BERANDA

Kamis, 11 Juli 2024

MAHKOTA SEJATI DARI NEGERI IBLIS BUAT PARA JUARA KORUPSI

 

MAHKOTA  SEJATI  DARI  NEGERI  IBLIS  BUAT  PARA  JUARA KORUPSI



rajasastra-us.blogspot.com/ - Korupsi telah menjadi penyakit akut yang melanda penghuni negeri kita, yang sulit untuk disembuhkan. Wabahnya telah menular hampIr melanda setiap pelosok, lebih dahsyat dari wabah korona yang menyerang negeri kita, bahkan dalam wabah korona itu sendiri ditulari wabah korupsi. Berbarengan dengan tersebarnya wabah tersebut, kemunafikan, kebohongan seolah-olah telah menjadi konsumsi sehari-hari. Dari sejak tataran kecil sampai tataran oknum pejabat teras, bahkan para wakil rakyat tak kunjung padam terus belomba untuk menjadi juara,  korupsi dan kemunafikan. Hanya satu obat penyembuh dari penyakit itu yaitu keikhlasan.

Pembaca yang Budiman penulis menyuguhkan puisi dibawah ini menggambarkan penyakit akut seperti yang penulis paparkan di atas, penulis hanya memaparkan kenyataan dalam negeri kita, tak ada maksud sedikitpun menyinggung seseorang. Saya yakin pembaca adalah orang -orang baik, karena yang merasa tersinggung merasakan dirinya pelakunya.

BAU ANYIR KEMUNAFIKAN TELAH MELANDA NEGERI

(Undang Sumargana)


Bau anyir kemunafikan telah melanda negeri

Cukong-cukong ekonomi telah menjarah ekonomi bangsa

Aparat keamanan sudah membuat rakyat tak aman

Aparat pemerintah sudah merebut daulat rakyat

maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa,

menjadi penjarah di jalan raya, di pasar-pasar

di setiap Lorong kehidupan.


Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi

Para petinggi negeri  bertanding untuk jadi juara korupsi

Mahkota raja iblis untuk sang juara.

Juara sejati penjarah ibu pertiwi

Wahai, penguasa dunia yang fana!

Penguasa pertiwi indonesia

Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?

Bahwa negeri kita tidak baik-baik saja

Kitab undang-undang berserakan di tempat sampah

Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.

Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya

Dikuasai oleh negara dan ternyata  sebersar-besarnya

Untuk kepentingan para penjilat, penghianat bangsa

dan cukong-cukon jahat

Allah selalu mengingatkan

bahwa hukum harus lebih tinggi

dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.


Wahai saudaraku

Berhentilah mencari ratu adil! Ratu adil itu tidak ada.

Ratu adil itu adalah fata morgana

yang harus kita cari dan kita   tegakkan bersama

adalah Hukum Adil.

Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara.


Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi

Air mata darah  mengalir dari derita rakyat di ini negeri

Bau busuk bangkai memenuhi ruang udara

Keadiln telah mati ditelan penguasa durjana

 

Ditulis Tasik Selatan, 01 Juni 2023

KLIK DI SINI

Rabu, 10 Juli 2024

ADA REPUBLIK RASA KERAJAAN PUISI GUSMUS YANG MENYITA PERHATIAN PUBLIK

ADA REPUBLIK RASA  KERAJAAN
PUISI GUSMUS YANG MENYITA PERHATIAN PUBLIK

Ada Republik Rasa Kerajaan kata itu terlontar dari Gus Mus dalam sebuah puisi singkat yang menyita perhatian banyak kalangan dan menimbulkan dugaan-dugaan dari banyak orang dan akhirnya menimbulkan dugaan bahwa puisi tersebut menyindir politik Indonesia yang sedang tidak baik-baiksaja, yang akhirnya menimbulkan tafsir dan menganggap Indonesia sebagai negara Republik  yang keadaannya seperti dinasti kerajaan.
ADA REPUBLIK RASA  KERAJAAN PUISI GUSMUS YANG MENYITA PERHATIAN PUBLIK

rajasastra-us.blogspot.com Ada Republik Rasa Kerajaan kata itu terlontar dari Gus Mus dalam sebuah puisi singkat yang menyita perhatian banyak kalangan dan menimbulkan dugaan-dugaan dari banyak orang dan akhirnya menimbulkan dugaan bahwa puisi tersebut menyindir politik Indonesia yang sedang tidak baik-baiksaja, yang akhirnya menimbulkan tafsir dan menganggap Indonesia sebagai negara Republik  yang keadaannya seperti dinasti kerajaan.

Ada Republik Rasa Kerajaan, puisi  Gus Mus atau Mustopa Bisri ini menyita perhatian publik setelah beliau tampil di  mimbar dan menyampaikan kritiknya terkait isu politik melalui syair yang tajam dan sarat makna. pada tanggal 31 oktober 2023. Pada waktu itu ia menghadiri acaradi Taman  Budaya Surakarta. Sebelum penampilannya yang penuh makna Gus Mus membacakan 3 batis syairyang membuat hadirin tertawa.

Gus Mus atau Mustofa Bisri adalah seorang tokoh yang dikenal luas di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Ia pun cukup populer masyarakat Indonesia pada umumnya. 

