahami apa itu PNS dan ap aitu PPPK

Mengutip detikFinance, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang bekerja pada instansi pemerintah.

Di bawah ini akan di bahas kami mengajak pembaca mengenai perbedaan PNS dan PPPK


Perbedaan PNS dengan PPPK:


1. Apa Itu PNS dan PPPK?

PNS adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK), untuk menduduki jabatan pemerintahan.

PPPK adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu, dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.


2. Batas Usia untuk Melamar CPNS dan PPPK

  • PNS

Batas usia untuk melamar CPNS ini berdasarkan Pasal 23 ayat 1 huruf a PP No.11/2017.

Usia minimal 18 tahun

Usia maksimal 35 tahun


  • PPPK

Batas usia untuk melamar PPPK ini berdasarkan Pasal 16 huruf a PP No.49/2018.

Usia minimal 20 tahun

Usia maksimal satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar


3. Tahapan Seleksi CPNS dan PPPK
  • PNS

Tahapan seleksi CPNS ini berdasarkan Pasal 26 PP No. 11/2017.

Seleksi administrasi

Seleksi kompetensi dasar

Seleksi kompetensi bidang


  • PPPK

Tahapan seleksi PPPK ini berdasarkan Pasal 19 PP No.49/2018.

Seleksi administrasi

Seleksi kompetensi (manajerial, teknis, sosial kultural)


4. Pemberhentian Hubungan Kerja PNS dan PPPK

  • PNS

Pemberhentian hubungan kerja PNS ini berdasarkan UU No.5/2014 tentang ASN.

Pemberhentian dengan predikat tertentu

PNS diberhentikan dengan hormat karena: 

Meninggal dunia, 

atas permintaan sendiri, 

mencapai batas usia pensiun,

perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini, dan tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban.

Baca Juga:

  • PPPK

Pemberhentian hubungan kerja PPPK ini berdasarkan PP No.49/2018 tentang Manajemen PPPK.

1.  Pemutusan hubungan perjanjian kerja dengan predikat tertentu

2. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dengan hormat apabila: Jangka waktu perjanjian kerja berakhir, meninggal dunia, atas permintaan sendiri, perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pengurangan PPPK, tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perjanjian kerja yang disepakati.


5. Kedudukan PNS dan PPPK

  • PNS

Dapat menduduki seluruh jabatan pemerintahan.

  • PPPK

Jenis jabatan yang dapat diisi PPPK diatur dengan Peraturan Presiden dan Keputusan Menteri PANRB No. 76/2022.

Tidak dapat mengisi JPT Pratama.


6. Gaji dan Tunjangan PNS dan PPPK

  • PNS

Gaji dan tunjangan PNS ini berdasarkan PP No.11/2017 jo PP No.17/2020).

Gaji

Tunjangan kinerja

Tunjangan kemahalan


  • PPPK

Gaji dan tunjangan PPPK ini berdasarkan Peraturan Presiden No.98/2020, PP No.49/2018)

Gaji

Tunjangan kinerja

Tunjangan kemahalan

DI SINI

7. Batas Usia Pensiun PNS dan PPPK

  • PNS

Batas usia pensiun PNS ini berdasarkan UU No.5/2014 tentang ASN.

58 tahun bagi pejabat administrasi

60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi

Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi pejabat fungsional


  • PPPK

Batas usia pensiun PPPK ini berdasarkan PP No.49/2018 tentang Manajemen PPPK.

58 tahun bagi pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional kategori keterampilan.

60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya.

65 tahun bagi yang memangku jabatan fungsional ahli utama.

 KLIK  RAJA SASTRA

sumber

Artikel detikjatim, "Sederet Perbedaan PNS dengan PPPK" 

Selasa, 01 Agustus 2023

MENGEJAR BAROKAH DARI JAJABUR DALAM TRADISI ADAT DI DESA BANTARKALONG KECAMATAN CIPATUJAH.

 BAROKAH DARI JAJABUR MAYSARAKAT MENJADI MAKMUR.

