BERANDA

Kamis, 27 April 2023

DUA PUISI RELIGI MEMBAWA UNTUK MENDEKATKAN DIRI PADA DZAT ILLAHI ROBBI

 DUA PUISI RELIGI MEMBAWA  UNTUK  MENDEKATKAN DIRI
PADA DZAT ILLAHI ROBBI

Puisi adalah penggalian dari kristal kehidupan yang diuangkapkan dengan kata-kata. Pemilihan diksi yang tepat akan membawa perenungan bagi pembaca yang bermuara dalam pusaran hati sebagaimana digambarkan oleh penyair itu sendiri.

Penulis mencoba membawa pembaca dengan dua puisi di bawah ini, dalam judul:

(1) ”Dipesantren Cipasung”, ini menggambarkan kehidupan peantren yang penuh kedamaian, penuh kesederhanaan, mereka calon para penghuni sorga dari jajaran Para Kiyai, para santri, serta para penghuni Lainnya, yang berusaha menjadi pengabdi kebenaran berdasarkan  petunjuka Illahi dalam Al-qur’an. Para Sanrti/Santriyah yang tekun belajar adalah aset  masa depan hidup menempuh kebenaran dalam pusaran yang penuh keikhlasan.

(2) Aku Malu Pada-Mu Ya Robbi adalah sebuah puisi gsmbaran dsri seorang hamba, yang merasa dirinya penuh dosa, merasa dirinya tak pantas untuk dapati surganya Allah, tapi dia sadar bahwa dirinya harus berusaha menempuh jalan yang lurus, karena di akhir perhitungan Allah tidak ingin tersungkur dalam neraka yang kesakitannya tiada tara. Dia memohon kepada Allah untuk memberi kesempatan memanfaatkan sisa waktu sebelum nyawanya direnggut Malakal maut/malaikat pencabut nyawa. Rasa malu pada Sang illahi Robbi, menumbuhkan kesadaran, bahwa hakekat hidup sebenarnya adalah pengabdian pada Illahi yang didasarkan pada pondasi keikhlasan hati.

Pembaca yang Budiman mari kita apresiasi puisi di bawah ini, semoga ada manfaat yang tersimpan, walau hanya sebesar butiran debu pun.


DI PESANTREN CIPASUNG

(Undang Sumargana)


Lantunan adzan subuh menggema dari menara mesjid

menembus angkasa membuka pintu langit

di dalam mesjid para santri berbaris berbaur dengan kiyai

dimana Kau dan Tuhan- Mu bertemu sangat dekat kala itu

untuk bersujud,memuji keagungan Mu Ya Robbi

di saat itu ada sebuah qobliyah

kau dan Tuhan-Mu bertemu sangat dekat



Dalam suasana yang masih sepi

syair indah memecah kesunyian memuji-Mu 

Ya Robbi…!

sang pencipta yang maha tinggi

semoga kau masih memberi kesempatan hamba- Mu ini 

 untuk bisa bertemu kala subuh lain hari nanti 


Di  mesjid Jami Cipasung

aku bersimpuh kepadamu 

bersujud,memuji keagungan-Mu Ya Robbi…

semua bersujud,memuji keagungan Mu Ya Robbi…

engkau pemilik kehidupan Fana ini Ya Illahi

engkau pemilik kerajaan Langit dan Kerajaan Bumi

dalam sujud dalam shalat aku temukan hakekat hidup

sebab sujud dan shalat adala hakekat hidup sendiri.