Video dari penampilan Gus Mus ini menjadi viral di media sosial TikTok setelah diunggah oleh akun Sut.Budiharto, dan telah ditonton lebih dari 13 ribu kali. 

Syair Puisi Gus Mus

Dalam pidatonya, Gus Mus dengan nada yang khas dan karismatik, dengan lembut mengatakan, “Zaman kemajuan, inilah zaman kemajuan. Ada sirup rasa jeruk dan durian. Ada keripik rasa keju dan ikan. Ada republik rasa kerajaan.” 

Kata-katanya ini disambut dengan tepuk tangan hangat dari para penonton yang memenuhi Taman Budaya Jawa Tengah. Sindiran ini memicu tawa para penonton, namun pesan di balik kata-kata tersebut sangat mendalam.

Ternyata, syair tersebut dibacakan oleh Gus Mus dalam acara bertajuk “Silaturahmi Indonesia.” Malam itu, tidak hanya Gus Mus yang tampil, tetapi juga sejumlah penyair lainnya seperti Timur S Suprabana, Sosiawan Leak, Abdul Wachid BS, dan lainnya. 

Ini menjadi wujud kebersamaan para penyair dalam menyampaikan pesan-pesan kritik terhadap situasi politik yang sedang terjadi di Indonesia.

Respons dari netizen terhadap penampilan Gus Mus ini sangat mencolok. Banyak dari mereka merasa bahwa ketika Gus Mus mulai membuat puisi sindiran, itu adalah pertanda bahwa situasi politik di dalam negeri tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja. 

Salah satu akun mengatakan, “Kalau Gus Mus sudah ngendiko lewat kata-kata puitisnya yang sarat makna biasanya keadaan memang sedang tidak baik-baik saja.” 

Ini mencerminkan betapa pentingnya peran para penyair dan seniman dalam mengungkapkan kritik dan kegelisahan mereka terhadap situasi politik dan sosial yang berkembang.

Ada pula komentar dari akun sutarto.k yang mengatakan, “Kalau yang ngendiko (bicara) Gus Mus berarti ini sudah 99 persen nyata ‘republik rasa kerajaan’.” 

Ini menunjukkan bahwa kata-kata puisi Gus Mus dalam syairnya memang mencerminkan situasi politik yang dianggap semakin otoriter atau monarkis.

Gus Mus populer sebagai seorang penyair dan budayawan yang seringkali menggunakan puisi untuk menyampaikan kritiknya terhadap situasi politik di Indonesia. 

Ia merujuk pada puisi semacam ini sebagai “puisi balsem,” yaitu puisi yang memiliki daya penyembuhan dan memberikan pengertian yang lebih dalam tentang berbagai isu yang sedang terjadi. 

Melalui kata-kata puitisnya, Gus Mus mencoba membangkitkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memantau dan merespons isu-isu politik yang tengah berkembang.

Kritik dari puisi Gus Mus terhadap “republik rasa kerajaan” mencerminkan perasaan ketidakpuasan terhadap perkembangan politik di Indonesia. 

Ia mungkin menganggap bahwa sistem politik yang ada semakin mendekati struktur monarkis atau otoriter. Hal itu yang dapat merusak prinsip demokrasi dan kemerdekaan berpendapat. 

Melalui kata-kata sindiran dalam syairnya, Gus Mus mengingatkan masyarakat untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah dan memahami konsekuensi dari perkembangan politik tersebut.

Diduga Sindir Jokowi

Gus Mus memang tidak menjelaskan secara eksplisit. Tetapi masyarakat di media sosial mulai berspekulasi bahwa puisi tersebut merupakan kritik halus terhadap Presiden Joko Widodo. 

Pada saat itu, Presiden Jokowi sedang dihadapkan pada tudingan politik dinasti karena banyak anggota keluarganya yang terlibat dalam dunia pemerintahan. 

Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Jokowi saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Kini, Gibran telah diusulkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) oleh Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden berikutnya.

Gibran sebelumnya tidak memenuhi syarat umur untuk menjadi cawapres, tetapi dia akhirnya lolos sebagai cawapres setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan yang mengubah batas usia capres-cawapres. 

Hal yang menarik perhatian adalah bahwa Ketua MK yang mengabulkan perubahan tersebut adalah kakak ipar Presiden Jokowi. Hal ini menimbulkan kontroversi dan polemik di kalangan masyarakat.

Pertanyaan tentang politik dinasti menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri. Banyak yang memandang pergerakan politik Jokowi sebagai upaya membangun dinasti politiknya sendiri. 

Ini mengingatkan pada masa lalu dimana kekuasaan seringkali diwariskan di antara keluarga dan rekan-rekan terdekat. Sebagai seorang pemimpin yang pernah mengusung semangat perubahan dan anti-korupsi, tudingan politik dinasti ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang merasa bahwa pemerintah harus lebih transparan dan adil.

Dalam hal ini, penampilan puisi Gus Mus dan reaksi netizen menunjukkan bahwa seni dan puisi memiliki peran penting. Terutama di dalam membuka ruang diskusi dan refleksi terhadap isu-isu sosial dan politik. 

Inilah  Zaman kemajuan

Ada sirup rasa jeruk dan durian.