Barokah dari Jajabur

Jajabur  merupakan  salah satu  tradisi   yang tumbuh dan berkembang di Masyarakat Desa  Bantarkalong, yang terletak di Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya. Propinsi Jawa Barat. Jajabur tersebut  berasal dari bahasa sunda yang berarti makanan kecil yang diberikan setelah tadarus atau membaca Alquran, setelah sholat Tarawih. Tradisi ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Sehingga menjadi ciri khas  masyarakat Desa Bantarkalong dalam menyambut Ramadhan seperti, buka puasa bersama, ibadah salat tarawih berjemaah, dan tadarus(baca Alqur’an secara berkelompok di mesjid mesjid yang ada di Desa Bantarkalong.

Jajabur ini pada awalnya dibawa oleh seorang,  Waliyullah ulama besar yang Bernama Syaikh Zainuddin pada tahun 1900 Masehi. Dan Syekh Zaenudin tersebut makamnya terdapat di Joglo, Desa Bantarkalong sebelah kanan jalan Raya Tasikmalaya Cipatujah. Jajabur ini awalnya  dilakukan di beberapa pakauman di sekitar Jawa Barat. Yang dimaksud  Pakauman adalah masjid besar yang sering menjadi tempat ibadah shalat jum’at. Kalau sekarang mungkin yang disebut mesjid Jami. Pekauman dulu adanya ditiap tiap kecamatan. Nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Jajabur, membangun kebiasaan bersedekah, membangun kebersamaan 

Dalam tradisi ini pun kita diajarkan untuk bersyukur atas keluarga yang kita miliki juga belajar berbagi dan menerima segala sesuatu dari keluarga maupun warga sekitar. Sehingga ada keyakinan dengan memberikan makanan untuk Jajabur, kehidupan masyarakat semakin mamur.

Dalam masa lalu Bantarkalong itu dibagi  menjadi enam bagian diantaranya, Tebongjaya, Bantarkalong, Darawati, Pandawaras, Nangelasari, dan Nagrog. Enam wilayah di Bantarkalong tersebut masih aktif melaksanakan Jajabur tiap tahun karena memiliki beberapa pakauman.

Dalam pelaksanaan jajabur di daerah lain tidak terdengar lagi. tapi di Desa Bantarkalong taradisi islami ini masih terpelihara dan dilaksanakan penuh antusias oleh  masyarakat. Palaksanaan Jajabur  di Desa Bantarkalong  diatur dengan cara, orang-orang yang memasak dibagi beberapa puhun, nantinya tiap puhun akan mengatur dan bertanggung jawab atas semua makanan yang diberikan di hari yang telah ditentukan. dalam  pembagian tersebut sesuai dengan puhun yang ada menjadi 10 puhun. Puhun ini memiliki arti yaitu kelompok yang ditentukan sesuai dengan garis keturunan yang diurutkan dari pihak perempuan baik istri maupun anak perempuan. Nantinya satu keturunan tersebut akan memiliki tanggung jawab di salah satu hari dalam rentang tanggal 10 sampai 20 Ramadhan dan bertanggung jawab atas makanan di semua pakauman yang ada di desa tersebut. 

Dalam perkembangan sekarang jajabur masih tetap terpelihara, menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat. Bahkan dari awal Syaum pun makanan di mesjid melimpah ruah walau pun di awal syaum pembagiannya  belum diatur dengan  perpuhun seperti aturan yang telah diterapkan  dari tanggal 10 - akhir  syaum, hal ini menjadikan orang terutama laki-laki berkumpul sebelum magrib untuk berbuka sekedarnya, dan langung melaksanakan sholat  magrib berjamaah. Tradisi jajabur  dalam perkembangannua  jenis makannanya terus berkembang, selain  makanan tradisonal, sekarang bertambah  dengan adanya makanan-makanan modern yang mudah di beli di swalayan atau di warung -warung kecil, hal ini tidak dipermasalahkan yang penting warga bergembira dapat bersedekah.