Tasik Selatan, 27 April 2023



AKU MALU PADAMU YA ROBBI

(Undang Sumargana)


Aku malu pada-Mu Ya… Robbi.

rasa takutku begitu dahsyat terhadap neraka

tapi aku tak pantas dapati surga-Mu

entah bekal apa yang ku bawa di yaumal mizan.

luruskan jalanku Ya Robbi

supaya aku berjalan dalam petunjukmu


beri kesempatan untukku bertaubat Ya Robbi

sebelum malaikat maut merenggut nyawaku

sebelum napas yang kau titipkan Kembali pada-MU

sebelum cakrawala runtuh menghujam jantungku

sebelum  mentari tak lagi beredar  di garis ufuk


Aku tak pantas mendapatkan pengampunan-Mu Ya Rob

karena ibadah ku Tak sepadan dengan karunia-Mu

bahkan panggilan lima kali sehari pun kadang terabaikan

hingga ukhrawi tempatku dikembalikan terlalaikan


Aku malu pada-Mu Ya… Robbi

ketika Suara takbir mengetuk pintu langit

sajadah terhampar bibir begetar

tangan tengadah mengharap ridha-Mu

sujud telungkup dalam gerimis hati teriris

embun mengabut rasakan sejuk

terasa tersiram air surga-Mu

 

Sayup terdengar di surau kecil  lantunan, tafsiran

kiai tua yang tak banyak dikenal orang 

sedang mengajarkan 3 orang  muridnya

lidahnya fasih  logat bahasa Arabnya   sahih

”Fa’ala yaf’ulu fa’lan wa maf'alan fahuwa fa'ilun

wadzaka maf'ulun uf'ul la taf'ul maf'alun maf'alun mif'alun...

Dharaba yadhribu dharban wa madhraban fahuwa dharibun

wadzaka madhrubun idhrib la tadhrib madhrabun madhrabun midhrabun...”


Aku malu pada-Mu Ya...Robbi!

saat memandang kesyahduan langit malam

aku tertunduk  pada cahya sinar purnama 

ada sketsa indah terlukis di atap langit

lukisan mimpi dalam istikharah yang tak pernah khusu 

terganggu bayangan dosa yang tak pernah sirna



Tasik Selatan, 27 April 2023


Selasa, 25 April 2023

PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN PILIHAN BAGI ORANG TUA

PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN PILIHAN BAGI ORANG TUA

Para santri/santiyah  warga Desa Bantarkalong, Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya. yang tersebar di beberapa pondok  pesantren di Kab. Tasikmalaya  dan luar Kab. Tasikmalaya, berkumpul bersama di penghujung Syaum, sebanyak 102 orang di untuk bersilaturahmi dan mendapatkan santunan 
(di Prakarsai oleh Ketua MUI Desa Bantarkalong /Ketua DKM AL-Ikhlas Bantarkalong, Apip S.Ag)

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia sampai sekarang tetap memberikan kontribusi penting di bidang sosial keagamaan. Dulu pesantern hanya dipandang sebelah mata, namun sekarang menjadi pilihan utama Bagai orang tua yang beragama islam untuk memasukan putra putrinya ke Pondok Pesantren. Malah orang tua merasa bangga kalau putra/putrinya melanjutkan sekolah sambil mondok dipesantren.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan memiliki akar kuat  pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya serta memiliki model pendidikan multi aspek. . Berdasarkan kurikulum, pesantren terbagi tiga, yaitu pesantren tradisional (salafiyah), pesantren modern (khalaf atau asriyah).

Eksistensi Pendidikan di pesantran sangat dibutuhkan dalam masyarakat, maka pesantrenpun hadir dengan memperbaharui diri dengan berdirinya sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dilingkungan pesantren, selain itu kualitas terus ditingkatkan sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat keterikatan pondok dengan masyarakat mengakar melalui charisma kiyainya menjadikan pondok pesantren sebagai  lembaga Pendidikan yang sangat dipercaya.

Ada hal menjadi tantangan bagi pesantren sekarang. Pesantren harus bisa mengikuti perubahan zaman yang semakin hari semakin drastis. Pesantren harus mengukuti budaya yang ada tanpa menghilangkan budaya-budaya yang sudah ditanamkan di dalam pesantren tersebut. 

Pesantren juga adalah lembaga besar yang menghasilkan ulama-ulama di Indonesia, sehingga menjadi sorotan dan pengawasan dari pemerintah yang kadang berlebihan.