Ada keripik rasa keju dan ikan.

 Ada republik rasa kerajaan.

Demikian sepenggal isi puisi Zaman Kemajuan yang dibacakan Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus

BACAAN LAINNYA:

Sayangnya, puisinya itu tak dilanjutkannya karena khawatir ada yang tersinggung. Itu pula yang membuat publik penasaran, kemajuan apa yang dimaksudnya itu? Jika berkaca pada situasi terkini republik ini, puisi Gus Mus yang selama ini dikenal juga sebagai budayawan dan penyair itu memang bisa menjadi sebuah sindiran. Bagaimana tidak, tatanan bernegara saat ini sudah dirusak oleh segelintir kelompok yang ingin membangun kerajaan politik. Ambil contoh, pelanggengan kekuasaan lewat politik dinasti dan ancaman pidana terhadap orang yang menghina presiden dan/atau wakil presiden. Hak istimewa yang diberikan konstitusi untuk memimpin negara dijalankan oleh kelompok itu laiknya memimpin kerajaan. Kelompok ini lupa, mereka lahir dan masih hidup di negara dengan sistem pemerintahan republik. Ada benarnya nasihat orang dulu yang menyebut salah satu godaan bagi orang yang berkuasa ialah takhta. Kehilangan takhta menjadi kiamat besar baginya. Karena itu, selagi berkuasa, dia akan menggunakan seluruh upayanya untuk melanggengkan takhtanya. Aturan hukum diutak-atiknya agar bisa sesuai dengan kehendak hatinya. Begitu masa jabatan berkuasanya akan habis, ia putar otak agar istrinya, anaknya, menantunya, bahkan besannya bisa melanjutkan takhtanya. Anak dengan pengalaman masih mentah pun dikarbitnya supaya terlihat matang. Politik dinasti di beberapa daerah menjadi contoh upaya pelanggengan takhta tersebut. Bak seorang raja, sejumlah kepala daerah ingin mewariskan jabatannya itu kepada keluarganya. Mereka tak rela kemampuan dan prestasi dalam sistem meritokrasi menggantikan sistem dinasti. Mereka lupa, para pendiri bangsa telah susah payah merumuskan bentuk pemerintahan negara ini, tahun 1945 silam. Para bapak bangsa sadar betul, sistem kerajaan tak dapat dipakai untuk memimpin negara dengan beragam suku, ras, dan agama ini. Mereka menilai bentuk negara kerajaan lekat dengan feodalisme yang dapat menyuburkan penindasan. Sistem republik akhirnya yang disepakati Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 10 Juli 1945. Sistem itu menekankan kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di tangan seorang raja yang kemudian turun-temurun diwariskan ke keluarganya. Sistem itu yang kemudian tertuang di UUD 1945. Ditempatkan di paling atas untuk menegaskan bagaimana negara ini dikelola. "Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk Republik," demikian bunyi Pasal 1 ayat 1 UUD 1945. Begitu pula dengan keberadaan ancaman pidana terhadap orang yang menghina presiden dan/atau wakil presiden, sebagaimana tertuang di UU No 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal itu bersifat karet yang begitu lentur karena bisa menyeret siapa saja yang dianggap menghina kepala pemerintahan. Pasal itu dinilai publik telah menempatkan negara ini mundur jauh ke belakang, ke sistem kerajaan. Kritik bisa dipandang sebagai hinaan jika kritik itu tak sejalan dengan keinginan sang raja. Salah satu esensi demokrasi yang membuka keran seluas-luasnya untuk menyampaikan pendapat bisa terberangus oleh keberadaan aturan itu. Untuk apa tampil merakyat di depan rakyat, sembari menutup keran suara rakyat. Republik rasa kerajaan akan merusak demokrasi. Salah satu ciri dari pemerintahan republik ialah kedaulatan di tangan rakyat. Dalam sistem republik, partisipasi rakyat dalam menentukan jalannya negara ialah nomor wahid. Berbeda dengan sistem monarki, sang rajalah menentukan ‘hitam-putihnya’ sebuah negara. Jangan bermimpi untuk membawa negeri ini balik ke zaman kerajaan, apalagi mewujudkannya. Begitu pula budaya politik kerajaan harus dijauhkan dari negeri yang bernama Republik Indonesia. Republik ini bukan milik sebuah keluarga, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia.
Gus Mus sebagai salah satu tokoh yang dihormati dan mendapat perhatian luas. Ia menggunakan seninya untuk menyuarakan kekhawatiran dan pemikiran kritisnya terhadap masa depan negara dan bangsanya. Itu adalah pengingat bagi kita semua tentang kekuatan kata-kata dalam menyampaikan pesan dan menginspirasi perubahan.  KLIK DI SINI

Sumber: https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/3244-republik-rasa-kerajaan

Selasa, 09 Juli 2024

5 KUTIPAN PUISI RUMI MEMBUAT HIDUP INI MAKIN MENYALA

 5  KUTIPAN PUISI RUMI MEMBUAT HIDUP INI MAKIN MENYALA

5  KUTIPAN PUISI RUMI MEMBUAT HIDUP INI MAKIN MENYALA

rajasastra-us.blogspot.com Seperti yang saya tel;ah perkenalkan  RÅ«mÄ« ( 1207- 1273)  adalah seorang mistikus dan penyair sufi terbesar dalam dunia Islam. Ia  termahsyur  karena lirik dan  karya epik didaktiknya, Puisi puisinya yang menyuguhkan kata kata yang sarat dengan makna tentu membuat hidup ini makin menyala/makin bersemangat. Tak heran jikan puisi puisi Rumi   secara luas dan mendalam mempengaruhi pemikiran dan sastra mistis di seluruh dunia Muslim. 