Sebetulnya masih banyak tradisi-tradisi lain yang menjadi warisan leluhur dari Syeh Zaenudin, apalagi dengan adanya organisasi “PATAKA” (Pemangku Adat Bantarkalong) yang diketuai oleh seorang ketua Adat, Drs. Dedi Abdullah, perkembangangan adat makin tertata rapi dan selalu menampilkan ipen-ipen adat setiap tahun, seperti halnya membaca Deba, membaca Perjanji yang memang telah memasyarakat sejak dulu. Sehingga sampai anak-anakpun mereka sudah pada pandai melantunkan deba dan perjanji.

Syekh Zaenudin sang Waliyullah, mewariskan tradisi bersedekah kepada masyarakat Bantarkalong yang di kemas dalam tradisi budaya menjadi budaya islami yang mengakar di masyarakat, sehinggal timbul keyakinan dengan Jajabur kehidupan masyarakat Bantarkalong akan menjadi lebih Makmur.


Minggu, 30 Juli 2023

PEMILU DEMOKRASI DAN CAWE-CAWE DALAM SATU PANDANGAN

 PEMILU DEMOKRASI DAN  CAWE-CAWE 

DALAM SATU PANDANG


 PEMILU DEMOKRASI DAN CAWE-CAWE

Beberapa saat lagi kita mengadakan Pemilu yang biasa disebut pesta demokrasi, dari sejak pemilihan Presiden, DPR, DPD DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten. Gaungnya mulai terasa dari sekarang dari partai dan para anggote Dewan serta Calon Presiden. Rakyat berdemokrasi salah satunya menentukan pilihan ke hal yang saya sebutkan di atas. Mengutif dari pernyataan Expiration Date: The Fall of Empires, Superpowers and the United States— menyatakan bahwa kebenaran jarang menjadi tujuan utama politisi. Pemilihan umum dan kekuasaanlah tujuan utama mereka. Berkaitan dengan  perkataan tersebut beberapa cara dilakukan, dari cara yang baik sampai cara yang kotor dan  jahatpun kadang dilakukan demi kemenangan.

baca yang lainnya

Dalam sebuah kisah, Alexander Agung bertanya kepada seorang perompak, mengapa ia melakukan berbagai kejahatan selama ini. Si perompak menjawab, ”Yang saya lakukan sama saja dengan Anda yang merusak seluruh dunia; tetapi karena saya melakukan itu semua dengan armada kecil, maka saya disebut perompak dan karena Anda melakukannya dengan armada besar, maka Anda disebut penguasa.” Demikian dikisahkan oleh Santo Agustinus lebih dari 1.500 tahun yang lalu, untuk menyoal kekuasaan.

Catatan Agustinus itu masih berlanjut dengan pertanyaan sebaliknya: bukankah sarang penyamun sebenarnya adalah suatu kerajaan kecil? Gerombolan penyamun adalah organisasi, diperintah oleh pemimpinnya, dan diikat oleh perjanjian sehingga hasil perampokan dibagi menurut aturan main yang disepakati. Maka, yang seharusnya membedakan antara perompak dan penguasa adalah keadilan. Bukan hukum dalam arti peraturan dan aparat penegak hukum, tetapi keadilan dan etik.

Kita lanjut lagi berkaitan dengan Pemilu. Pemilihan Umum menuntut kecerdasan masyarakat untuk menimbang mana calon yang berkualitas baik, dan mana calon yang nantinya memanfaatkan kekuasaan karena pada hakekatnya Demokrasi menurut pandangan penulis “Milu ka nu Loba can puguh milu ka nu bener”.  Ikut kepada yang banyak belum tentu ikut kepada yang benar, sebab siapapun yang menang atau partai manapun yang menang, itulah yang akan mendominasi kekuasaan.  Untuk itu marilah orang orang yang benar, jujur dukunglah partai yang programnya baik, pimpinannya baik serta petinggi partainya baik. Karena kalau orang jahat berkumpul dalam suatu partai kebetulan anggotanya banyak mereka akan menang dan akan melakukan kejahatan.