Pesantren mempunyai peranan penting dalam mempertahankan budaya yang baik,, namaun  tradisi  dan budaya tersebut  disesuaikan dengan kaidah islam sehingga tidak melanggar ketentuan agama, olah karena itu pesantren perlu terus menerus  secara kreatif merespon  melalui pengelolaan Pendidikan, sekaligus menemukan pilihan  sesuai kebutuhan zaman. Untuk menguatkan kelembagaan pesantren tersebut maka kriteria yang layak dalam pesantren modern (khalaf atau asriyah)

harus   memenuhi unsur-unsur berikut:

1. Kiai atau sebutan lain yang sejenis;

2. Santri;

3. pondok atau asrama pesantren;  

4. masjid atau musholla, dan 

5. pengajian dan kajian kitab kuning atau dirasah islamiyah dengan pola pendidikan mu'allimin.

Unsur-unsur tersebut akan menopang pertumbuhan pesantren sebagai pengkajian ilmu agama dan sekaligus  ilmu pengetahuan lainnya yang membantu permasalahan Pendidikan di negara.

Pertumbuhan pesantren semakin pesat, hal ini menjadi tantangan bagi pesantren dimasa kini dan akan datang. Pesantren harus tumbuh menjadi  lembaga pendidikan yang ramah terhadap anak. Untuk  pesantren menciptakan  lingkungan sekitarnya agar dapat membuat anak nyaman, bersih, betah, khusyu’ beribadah, senang belajar, bermain dan berinteraksi. Pesantren Ramah Anak, harus mengedepankan bentuk penerapan disiplin tanpa kekerasan melalui komunikasi dan mengajarkan tanggung jawab dan rasa hormat dalam berinteraksi dengan lingkungan. Setidaknya konsepsi pesantren ramah anak, harus terbangun dari indikator dengan persetujuan secara moral bagi kemaslahatan bersama. Di antaranya, kebijakan untuk berkomitmen terus mengembangkan lingkungan yang ramah, tenaga pendidik yang berkualitas, menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama, kurikulum dengan materi yang sesuai terhadap kebutuhan dari santri. Selain itu kegiatan pembelajaran yang mampu mendukung potensi setiap santri, terkhusus dalam strategi pembelajaran yang bervariatif, serta komponen manajemen layanan. Semua pihak harus berkolaborasi, saling terikat untuk mewujudkan pesantren ramah anak yang sesuai harapan.


Tasik Selatan,  25 April 2023

Penulis oran tua santri pesantren Cipasung Singaparna Kab. Tasikmalaya

Rabu, 19 April 2023

BENCANA YANG MENGERIKAN DARI EKSPLOITASI ALAM YANG BERLEBIHAN

BENCANA MENGERIKAN DARI EKSPLOITASI ALAM YANG BERLEBIHAN

(Drs, Undang Sumargana, M.Pd)


Kondisi Pantai Cipatujah Tasikmalaya,  November 2022 (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)