Pada akhir abad ke-20, popularitasnya telah menjadi fenomena global, dengan puisi-puisinya mencapai sirkulasi luas di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Menurut scholar terkemuka yang mengkaji Rumi secara tekun, Annemarie Schimmel dalam buku  The  Triumphal Sun,  A Study of the Works of Jalaloddin Rumi (1980:XI) , “puisi-puisi Rumi selalu menghasilkan sesuatu yang baru di setiap pembacaan baru.”

Berikut ini adalah 5  kutipan puisi  terkenal dari Rumi yang bisa memotivasi hidup Anda, sehingga menjadi lebih “menyala”

 

1.      Everything That Is Made Beautiful And Fair and Lovely Is Made For The Eye Of One Who Sees

(Segala Suatu Yang Indah dan Cantik dan Menawan Diciptakan Untuk Mata Yang Melihat)

Setiap sudut alam semesta sejatinya memiliki daya pikat menawan dengan caranya sendiri. Tidak ada tolok ukur atau standarisasi baku terhadap nilai keindahan. Mereka semua diciptakan dengan sama rata - manusia dengan beragam karunia diberikan fisik dan raga untuk melihat keindahan itu.

Rasa gatal gigitan nyamuk bisa begitu rupawan ketika mengingat bahwa reaksi tersebut adalah respon imun sebagai bentuk perlindungan bagi tubuh.

Sejatinya keindahan pada akhirnya dimiliki oleh mata yang tidak hanya sekedar melihat, namun mata yang memerhatikan dengan seksama. Mata yang memiliki pendengaran, peraba, dan penciuman.

Mata yang dimiliki oleh seseorang yang lebih rupawan daripada objek indah yang dilihatnya. Pada akhirnya pujian kecantikan yang dilontarkan akan menjadi nilai keindahan bagi sang pemuji. 

 

2.      I Know You’re Tired But Come, This Is The Way

(Saya Mengetahui Anda Lelah Tetapi Datanglah, Ini Adalah Jalannya)

Pada akhirnya lelah begitu menempel lekat dengan perjalanan perjuangan seorang insan di dunia. Tidak ada jalan lain kecuali mengarungi lautan kelelahan.

Kelelahan adalah satu-satunya jalan – satu-satunya tapak panjang yang wajib dilewati. Seperti bernafas dan menderita ialah satu kata yang memiliki ejaan berbeda, namun bermakna sama.

Tapi, apakah kelelahan memiliki konotasi negatif di mana dia eksis semata-mata untuk dirundung?

Atau sebuah pengingat bagi insan hidup yang mendambakan dibalik dan setelah keringat yang bercucur atau nanah yang melekat pada badan yang nyaris ditinggal jiwa sebab rasa kelelahan?

Kelelahan satu-satunya jalan – yang mungkin terjal namun lebih baik dari pada kebingungan akan tidak bergerak kemana-mana.

 

3.      And So It Is, That Both The Devil And The Objects of Desire To Awaken Our Power Of Choice

(Dan Begitulah, Baik Iblis Dan Objek Hasrat Membangkitkan Kekuatan Pilihan Kita)

Tidak ada yang istimewa dari kebaikan seorang malaikat yang hanya memiliki sisi baik di dalam jiwanya. Tidak ada yang buruk dari kejahatan yang dilakukan seorang iblis yang hanya memiliki sisi buruk di dalam jiwanya.

Mereka tidak memiliki kapasitas atau bahkan membayangkan rasanya menjadi jahat atau rasanya menjadi baik. Dan manusia dengan limpahan karunia memiliki pilihan akan baik dan buruk.

Merasakan yang baik dan buruk. Serta melakukan sebuah refleksi akan kejadian yang baik dan buruk. Apa yang lebih istimewa dari sebuah kapasitas untuk mampu menimbang beragam skala rasa asin dari sejumput, setengah sendok teh, satu sendok makam?

Halnya kejahatan, sedikitnya dapat membuat manusia merasakan tamparan, dan banyaknya bisa membuat manusia lebih jahat dari pada iblis yang diciptakan untuk menebar keburukan.

 

4.      It’s Your Road, And Yours Alone, Others May Walk It With You, But No One Can Walk It For You

(Itu Jalanmu, Dan Jalanmu Sendiri, Orang Lain Mungkin Berjalan Bersamamu, Tapi Tidak Ada Yang Bisa Menjalaninya Untukmu)

Seorang dengan tongkat sebagai alat bantu bagi kakinya yang pincang mungkin bisa merasakan keringanan saat orang lain membantunya.

Tetapi di dalam tidurnya – ketika ia berbaring, beristirahat dalam malam – dirinya masih bisa merasakan rasa sakit itu menempel dalam sukmanya yang berharap seseorang bisa menggantikan nasibnya yang tidak ia terima.