                                           DI SINI

Menghadapi pemilu belakangan ini dipenuhi dengan gambaran nyata  dalam pemilu ada kekuasaan yang sedang diperebutkan; atau dipertahankan. Ada dua fenomena yang harus dibincangkan dalam masa-masa transisi kekuasaan. Pertama, kecenderungan pemilik kekuasaan untuk mempertahankan kekuasaannya, atau setidak-tidaknya memelihara agar kekuasaan tetap ada pada lingkaran keluarganya atau penerus yang ia percayai. Kedua, pemilik kekuasaan yang tak paham keadilan dan tak memiliki etika politik juga tidak akan membuka akses politik yang besar bagi nilai-nilai kebajikan yang penting, seperti hak asasi manusia dan antikorupsi 

Dari level paling atas, kita diributkan oleh soal ”cawe-cawe” yang dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo. Kata ini memang multimakna. Ia bisa berarti pemerintah akan melaksanakan perintah konstitusional untuk memastikan pemilu diselenggarakan dengan berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber-jurdil) seperti dinyatakan dalam Pasal 22E Ayat (1) UUD 1945.

Cawe-cawe juga bisa bermakna kebalikannya, yaitu untuk aktif terjun langsung mengatur jalannya pemilu bukan dengan tujuan keadilan. bisa jadi, tujuannya adalah memastikan adanya pemimpin baru yang bisa melanjutkan program pembangunan.

Seharusnya semua pemangku kepentingan berpikir bagaimana menyelenggarakan pemilu berkualitas dan menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Bukan sekadar mencari kekuasaan. Minimalkan permainan uang karena dengan kader yang berkualitas, partai sebenarnya tidak sulit mendapatkan suara dan dukungan rakyat.

Sebetulnya kalau mau benar-benar melaksanakan amanat konstitusi Amanat ini tinggal dijalankan saja dengan aksi konkret, tak perlu dinyatakan dalam sebuah pertemuan dengan media massa dan kongres partai, yaitu dengan cara memastikan pemilu yang luber-jurdil melalui berbagai forum koordinasi formal dan nonformal yang dimiliki semua penyelenggara negara. Salah satunya, dengan memastikan tidak ditetapkannya berbagai aturan main teknis penyelenggaraan pemilu yang ternyata merugikan keterwakilan perempuan, membuka kemudahan bagi koruptor untuk menjadi calon anggota legislatif lagi meskipun sebelumnya sudah dibatasi oleh Mahkamah Konstitusi, dan melonggarkan pelaporan dana kampanye.

Kita juga sudah melihat rekam jejak dan tanda-tanda kebobrokan berbagai lembaga yang terkait dengan pemilu, dari ke (tidak) bijakan yang dihasilkannya. Misalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan peraturan KPU yang merugikan calon anggota legislatif perempuan dan melonggarkan pencalonan koruptor. Bahkan juga Mahkamah Konstitusi yang independensinya sedang diserang dan telah mengeluarkan putusan yang kontroversial mengenai perpanjangan masa jabatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akhirakhir ini  warga semakin jomplang. Penguasa tengah berunding di antara mereka sendiri untuk menentukan penerus pembangunan, yang sebenarnya tak adil dan merusak lingkungan. Sementara sebagian warga sedang berupaya membuat kompetisi politik tahun depan adil, misalnya upaya Koalisi Peduli Keterwakilan Perempuan mengajukan permohonan pengujian peraturan KPU ke Mahkamah Agung. Warga terengah-engah, penguasa negosiasi bermewah-mewah.

Tentu saja, dalam sebuah demokrasi, tak haram bagi presiden petahana untuk mendukung calon dari partainya, seperti Obama mendukung Biden di Amerika Serikat. Yang jadi soal, bagaimana dukungan ini diberikan? Apakah dengan menyokong gagasan dalam masa kampanye? Atau dengan menggunakan kekuasaannya? Kita perlu membincangkan hal ini secara terbuka sejak sekarang. Bukan untuk memupuk ketidakpercayaan, tetapi karena otoritas memang mudah digunakan untuk kepentingan sang pemilik kekuasaan.