Indonesia mempunyai Sumber Daya Alam yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahtraan masyarakat, meningkatkan pembangunan serta memacunya pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat.  Namun kalau pertumbuhan ekonomi hanya memenfaatkan sumber daya alam dan investasi modal dari para kapitalis jangan harap  rakyat sejahtra, jangan harap pembangunan dinikmati masyrakat dan jangan harap pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Pemanfaatan sumberdaya alam harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas penduduk.
Eksploitasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan sulit dibendung, karena ada kalanya menjadi pengisi pundi-pundi oknum pejabat, yang  bekerja sama dengan para pereman untuk menanakut-nakuti masyarakat dan menjadi beking lanncarnya penggalian sumber daya alam yang mengabaikan kerusakkan lingkungan. Protes masyarakat yang kena dampak adakalanya diabaikan karena para pengusaha telah mendapat restu dari oknum pejabat  dan bekingan para pereman yang ada kalanya bertindak di luar batas tanpa tersenuth hukum. Mereka tidak berfikir tujuan pembangunan utamanya untuk kesejahtraan rakyat, malah yang ada kesejahtraaan para pereman tertentu dan oknum pejabat tertentu padahal  bila sumberdaya alam tersebut sudah habis,  ketika sumber daya alam telah terkuras dan investasi makin terbatas maka pertumbuhan ekonomi akan melemah dan pada gilirannya tidak mampu mendukung kehidupan penduduk. Dampaknya adalah makin banyak penduduk yang tidak berdaya karena produktivitasnya yang rendah dan menjadi miskin. Penduduk miskin dalam jumlah besar dan telah menderita selama bertahun–tahun akan dapat menjadi ancaman yang serius bagi pemerintah, bahkan perpecahan bangsa dapat berasal dari kemiskinan. Kemiskinan akan lebih parah jika eksploitasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara serampangan terus berlanjut, mengabaikan kerusakan yang terjadi.
Hal ini memang  sudah terjadi, lihat sepanjang Pantai Tasik Selatan  dari Cipatujah Cikalong, terus sampai batas Pangandaran penggalian pasir besi berlebihan telah dilakukan meskipun secara resmi talah ditutup akibat reaksi masyarakat dan para pencinta lingkungan yang tanpa hentinya mnenggaungkan protes, tapi dampak dari penggalian tersebut telah memporak porandakan tepi pantai, kubangan-kubangan bekas galian, gunukan gunukan sisa pasir yang mereka biarkan, sehingga layaklah bila oknum dan para pelaku lainnya diberi gelar penjahat lingkungan mereka memang bangsat,  dihati mereka hanya uang yang dipikirkan  untuk mengisi pundi-pundi,  walaupun ada dampaknya sedikit peningkatan sesaat penghasilan masyarakat, tapi tak sebanding dengan keursakan yang ditimbulkan. Sejumlah kawasan pantai  Tasik Selatan yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak memenuhi kaidah pelestarian lingkungan dan tidak memperhatikan budaya serta kearifan lokal. Mungkin suatu saat kalau tidak cepat diperbaiki akan berdampak datangnya bencana yang mengerikan bagi masyarakat setempat.
Mari cepatlah bertindak tanggapan yang serius dari pemerintah, kerjasama bagi masyarakat, kesadaran para pengusaha dan oknum oknum bayaran, konsep  mengubah arah pembangunan yang tidak bertumpu lagi pada Eksploitasi SDA tapi perlu memperroritaskan pada pemulihan dan perlindungan lingkungan. Lingkungan harus cepat diselamatkan. Dampak dari model pembangunan yang menitik beratkan mengeksploitas SDA sudah di depan mata, banjir,  longsor abrasi air laut itu seharusnya menjadi acuan pada pemangku kepentingan dan peningkatan kesadaran masyarakat, risiko yang lebih mengerikan dalam jangka   panjang,  permasalahan lingkungan, termasuk hilangnya ekosistem seperti hutan alam, kehidupan di laut dan perubahan iklim yang sulit di prediksi dan kehidupan nelayan banyak terganggu.


Penulis adalah penduduk Tasik Selatan 
Yang cinta Lingkungan

Minggu, 16 April 2023

KEISTIMIWAAN MALAM LAILATULQODAR DALAM EKPRESI EMPAT PUISI KARYA (R.KYRANI)

 KEISTIMIWAAN MALAM  LAILATULQODAR
DALAM EKPRESI EMPAT PUISI KARYA R.KYRANI

Sebagai umat islam meyakini bahwa malam Lailatulqodar, adalah malam yang istimewa, yang terjadi dalam bulan Ramadhan, keyakinan tersebut didasarkan pada Al-Qur’an digambarkan sebagai malam seribu bulan. Deskripsi tentang keistimewaan malam tersebut terdapat pada Surah Al—Qadar surat ke 97. Berdasar hal tersebut umat islam meyakini bahwa malam itu lebih baik dari malam seribu bulan. Dan malam itu sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatulqadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatulqadar itu pada terjadi 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan: " Rasulullah 