Bantuan itu – ketika seseorang disampingnya untuk berjalan hanyalah sementara, penyejuk hati yang di dalamnya terdapat jam pasir yang siap habis. Hati diri akan semakin tidak bahagia, namun sebagai pengingat – mereka yang bisa berjalan normal juga sedang berjuang dalam jiwanya yang juga sama pincangnya.

Belum ada – dan tidak ada jalan lain selain mengingat bahwa setiap dari kita selalu berusaha untuk menjadi orang lain sampai dunia nyata membangunkan kita untuk berdiri di kaki sendiri...dan berjalan.


5.      Achieve Some Perfection Yourself, So That You May Not Fall Into Sorrow By Seeing The Perfection In Others

(Raihlah Kesempurnaan Pada Dirimu Sendiri, Agar Kamu Tidak Terjerumus Dalam Kesedihan Karena Melihat Kesempurnaan Pada Orang Lain)

Bagaimana caranya menjadi sempurna ketika tidak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar? Secara fisik dirinya telah gagal menjadi sempurna dalam standar yang ada.

Namun, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sejuta jalan keluar bagi setiap kesulitan menyodorkan sebuah kesempurnaan yang dilihat dari sebuah kapasitas diri – bukan kapasitas kolektif atau orang lain.

Terdapat ruang untuk meraih kesempurnaan diri bagi mereka yang dapat melihat titik kekurangan dalam dirinya – dan bersiap untuk memperbaiki itu.

Melakukan perlombaan kepada diri sendiri dengan dia yang ada di dalam diri  namun berusaha untuk keluar dari yang bukan-dirinya. Berbahagialah orang-orang itu, yang dapat menyadari dialah kesempurnaan itu.

KLIK DI SINI


SUMBER DARI : TINEMU.COM

5 PUISI JALALUDIN RUMI YANG MEMBAWA PEMAHAMAN DUNIA HANYA DIDAPAT LEWAT CINTA

5  PUISI JALALUDIN RUMI YANG MEMBAWA  PEMAHAMAN DUNIA HANYA DIDAPAT LEWAT CINTA

rajasastra-us.blogspot.com/- Puisi   Jalaludin Rumi membawa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, itulah yang membedakan puisi -puisi beliau dari puisi filosopis lainnya. Jalaludin Rumi, nama lengkapnya, Maulana Jalaluddin Jalaludin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Samarkand) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi.

Puisi   Jalaludin Rumi membawa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta,  puisi Jalaludin Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya ia penyair filosofis yang cukup terkenal. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Jalaludin Rumi seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan dan dikenal sebagai seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Jalaludin Rumi berusia tiga tahun keluarganya meninggalkan Balkh melalui Khurasan dan Suriah, sampai ke Provinsi Rum di Anatolia tengah, yang merupakan bagian Turki sekarang karena terancam oleh serbuan Mogol. Mereka menetap di Qonya, ibu kota provinsi Rum.

Dalam pengembaraan dan pengungsiannya tersebut, keluarganya sempat singgah di kota Nishapur yang merupakan tempat kelahiran penyair dan ahli matematika Omar Khayyam. Di kota ini, Jalaludin Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Puisi   Jalaludin Rumi membawa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta. Berkaitan pemahaman  Isi dan Gagasan dalam Puisi Jalaludin Rumi  penulis perkenalkan Kumpulan puisi Jalaludin Rumi :

  • Al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. 
  • Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio. Diakui, bahwa puisi Jalaludin Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. 
  • Melalui puisi-puisinya Jalaludin Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. 
  • Dalam puisinya Jalaludin Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.
  • Ciri khas lain yang membedakan puisi Jalaludin Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide. 


5 Puisi Jalaludin Rumi

1. Cinta dalam Diam yakni 

Aku memilih mencintaimu dalam diam,

karena dalam diam tak akan ada penolakan.

Aku memilih mencintaimu dalam kesepian,

karena dalam kesepian tidak ada orang lain yang memilikimu kecuali aku.

Aku memilih menganggumimu dari jauh, karena jarak akan melindungiku dari luka

Aku memilih menciummu dalam angin,

Karena angin lebih lembut ketimbang bibirku.

Aku memilih memilikimu dalam mimpi,

karena dalam mimpiku kau tidak akan pernah berakhir.

Itulah puisi Jalaludin Jalaludin Rumi Cinta dalam Diam yang bisa kamu gunakan untuk orang yang terkasih agar membuat hubungan kamu semakin lebih erat.(MZM)


2. Nyanyian Seruling Bambu   

Dengarkan nyanyi sangsai seruling bambu mendesah selalu   

Sejak direnggut dari rumpun rimbunnya dulu   

Alunan lagu pedih dan cinta membara   

Rahasia nyanyianku, meski dekat, tak seorang pun bisa mendengar dan melihat   

Oh, andai ada teman tahu isyarat   

Mendekap dengan segenap jiwanya dengan jiwaku   Ini nyala cinta yang membakarku, ini anggur cinta yang mengilhamiku  

 Sudilah pahami betapa para pecinta terluka   

Dengar, dengarkanlah rintihan seruling!   