Kaderisasi makin sulit jika kekuasaan partai terpusat dalam genggaman segelintir elite partai. Bahkan ada beberapa partai yang dianggap milik pribadi atau keluarga.

klik Raja Sastra di sini

Sumber bacaan : 

Samesto Nitisastro : Paktisi SDM Pesona Khayangan Depok

Sabtu, 29 Juli 2023

LATIHAN SOAL SELEKSI KEMAMPUAN DASAR CPNS 2023 BAGIAN 1

 LATIHAN SOAL TEST SELEKSI KEMAMPUAN  (SKD)
 CPNS 2023

LATIHAN SOAL  SELEKSI KEMAMPUAN DASAR  CPNS 2023

Latihan Soal Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS 2023 sangat penting, agar apak yang diharapkan dapat tercapai, Persaingan mungkin begitu ketat, sehingga kalau anda tidak mau berlatih mungkin akan ketinggalan atau tersaingi oleh orang lain.

Latihan Soal Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS, memang perlu jauh sebelum pelaksanaan test, sehingga dalam waktu pelaksanaan kita optimis dapat bersaing dengan peserta lain. Ikhtiar yang kita lakukan insya Allah tidak akan menghianati hasil, Seberapa keras dan ulet usaha yang kita lakukan akan semakin besar menuju hasil Lulus test CPNS yang kita lakukan

Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS, merupakan tahapan kedua setelah lolos Seleksi Administrasi. Lolos dari SKD akan melalui satu tahap lagi yaitu  adalah Seleksi Kompetensi Bidang  (SKB), lolos dari SKB maka anda lolos menjadi CPNS

Selamat berlatih, semoga bahan latihan test ini bermanfaat.

DOWNLOAD LATIHAN SOAL  SELEKSI KEMAMPUAN DASAR  CPNS 2023 BAGIAN  1

DOWNLOAD


MASALAH GURU HONORER YANG TAK KUNJUNG SELESAI

  

MASALAH GURU HONORER YANG TAK KUNJUNG SELESAI

MASALAH GURU HOONOR YANG TAK KUNJUNG SELESAI

Masalah guru honor masalah yang terus menimbulkan problema untuk mendapat penyelesaian. Hal ini kerap mengundang keresahan di lapangan, meskipun mereka tetap bekerja dengan penuh keiklasan. Klik Raja Sastra

Klik juga Judul:

Untuk mengetahui tentang berita  dan nasib perjalanan guru honorer silahkankunjungi berita berita berikut dengan cara mengklik di 

Selanjutnya klik laman berikut di bawah di sini:

MENGENAL TAUFIK Wr. HIDAYAT DALAM CERPEN PISAU SEGALA LAMPAU

MENGENAL  TAUFIK Wr. HIDAYAT DALAM CERPEN  
PISAU SEGALA LAMPAU
Taufik Hidayat
CEPEN PISAU SEGALA LAMPAU

Taufiq Wr. Hidayat  adalah seorang Sastrawan, Dia dilahirkan di 

dilahirkan di Dusun Sempi, Desa Rogojampi, Kab. Banyuwangi.

Taufiq dibesarkan di Desa Wongsorejo Banyuwangi, Tinggal

 di Banyuwangi. Ia menempuh pendidikan di UNEJ pada fakultas

Sastra Indonesia.

Karya-karya Taufik Hidayat yang telah terbit adalah:

  • Suluk Rindu” (YMAB, 2003),  (Kumpulan Puisi)
  • Muncar Senjakala” [PSBB (Pusat Studi Budaya Banyuwangi), 2009], (kumpulan cerita)
  • Kisah-kisah dari Timur” (PSBB, 2010),
  • Catatan (PSBB, 2013),
  • Sepotong Senja, Sepotong Malam, Sepotong Roti” (PSBB, 2014), (Cerpen)
  • Dan Badut Pun Pasti Berlalu” (PSBB, 2017),
  • Serat Kiai Sutara, (PSBB, 2018).
  • Kitab Iblis (PSBB, 2018),
  • Agama Para Bajingan (PSBB, 2019), 
  •  Buku terbarunya “Kitab Kelamin” (PSBB, 2019).

Selanjutnya saya mrengajak untuk  membaca  Cerpen Karangan Taufik Wr. Hidayat. Selamat membaca dan mengapresiasinya.