Shallallahu 'alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Berdasarkan hadis tersebut sudah menjadi keyakinan dan pengetahuan, umum bahwa Lailatulqadar kemungkinan akan "diwujudkan" oleh Allah pada malam ganjil, tapi mengingat umat islam memulai awal puasanya ada kalanya pada hari dan tanggal yang berbeda, maka  bagi umat islam yang menghendaki keutamaan dari malam tersebut maka mencarinya setiap malam. 

Sebagai umat islam yang meyakini hal tersebut tentu saja betapa inginnya mendapatkan anugrah Allah di malam Lailatulqodar, maka berusaha untuk meraihnya dilakukan dengan cara beritikaf /beribadah di mesjid bagi  kaum laki-laki dan  beribadah di rumah atau di mushola masing masing bagi kaum perempuan. Di malam tersebut banyaknya maikat yang turun ke bumi sehingga saking banyaknya malaikat yang turun malam tersebut digambarkan malam yang sempit seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surah Ar-Ra'd ayat

26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)

Melalui kumpulan puisi Lailatul Qadar di bawah ini  semoga dapat menambah keinginan untuk semakin giat beribadah dan memohon ampunan di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan ini. 


Puisi Pertama


Amalan Seribu Bulan

Oleh: R. Kyrani


Masih asyik dalam sujud seorang hamba

Di timpa luahan air mata

Sadar betapa menggunungnya dosa

Malam seribu bulan, akankah dapat mengimbanginya?


Seorang hamba, mengerti bahwa amal akan ditimbang

Keburukan bisa jadi penghalang

Kala menuju taman surga yang rindang


Bisakah sebab lailatul qadar

Beratnya dosa sedikit pudar

Sebab amalan seribu bulan telah ditebar


Hanya Ilahi yang mampu menilai

Seorang hamba cukuplah merangkai

Amalan tak putus dan tak cerai

Sesedikit mungkin dosa disemai


Puisi Kedua


Sepuluh Simpuh

Oleh: R. Kyrani


Entah malam yang mana

Sepuluh hari aku meraba

Mencari-cari malam mulia

Lailatul qadar disebutnya

Dalam urai air mata

Aku hanya ingin berjumpa

Ikhlas menanti, tanpa mengaduh

Tak apa, simpuhku hanya genap sepuluh



Puisi Ketiga


Dalam Genggaman-Mu

Oleh: R. Kyrani


Malam ini ku serahkan penuh

Jiwaku yang berharap dengan utuh

Tak lelah meski ribuan detik dalam simpuh


Yaa Rabb, genggam hati yang hamba ulurkan

Meski berkalang dosa dan kemaksiatan

Masih bolehkah hamba mengharap ampunan

Melalui pasrah di malam seribu bulan


Kata mereka ampun-Mu tak terbatas

Saat hamba-Mu datang, Engkau akan memeluknya dengan lekas

Meski tadinya mereka menolak-Mu dengan keras


Jadi, meski catatan dosa diri ini sungguh panjang

Dengan jumlah kebaikan yang hanya berbilang

Semoga amal dan pasrahku di malam yang tenang

Bisa menjadikan neraca perhitungan lebih seimbang


Puisi Keempat


Andai Mengenal-Mu Lebih Cepat

Oleh: R. Kyrani


Sesal sering meraja hati

Mengapa tak sejak dulu kujemput jalan Ilahi

Setelah bermandi dosa dan hina

Baru ku bisa melihat secercah cahaya

Andai mengenal-Mu lebih cepat

Tapi, bukankah saat ini juga belum terlambat?