3. Saatnya untuk Pulang   

Malam larut, malam memulai hujan   Inilah saatnya untuk kembali pulang  

 Kita sudah cukup jauh mengembara   

Menjelajah rumah-rumah kosong   

Aku tahu: teramat menggoda untuk ditinggalkan saja   

Aku tahu: bahkan lebih pantas untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka   

Tapi aku hanya ingin kembali pulang   

Sudah kita lihat cukup destinasi indah   

Dengan isyarat dalam ucap mereka    

Inilah rumah Tuhan   

Melihat butir padi seperti perangai semut tanpa ingin memanennya   

Biar tinggalkan saja sapi menggembala sendiri   

Dan kita pergi ke sana; ke tempat semua orang sungguh menuju   

Ke sana, ke tempat kita leluasa melangkah telanjang   


4. Aku Mencintaimu dalam Diam   

Aku memilih mencintaimu dalam diam   

Karena dalam diam tak ada penolakan   

Aku memilih mencintaimu dalam kesepian   

Karena dalam kesepian tidak ada orang lain yang memilikimu, kecuali aku   

Aku memilih memujamu dari kejauhan   

Karena kejauhan melindungiku dari rasa sakit   

Aku memilih menciummu dalam angin   

Bukankah bibirku juga akan merasakan kelembutan dari angin?  

 Aku memilih memilikimu dalam mimpi   

Karena dalam mimpiku kau takkan pernah berakhir   

Aku ingin melihatmu, tahu suaramu, mengenalimu

 ketika kau pertama kali datang mendekat   

Merasakan aromamu, ketika aku memasuki ruangan yang baru saja kau tinggalkan   

Mengetahui langkah tumitmu dan ayunan kakimu   

Menjadi hafal akan caramu mengerutkan bibirmu dan membiarkannya terbuka, sedikit terbuka   Ketika aku mendekat dan mengecupmu   

Aku ingin merasakan kebahagiaan ketika kau berbisik… “lagi”    

BACAAN LAINNYA:

5. Pernyataan Cinta   

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata, kusimpan kasihmu dalam dada   

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu, segera saja bagai duri bakarlah aku   Meskipun aku diam tenang bagai ikan, tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautam   

Kau yang telah menutup rapat bibirku, tariklah misaiku ke dekat-Mu   

Apakah maksud-Mu? 

Mana ku tahu?   

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu   

Kukunyah lagi memamah kepedihan mengenang-Mu   

Bagai unta memamah biak makanannya, dan bagai unta yang geram mulutku berbusa  

 Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara, dihadirat kasih aku jelas nyata   

Aku bagai benih di bawah tanah, aku menanti tanda musim semi   

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi   


Itulah 5  puisi cinta Jalaluddin Rumi, ulama sekaligus pujangga terkenal pada jamannya. KLIK DI SINI


Sumber:

Artikel berjudul:   Puisi Cinta Jalaluddin Rumi, Dijamin Bikin Meleleh dan Cocok Dilantunkan untuk Orang Tersayang", 



SENYUMAN SANG REMBULAN CURAHAN HATI ANGIN MALAM

SENYUMAN SANG REMBULAN CURAHAN HATI ANGIN MALAM

(Undang Sumargana)
Ini hanya Cerpen fiktif percakapan Rembulan dan Angin yang peduli paduli pada kehidupan dunya yang berada dalam keserakahan para penghuninya, bila ada yang tersinggung dari cerita ini, ini hanyalah gambaran yang patut kita rtenungkan
SENYUMAN SANG REMBULAN CURAHAN HATI ANGIN MALAM 

Pengantar CERPEN

Ini hanya Cerpen fiktif percakapan Rembulan dan Angin yang peduli paduli pada kehidupan dunia yang berada dalam keserakahan para penghuninya, bila ada yang tersinggung dari cerita ini, ini hanyalah gambaran yang patut kita rtenungkan

Selamat Membaca karya dangkal dari cerpen ini !

Jalan Cerita 

rajasastra-us.blogspot.com - Angin malam begitu lesu, ia hanya meniupkan nafasnya perlahan-lahan. Begitu rindunya ia bercengkrama dengan sahabat mesranya putri rembulan, karena ia hanya bisa bersua bercengkrama satu bulan sekali di malam bulan purnama, itupun kalau tak terhalang oleh awan hitam dan hujan. Ia hanya mampu berputar putar kecil menanti waktunya tiba.

“Haruskah aku menjumpainya?, tidak bakal sampai sebab disana kedap udara tak bakal kuat, biarlah aku menanti mala ini malam purnama yang ditunggu-tunggu”.

Ia ingin bercerita banyak hal di belahan dunia, maka setia menanti sahabat mesranya rindunya  sulit untuk di bendung.

Akhirnya tiba juga waktu yang dinantikan, dari habis magrib sang angin malam telah menanti di lapangan luas, agar tak terganggu oleh riuhnya pohon, lalu Lalangnya kendaraan dan hilir mudiknya mahluk yang Namanya manusia.

“Wow ia sudah mulai datang menampakan kecantikan parasnya”, Kata angin jantan dengan penuh keceriaan.

“Selamat datang Putri Rembulan sahabat mesraku”

“Selamat bertemu Angin Jantan Tampan sahabat tersayangku”.