PISAU SEGALA LAMPAU

Taufiq Wr. Hidayat  

CERPEN PISAU SEGALA LAMPAU
Taufik Wr, Hidayat

Pisau Sukri dalam kisah termashur “Sukri Membawa Pisau Belati” Hamsad Rangkuti, selalu berkilat-kilat di dalam gelap. Ia haus darah. Dan menyimpan dendam purba pada daging. Tentu bukan daging sapi atau darah ayam. Tapi darah-daging kehidupan. Sukri yang beringas, memendam derita dan hati yang patah. Dengan sebilah pisau berkilat yang diselipkan di pinggangnya, Sukri memacu sepeda skuternya. Skuternya mengerang-ngerang merobek telinga. Dengan mata yang merah dan hati yang merana, Sukri memasuki dadaku. Menghentikan skuternya tepat di jantung hatiku. Tapi siapa sebenarnya Sukri? Siapa orang yang menyelipkan sebilah belati ketakberdayaan di pinggangnya, memacu sepeda skuter dengan kedua mata yang memerah melintasi waktu?

BACA LAINNYA:

“Dunia bukan tempat yang aman. Di mana-mana ancaman. Ancaman wabah penyakit, perang, dan kemiskinana. Semua orang menghina ketakberdayaan. Kekasihku Sumarni memuja kemapanan, dan jatuh cinta pada jaminan masa depan. Dia berkhianat. Dasar pengkhianat cinta! Dia tidak melihat cinta dan kesetiaan. Bukankah hingga sekarang waktu tetap tak membutuhkan kesetiaan?” tanya Sukri, menghunuskan sebilah pisau. Ia mengucapkan “pengkhianat cinta” seperti sepotong syair dalam sebuah lagu dangdut.

Tapi orang-orang melihat Sukri sembari tertawa-tawa. Terbahak. Mereka menertawakan Sukri. Menghina. Sebagian menganggapnya sinting. Sebagian lagi memotretnya pakai android, lalu mengunggahnya di akun medsos, kemudian diberi keterangan “Awas! Anjing gila!”. Beberapa orang mendekat hendak mengambil gambarnya.

“Jangan mendekat!” Sukri menghunuskan pisaunya yang lapar akan darah.

“Sukri! Mana maskermu? Kamu telah melanggar protokol kesehatan. Memancing kerumunan. Dan tidak mencuci tangan pakai sabun!” kata seseorang. Yang lainnya tertawa.

“Sinting!”

“Wong edan!”                      DI SINI

Orang mengolok-olok Sukri. Sukri tetap berdiri tegap, menghunuskan pisaunya yang berkilau terkena cahaya matahari. Kedua matanya memerah. Rambutnya berantakan. Bajunya pun berantakan menandakan kemelaratan. Dan sepeda skuternya teronggok di tepi jalan. Sukri menikam-nikamkan pisaunya ke udara, ke arah orang-orang yang mencoba mendekatinya. Orang-orang pun berlalu. Meninggalkan Sukri sendirian. Tinggal Sukri sendirian bersama skuter dan pisaunya yang tajam. Kedua matanya yang merah. Dan hatinya yang merana.

“Zaman telah berubah, Sukri! Kamu hanya orang bodoh. Hingga hari ini kau tetap saja bersama kegagalanmu. Hidupmu gak ada apa-apanya. Kriminal. Dan biadab!” kata seseorang.

Sukri mencari-cari suara itu. Ia semakin geram. Marah. Dan terbakar. Dengan sigap, ia melompat ke balik semak-semak. Kemudian menikam-nikam buku cerita di tangannya.

 Cerita bangsat! Kenapa kamu tak mati-mati juga? Kenapa kamu selalu hidup di dalam hidupku?" Sukri menikam-nikam buku cerita. Buku itu pun robek. Sukri membakarnya. Tapi cerita itu tak bisa dibakar.

Kini Sukri dengan sebilah pisau tajam di pinggang, tanpa android, tanpa masker, dan tanpa uang, memacu skuter sekencang-kencangnya; "gas pol". Tapi skuter itu tetap saja berjalan terlambat. Suara skuter Sukri itu, lama-lama semakin menjauh, memasuki relung hatiku.

 Klik RAJA SASTRA di sini

Tembokrejo, 2021


Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...