Aku masih berkesempatan beroleh rahmat

Saat nyawa belum tercekat

Menangis aku

Tergugu

Dalam semua tawaran ampunmu

Bahkan bila catatan amalku tak penuh seujung kuku

Tak apa hanya bila sudah ada sesal dalam kalbu

Di malam seribu bulan

Hati ini aku serahkan

Walau entah setara berapa juta bulan kesalahan

Aku percaya, Engkau masih yang Maha pemilik ampunan

Kamis, 30 Maret 2023

JERITAN HATI PENGHUNI PINGGIRAN

 JERITAN HATI PENGHUNI PINGGIRAN


Kehidupan masyarakat kecil makin terhimpit, suara menjerit dari derita rakyat kecil yang tak bisa berbuat apa-apa, ambisi sang penguasa durjana, tak peduli penderitaan mereka, proyek besar mengobrak-ngabrik pemukiman tak peduli mereka hidup dalam derita. Ekspleolitas alam terjadi dimana-mana dengan dalih demi kemakmuran, dan demi kesejahtraan yang terjadi hanyalah sarana pengisi pundi pundi para oknum penguasa yang tak bertanggung jawab. Para pereman mereka sewa Kerjasama dengan para pengusaha, biar rakyat kecil tak bersuara, mereka bungkam dalam ketakutan.

Para pembaca yang Budiman mari kita apresiasi puisi berikut sebagaimana yang telah saya gambarkan dalam ilustrasi di atas


BALADA SANG DURJANA

(Undang Sumargana)

Kerusakan pesisir pasir pantai  Cipatujah akibat keserakahan


Mentari membakar langit biru

Melelehkannya jadi keprulan debu

Tanah gosong panas bara neraka

Sang durjana berkelana menebar kejahatan

Berhotbah   dan gelorakan semangat dalam  propaganda palsu

Dalam pencitraan yang tak terwujud dalam kenyataan


Durjana berkelana merambah perkampungan

Mengeruk keuntungan memporandakan  pesisir pantai

Merambah hutan belantara

Menggaruk tanah-tanah mengobrak abrik menerus bumi

Demi ambisi dan memperbanyak  pundi-pundi meraka


Durjana berhotbah dengan cerita kosong

Berdalih demi Keadilan, kemakmuran dan kebahagiaan

Sekian lama kita merdeka

Tapi aku tetap orang-orang pinggiran

Yang terusir dari perkampungan

Dikejar dan diobrak obarik pasukan perkasamu


Akulah orang pinggiran korban taring kekuasaanmu

Yang selalu dikejar seperti halnya maling jemuran

Lapak penyambung nyawaku kau ratakan

Sang Durjana  ciptakan neraka dalam setiap sudut kehidupan


Durjana merambah ke  mana-mana

Tak ada lagi tempat  kosong buat orang pinggiran

Tak ada lagi ketentraman buat kaum duapa

Tak ingat lagi janji-janji saat dilontarkan untuk mencapai ambisimu

Durjana selalu datang mengejar

Mencabik cabik dengan cakaran maut pasukan iblismu

Yang sulit diluluhkan dengan nasehat para malaikat sekalipun


Tasik Pakidulan 2023


Rabu, 29 Maret 2023

CINTA DALAM KEHIDUPAN

 CINTA DALAM KEHIDUPAN

Cinta merupakan suatu misteri yang sulit diungkap, sehingga terus jadi tema yang selalu dibahas dalam kehidupan. "Cinta adalah kebahagiaan yang terus berdegup, Cinta adalah wujud keabadian yang paling sejati, Cinta membuka mataku dengan keindahannya, dan membeli jiwaku dengan kehangatan jemarinya." (Kahlil Gibran)

Disini pun penulis mencoba menyibak makna cinta dengan sebuah puisi di bawah ini.