Keduanya berbaur berpelukan, dengan penuh kerinduan.

“Kabar apa yang kau bawa dari penghuni bumi sahabat tampanku?”

“Yah tentang kehidupan manusia yang telah banyak ingkar, Bumi menangis porak poranda karena keserakahan manusia-manusia jahanam itu. Sungai-sungai banyak yang sudah tercemar, bahkan air lautpun mulai menebarkan bau tak sedap karena perbuatannya. Para pemimpin dan pejabat di beberapa negeri sudah banyak yang tidak lagi dicintai rakyatnya, karena sering berbohong dengan mengumbar janji-janji palsu. Bahkan rakyat tak bersalah mengeritik sedikit banyak yang dipenjarakan dianggap membahayakan negara. Rakyat  dianggap penjahat. Padahal bukankah mereka yang jahat, petani sulit hidup karena harga pupuk yang melambung karena subsidinya dicabut. 

“Sudahlah Angin malam yang tampan, nanti diteruskan.  Ditempatku begitu sunyi, sulit untuk hidup, bahkan dengar manusia di negeri tertentu akan pindah kebulan, Putri sih gembira saja jadi bakal ramai”.

“Jangan terima kau manisku Putri Rembulan, apa lagi mahluk yang Namanya Manusia”.

“Memang kenapa dengan manusia?”

“Sudah ku katakana mereka banyak yang jahat, serakah, nanti tempatmu dan kecantikanmu dirusak, banyak dari mereka yang jahatnya lebih dari Iblis, yang di usir  Allah dari Sorga”.

“Ia tapi di langitku malaikat selalu hadir sebagai penjaga yang hebat”.

“Ia tapi Allah selalu memberi kesempatan kepada manusia-manusia serakah untuk bertobat terlebih dulu”.

Angin dan Rembulan semakin larut Dalam percakapan. Bahkan angin jantan yang tampan itu sewaktu-waktu nakal mengelus -ngelus putri rembulan, bahkan dengan lembutnya menyingkap rok yang menutupi paha halusnya.

“Rembulanku sayang, aku merasa heran penduduk belahan bumi yang Namanya Indonesia, dulu terkenal penghuni yang ramah,saling membantu bergotong royong, hidup penuh ketentraman, tapi sekarang rakyatnya sedang terbelah  tidak baik-baik saja. Akibat rasa iri bantuan Pemerintah yang kurang tepat sasaran, yang seharusnya tidak layak,  jadi mendapat bantuan, padahal banyak rakyat miskin yang layak mendapat bantuan tidak mendapat jatah, Mungkin itu dengan alasan pendataan yang salah, atau sengaja disalurkan kepada kerabat dan orang-orang dekatnya. Akhirnya mereka terus mengharap dan mengharap, sehingga mengganggu aktivitas yang seharusnya mereka kerjakan, akibat dari itu pula sikap kegotong royongan hampir hilang, Kalau petugas RT suruh gotong Royong, mereka bilang tuh yang mendapat bantuan. Koruptor makin meraja lela, bantuan untuk Rakyat dikorupsi, bantuan inpra struktur banyak dimakan itulah yang menjadikan rakyat dalam kesengsaraan dan menanamkan rasa ketidak percayaan.

“Sudahlah Angin Tampan jangan terlalu keras nanti didengar manusia  kau dilaporkan dan dipenjarakan. Aku nanti tak dapat lagi berjumpa denganmu, laksanakan saja tugasmu, pindahkan saja putik-putik bunga agar petani sejahtra menikmati jerih payahnya”.

“Ia lah aku terlalu ikut campur urusan manusia, padahal hanya mahluk yang Namanya angin yang bekerja sesuai dengan kehendak dan petunjuk Allah”.

Mereka keduanya mengumbar senyum membuat cahya Putri Rembulan semankin bercahaya dan Nampak lebih cantik dalam penglihatan sang angin jantan.

“Putri Rembulanku yang cantik jelita, Yu kita pergi ke pantai, disaat sudah pukul 23.00  malam ini sudah sepi, kita bisa bencengkrama sepuas mungkin”. Kedua mahluk itu dengan cepat telah ada di pantai yang ombaknya Besar berada di puncak bukit untuk luas memandang ke seluruh pantai.

“Lihatlah hampir seluruh pantai banyak berlubang, parit-parit yang tidak tertutup bekas galian pasir. Mereka seperti membuat perangkap Tsunami, mungkin mereka belum merasakan bagaimana marahnya gelombang laut menyapu penduduk dengan gelombang tsunami. Tuh air laut sudah tak biru lagi tercemar oleh para penghuni jahat. Beberapa waktu yang lalu hampir saja terjadi bentrokan antara masyarakat yang peduli dengan kroni pengusaha yang hanya mencari keuntungan. Bahkan kabarnya beking mereka para pereman yang dibelakangnya oknum aparat. Jahat bener mereka”

“Hess jangan terlalu keras tuh lihat orang pacaran di bawah rungkun pohon”. Nanti kau dilaporkan dan ditangkap”

BACAAN LAINNYA:

“Biarlah aku ditangkap nanti mereka kepanasan tanpa kehadiranku”.