CINTA PUTIH DI PANTAI PUTIH

(Undang Sumargana)


Angin rindukan gugurnya dedaunan

camar bertengger di buritan                       

ada senyum mendiamkan detak jantungku

deburan ombak pecahkan kebekuan hatiku


Kucuri indah kedipan matamu       

senyummu adalah Isyarat cinta  di lerung kalbu

dalam belaian ranting mesra di pohon-pohon      

mataku nekad  mencuri senyummu

di pasir putih hatiku se  putih salju

kupahami rahasia hatimu

jadikan aku sekeping hati dikehidupanmu


Di Antara Ujung-Ujung sayap cinta           

mengepak  menebar rindu luluhkan hati   

pasir putih jadi saksi              

saksi cinta yang abadi        

bagai mimpi bersemi di taman hati               

kutakut kehilanganmu


(Tasik Selatan,  April 2022)                           

SANTANA KEUR NGALALANA 7

 SATRIA PINILIH TI GUHA RAKSA SABANA 2

(Undang Sumargana)

SANTANA KEUR NGALALANA 7


Ringkasan cerita sebelumnya

Mohon maaf saya baru bisa melanjutkan “Cerita Santana Kerur Ngalalana dalam episode  “Satria Pinilih ti Guha Raksa Sabana” 

 Sebelumnya santana menemukan Guha yang namana “Guha Raksa Sabana Disana menemukan beberapa keanehan. Ada tulisan tulisan dan gambar-gambar yang ternyata merupakan ilmu Silat tingkat Tinggi dari seorang pendekar yang Bernama Ki Ajar Sakti. Ternyata dia adalah orang tua dari kedua Guru Santana. Dan sejak saat itu Santana ingin sekali masuk Guha ternyata tidak bisa, kecuali kalau dia sudah tuntas mempelajari ilmu dari Ki Ajar Pangestu, dengan tekun ia menuntaskan pelajaran dari Ki Ajar Pangestu, dan tibalah saatnya untuk masuk ke Guha dan belajar di Guha Raksa Sabana dengan ijin dan Restu Gurunya.


Isukna, sabada solat subuh, santana geus manco harupen nu jadi guruna Ki Ajar Pangestu

“Jalu anaking, isuk-isuk poé ieu hidep geus waktuna asup ka jero guha Raksa Sabana, wayahna hidep moal bisa di barengan ku Kula, sabab iwal ti hidep  nu  bisa asup ka jero guha, sarta tilu wanara Sakti jeung maung bodas, nu bisa lalar liwat, bisa maturan hidep sarta nyadiakeun kapaerluan hidep. Sok jalu sadatang ka jero guha kabeh  nu aya di jero guha bakal mere pituduh pikeun hidep di ajar pengaweruh nu bakal jadi warisan ti Bapak Kula Ki Ajar Sakti ”.

“Ki Guru salami ieu  putra rumaos seueur nyesahkeun, elmu Ki Guru no tos kapimilik mugia manfaat, insya  Santana baris ngajalankeun sakumaha nasehat pun Guru”

“Kula rek ngawariskeun ieu gegaman mangrupa Cameti Sakti pikeun gegaman hidep di mana hidep hiji waktu bisi adu hareupan jeung musuh, tapi tong digunakeun lamun teu kapaksa, engke oge bakal aya pituduh kumaha cara ngagunakeun nana”. Santana namapanan eta gegaman mangrupa cameti anu digulungkeun, karasa waktu ditampanan ayah hawa tiis nu nyalur kana sakujur awakna.

“Hiji deui jalu ieu bungkusan rompi jeung calana cingkrang nudijieun tina kulit lodaya 20 taun ka tukang, bisa dipaké ku hidep lamun pareng hidep turun gunung, lamun hidep mké  ieu rompi jeung calanana moal aya pakarang nu bisa nembus kana awak hidep sarta dilengkepan jeung tutup sirah sarta sapasang sapatuna”. Nga geter  Santana nampanan barang ti Guruna, aya nu ngeclak ngalembereh dina pipina cimata kabungah sarta rasa sedih kingkin bakal papisah jeung guruna. 

“Bral jalu geura indit nuju ka jero Guha”. Guruna ngarangkul Santana. Sanggeus lesot tina rangkulan  Guruna ngaleos atuh santana teu loba carita, jleng luncat clé neté na batu handapeun tangkal caringin teurus Santana ngageroan Si belang, teu lila Si Belang geus aya hareupeunnana.

“Belang hayu hidep, milu ka Kula, ke kukula diwawuhkwun jeung tilu Wanara Sakti oge maung bodas”. 

“Si Belang nemalan bari ngunggutkeun sirahna”. Jleng Santana luncat kana tonggong Si Belang, belesat lumpat Tarik naker, teu lila geus aya dihareupeun lawang guha, di dinya geus nyampak maung Bodas sarta tilu Wanara Sakti. Sakilat Santana geus aya hareupeun Maung Bodas sarta tilu Wanara Sakti,

“He Sobat-sobat kaula ieu batur kula Si belang bakal jadi batur hidep, tapi wayahna belang hidep moal bisa kaluar asup ka guha, sarta belang hidep moal bisa nembus lawang  guha. Hidep jaga di luar sawaktu-waktu mun ieu Si Bodas jeung wanara kaluar hidep bisa babarengan, saluyu jeung paréntah Si Bodas”. Si Belang ngadeukeutan maung bodas sarta manéhna ngaléndotan Si Bodas sarta tilu wanara, tandaning nurut kana carita Santana, sarta manéhna baris nurut ka paréntah sarta jadi sobat Maung Bodas oge tilu Wanara Sakti. 

Santana terus asup ka Jero guha, dituturkeun ku Maung Bodas sarta tilu wanara Sakti, Ari Si Belang ngaleos kana rungkun deukeut guha nu aya batu niung ngajegir. Sabada nepi ka jero guha, Santana diuk na batu nu ngademprak, manehna menekung ka nu agung sarta nyeukeutkeun pangrasa, panenyo sarta pangdéngena, ku hal itu Santana geus bisa nganyahokeun sakabéh nu aya di jero guha kaasup  tampian  tempat wudu ogé paranti mandi, sarta tempat paranti sholat, 

“Emh… bener bener luar biasa ieu guha, sagala kumplit lir ibarat wangunan imah anu kacida laluasana” Santana ngilikan pituduh anu aya dina sisi guha pikeun nalungtik kudu timana manéhna mimiti diajar, akhirna Santana mangihan tulisan ngajeblag anu unina kieu. 

“Bismillah wiwitan gawé pancegkeun haté nu ikhlas leungeun namprak dina dada sila na amparan bumi, sirah tungkul bari syukur, insya Allah sagala hal  bakal mangfaat natrat asal terus marifat, sajam satengah bada subuh tong kaganggu ku rasa tunuh”. Akhirna Santana ngarti naon mimiti nu kudu dilakukeun. Nganung harti  kula timimiti subuh engké geus kudu ngalakonan ieu pituduh. Akhirna santana mapayan sagala pituduh nu ngajareblag dina batu sisi guha. Teu karasa waktu geus nepi ka lohor hal éta datang tina isarah batu anu bentukna saperti kohkol nitir lamun geus waktuna solat. 

Santana muru tampian sarta kumplit aya tempat bubuang, singhoréng eta tampian nurug tina sumer cai nu di kocorkeun ku coleng awi, sarta tina tampian nyamung kaluar kawalungan gedé anu aya di luareun guha, sedengkeun dua meter ti tampian aya lawang leutik paranti kaluar asup ka sisi walungan, aya pituduh husus pikeun muka jeung nutup eta panto nu  dijieun tina batu, ku cara mencet tomol batu. Hal éta kanyahoan tina tulisan dina  kulit kelenci nu nga haja disiapkeun ku Ki Ajar Sakti. 

Nyobaan Santana muka eta panto saluyu jeung pituduh, pantu lalaunan muka sarta diluar aya batu niung sarta pangdiukan paranti nyawang kaéndahan sisi walungan sarta kaéndahan séjén nu aya di jero guha. Tapi santana teu lila sabab maksudna oge rek mani tuluy solat.



Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...