Kedua mahlukitu terusbercengrama sampai hari menjelang subuh, putri rembulan mulai mengantuk, cahayanya mulai redup, sedangkan di masjid mulai terdengar yang melantunkan ayat-ayat Allah, dengan suara yang mendayu merdu memujikebesaran Illahi. Dirungkun pohon sana entah apa yang dilakukan dua insan Laki-laki dan perempuan, mungkin berpacaran cari kesenangan melampoi batas.

Putri rembulan mulai pamit, tak laupa merangkulkan tubuhnya dalam dada Angin Jantan malam yang Bidang. 

“Selamat pisah sahabatku Angin Jantan Malam yang tampan, kita jumpa satu bulan lagi, saatnya aku istirahat digantikan nanti sumirat cahya Giwangkara’.

“Selamat jalan Putri Rembulat teman mesraku yang Cantik”.

Keduanya berpisah terbatas waktu, tak cukup mereka membicarakan keadaan dunia yang sedang tak baik-baik saja.

Bantarkalong, Kec. Cipatujah 22 - 11 -  2023

KLIK DI SINI

MEMPERKAYA INSTUISI DAN PENGALAMAN SPIRITUL KITA DENGAN MEMBACA PUISI

MEMPERKAYA INSTUISI DAN PENGALAMAN SPIRITUL KITA

DENGAN MEMBACA PUISI

MEMPERKAYA INSTUISI DAN PENGALAMAN SPIRITUL KITA DENGAN MEMBACA PUISI

rajasastra-us.blogspot.com  Membaca puisi akan merasakan kenikmatan tersendiri,  bukanlah sekadar kegiatan yang menghibur, tetapi juga merupakan sarana yang dapat mempertajam intuisi kita  dan memperkaya pengalaman spiritual  diri  kita.

Dalam kegiatan membaca puisi, kita bukan  hanya meresapi kata-kata, tetapi juga menjelajahi makna yang tersembunyi di balik kata kata tersebut..

Inilah penyebabnya mengapa banyak sastrawan dan penyair dunia mengakui bahwa membaca puisi memiliki kemampuan untuk memperkaya dan mempertajam intuisi seseorang.


Pendapat Sastrawan Dunia Tentang Puisi

  • Robert Frost, seorang penyair Amerika terkenal, percaya bahwa puisi adalah "kata-kata yang berbicara dengan hati ke hati".Dalam pandangannya, membaca puisi bukanlah sekadar memahami makna secara literal, tetapi juga meresapi emosi dan pikiran yang tersembunyi di dalamnya.
  • Frost percaya bahwa puisi dapat membantu kita memahami diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita dengan lebih dalam.
  • T.S. Eliot, seorang penyair Inggris yang terkenal, juga mengakui kekuatan puisi dalam memperdalam intuisi manusia. Menurutnya, puisi adalah "ekspresi tertinggi dari pengalaman manusia". Dalam pandangan Eliot, membaca puisi memungkinkan kita untuk melihat dunia dengan mata yang baru, merenungkan eksistensi manusia, dan menemukan makna di balik pengalaman hidup kita.
  • Rumi, seorang penyair Persia yang terkenal dengan karya-karyanya yang puitis, percaya bahwa puisi adalah sarana untuk mengungkapkan keindahan dan kebenaran yang tersembunyi dalam hati manusia.Baginya, membaca puisi adalah seperti menjelajahi alam bawah sadar, di mana emosi dan pikiran yang tersembunyi dapat diungkapkan dan dipahami dengan lebih baik.
Bacaan lainnya:

Dengan demikian, pendapat para sastrawan dunia menegaskan bahwa membaca puisi bukanlah sekadar kegiatan yang menghibur, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman kita tentang diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita.

  • Puisi memungkinkan kita untuk meresapi pengalaman manusia dengan lebih dalam, merenungkan makna kehidupan, dan menjelajahi dimensi spiritual dari kemanusiaan.
  • Melalui pengalaman membaca puisi, kita dapat mengasah intuisi kita, memperdalam pemahaman kita tentang diri kita sendiri, dan mengembangkan kedalaman emosi yang lebih besar.
  • Sebagai sarana ekspresi kreatif, puisi memungkinkan kita untuk memahami kompleksitas hidup dengan lebih baik, mengeksplorasi perasaan dan pikiran yang mungkin sulit diungkapkan dalam kata-kata biasa.
  • Dalam kesimpulannya, membaca puisi merupakan aktivitas yang memperkaya dan memperdalam pemahaman kita tentang kehidupan dan kemanusiaan.
  • Melalui pengalaman membaca puisi, kita dapat mengasah intuisi kita, merenungkan makna kehidupan, dan menjelajahi dimensi spiritual dari eksistensi manusia.

Kami mengajak pembaca , mari kita nikmati keindahan puisi dan biarkan kata-kata yang indah menginspirasi dan memperkaya hidup kita. KLIK DI SINI


SUMBER : TINEMU.COM – 


Featured Post

HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA

KHARAMAH HABIB ALHABSYI:  BISA DENGAR SUARA TASBIH DAN BENDA MATI HABIB ALI ALHABSYI DENGAN KAROMAHNYA Habib Ali Alhabsyi nama lengkapnya H...